HUT RI, Sekjen PDIP Hasto Kristiyanto Sebut Nama Greysia-Apriyani hingga Agnes Monica
Selasa, 17 Agustus 2021 - 14:02 WIB
loading...
A
A
A
Kembali ke Hasto. Mengapa teladan Greysia-Apriyani, Anggun, Cinta, dan Agnes Monica penting dibahas? Hasto menjelaskan bahwa para Pendiri Bangsa menggagas Pancasila, yang juga dasar kepemimpinan Indonesia bagi dunia. Menurut Bung Karno, kata Hasto, Pancasila bukan hanya falsafah bangsa. Pancasila juga hadir sebagai pandangan Indonesia untuk dunia.
Baca juga: Pesan Megawati kepada Kader PDIP: Jangan Hanya Ingin Berada di Zona Nyaman
Maka tak heran, 10 tahun sejak merdeka, di tahun 1955 Indonesia sudah berhasil menyelenggarakan Konferensi Asia Afrika. Konferensi ini menghasilkan Dasa Sila Bandung, yang menjadi dasar bagi negara-negara di Asia Afrika agar dapat merdeka. "Dan itu terjadi karena spirit bergelora dari kepemimpinan Indonesia bagi dunia itu. Bagaimana kemerdekaan Indonesia itu mampu mendorong kemerdekaan bagi bangsa-bangsa lain di Asia Afrika."
Indonesia juga menggagas Gerakan Non Blok, yang berpihak pada perdamaian dunia. Bagi PDIP, kepemimpinan Indonesia bagi dunia seperti inilah yang harus terus didorong. "Maka itu, sebagai bangsa kita tak boleh bersikap inward looking, berantem ke dalam. Sebagai bangsa kita harus bertindak keluar. Momentum 76 tahun kemerdekaan Indonesia ini untuk menggelorakan kembali kepemimpinan Indonesia," pungkasnya.
Baca juga: Pesan Megawati kepada Kader PDIP: Jangan Hanya Ingin Berada di Zona Nyaman
Maka tak heran, 10 tahun sejak merdeka, di tahun 1955 Indonesia sudah berhasil menyelenggarakan Konferensi Asia Afrika. Konferensi ini menghasilkan Dasa Sila Bandung, yang menjadi dasar bagi negara-negara di Asia Afrika agar dapat merdeka. "Dan itu terjadi karena spirit bergelora dari kepemimpinan Indonesia bagi dunia itu. Bagaimana kemerdekaan Indonesia itu mampu mendorong kemerdekaan bagi bangsa-bangsa lain di Asia Afrika."
Indonesia juga menggagas Gerakan Non Blok, yang berpihak pada perdamaian dunia. Bagi PDIP, kepemimpinan Indonesia bagi dunia seperti inilah yang harus terus didorong. "Maka itu, sebagai bangsa kita tak boleh bersikap inward looking, berantem ke dalam. Sebagai bangsa kita harus bertindak keluar. Momentum 76 tahun kemerdekaan Indonesia ini untuk menggelorakan kembali kepemimpinan Indonesia," pungkasnya.
(zik)
Lihat Juga :