Satgas Pastikan Masalah Pencatatan Kasus Covid-19 Terus Dievaluasi
Jum'at, 20 Agustus 2021 - 09:36 WIB
loading...
A
A
A
Adapun penjelasan pertama, terkait gratik kasus kumulatif atau total kasus. Melihat grafik kumulatif pada kasus positif, kesembuhan, maupun kematian. Kecuraman grafik memberikan makna bahwa semakin curam kemiringannya maka semakin cepat kondisi angka tersebut meningkat atau menurun dari waktu ke waktu.
Kedua, terkait pergerakan kasus dalam 7 hingga 14 hari atau mingguan. Analisis ini penting untuk menyimpulkan secara cermat dalam kondisi suatu daerah secara lebih valid dengan melihat tren pada 1 atau 2 minggu dibandingkan mengambil kondisi harian yang sangat dinamis.
Ketiga, terkait kecepatan infeksi atau infection rate per populasi. Angka ini digunakan untuk melihat perbandingan antar negara, antar provinsi, antar kabupaten/kota. Maka hal ini dapat menjadi dasar komparasi yang sesuai menggunakan angka kasus per 100 ribu penduduk.
"Kita tidak bisa serta merta melihat keparahan kondisi langsung antar daerah berpopulasi padat hanya dengan jumlah kasus. Maka dalam melakukan perbandingan digunakanlah angka kasus per 100 ribu penduduk tiap daerah," Wiku menjabarkan.
Keempat, terkait hasil tes positif. Angka ini umumnya keluar dalam bentuk persentase dan dapat menggambarkan persebaran virus. Semakin tinggi persentasenya, maka semakin cepat virus meluas di suatu daerah. Semakin besar prioritas testing pada kasus positif dan kontak erat, maka angka positivity rate akan semakin tinggi. "Angka ini direpresentasikan dari upaya testing yang masif, terutama pada kontak erat," imbuh Wiku.
Kedua, terkait pergerakan kasus dalam 7 hingga 14 hari atau mingguan. Analisis ini penting untuk menyimpulkan secara cermat dalam kondisi suatu daerah secara lebih valid dengan melihat tren pada 1 atau 2 minggu dibandingkan mengambil kondisi harian yang sangat dinamis.
Ketiga, terkait kecepatan infeksi atau infection rate per populasi. Angka ini digunakan untuk melihat perbandingan antar negara, antar provinsi, antar kabupaten/kota. Maka hal ini dapat menjadi dasar komparasi yang sesuai menggunakan angka kasus per 100 ribu penduduk.
"Kita tidak bisa serta merta melihat keparahan kondisi langsung antar daerah berpopulasi padat hanya dengan jumlah kasus. Maka dalam melakukan perbandingan digunakanlah angka kasus per 100 ribu penduduk tiap daerah," Wiku menjabarkan.
Keempat, terkait hasil tes positif. Angka ini umumnya keluar dalam bentuk persentase dan dapat menggambarkan persebaran virus. Semakin tinggi persentasenya, maka semakin cepat virus meluas di suatu daerah. Semakin besar prioritas testing pada kasus positif dan kontak erat, maka angka positivity rate akan semakin tinggi. "Angka ini direpresentasikan dari upaya testing yang masif, terutama pada kontak erat," imbuh Wiku.
Lihat Juga :