JK Sebut Taliban Tak Akan Usik Kedutaan Besar Asing, Apalagi Kedubes RI

Senin, 16 Agustus 2021 - 14:28 WIB
loading...
JK Sebut Taliban Tak...
Jusuf Kalla (JK) yang juga Ketua Umum DMI melaksanakakan salat Jumat bersama Presiden Republik Islam Afghanistan Ashraf Ghani di Masjid ARG Palace, Kompleks Istana Kepresidenan Afghanistan, Kabul, Jumat (25/12/2020). FOTO/Staf JK/Ade Danhur
A A A
JAKARTA - Mantan Wakil Presiden (Wapres) Jusuf Kalla ( JK ) menyebut dirinya sempat beberapa kali bertemu dengan perwakilan Taliban dan Presiden Afghanistan Ashraf Ghani. Menurut dia, meskipun Kabul jatuh ke tangan Taliban, Afghanistan tak jatuh dalam pertumpahan darah dan perang saudara.

"Baik Taliban maupun Pemerintah Afghanistan sama-sama meyakini bahwa mereka bersaudara dan tidak akan memerangi negara yang sudah ditinggalkan oleh tentara Amerika Serikat," tutur JK dalam keterangan pers, Senin (16/8/2021).

JK memaparkan, pada akhir Desember tahun lalu sempat bertemu dengan Presiden Ghani di Ibu Kota Kabul. Sedangkan pertemuan dengan Taliban diwakili oleh Kepala Kantor Politik Taliban Mullah Abdul Gani Baradar di Doha, Qatar pada Januari 2021.

Baca juga: Taliban Menang Perang, AS Turunkan Benderanya di Kedutaan Kabul

"Mereka akan berupaya menyelesaikan secara damai konflik di Afghanistan yang sudah berjalan hampir 30 tahun," jelasnya.

JK juga menegaskan, Taliban juga tak akan mengusik kantor-kantor kedutaan besar negara lain. Termasuk, Kedutaan Besar Republik Indonesia (KBRI) di Kabul, Afghanistan. "Mereka (pihak Taliban) juga sudah menyampaikan tidak akan mengusik kantor-kantor kedutaan besar negara asing di Afghanistan,
apalagi Kedubes RI," katanya.

Baca juga: Indonesia Pantau Eskalasi di Afghanistan, Siap Evakuasi 15 WNI

JK menambahkan, dunia kini menantikan masa depan Afghanistan setelah Taliban berkuasa. Dirinya pun berharap Afghanistan terbuka dengan kerja sama dengan negara-negara lain yang tidak punya kepentingan politik, tetapi kerja sama perekonomian.

"Indonesia punya peran penting di Afghanistan dalam menjajaki perdamaian kemarin, sehingga Pemerintah Indonesia juga harus mendukung upaya damai sekarang saat Taliban memimpin Afghanistan, pascapenarikan tentara asing akhir Agustus ini," pungkasnya.
(zik)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
Jusuf Kalla Gelar Tasyakuran...
Jusuf Kalla Gelar Tasyakuran Milad ke-84, Sudirman Said: Semuanya Mendoakan Pak JK Sehat
KAHMI Khawatir Laporan...
KAHMI Khawatir Laporan terhadap JK Ditunggangi Kepentingan Politik
JK Ungkit Peran dalam...
JK Ungkit Peran dalam Karier Politik Jokowi, Begini Komentar Sekjen Golkar
JK: Mudah-mudahan Allah...
JK: Mudah-mudahan Allah Memaafkan para Pemfitnah Itu
Tokoh Lintas Agama Sebut...
Tokoh Lintas Agama Sebut Ceramah JK Tak Perlu Dibawa ke Ranah Hukum
Bareskrim Polri Terima...
Bareskrim Polri Terima Laporan JK soal Rismon Sianipar
Taliban Larang Warga...
Taliban Larang Warga Afghanistan Gunakan Ponsel Pintar, Jika Nekat Bakal Dihancurkan
Pakistan Gelar Serangan...
Pakistan Gelar Serangan Udara di Afghanistan, 13 Orang Tewas
Hukum Baru Taliban:...
Hukum Baru Taliban: Diamnya Gadis Perawan Berarti Persetujuan untuk Menikah
Rekomendasi
Galon Guna Ulang Berizin...
Galon Guna Ulang Berizin Edar BPOM dan Ber-SNI Dipastikan Aman Dipakai
Panda Bond Bakal Dinilai...
Panda Bond Bakal Dinilai Lembaga Rating China, Purbaya Tak Peduli Hasil S&P dan Moody's
Pakar Militer Ini Ungkap...
Pakar Militer Ini Ungkap AS dan Iran Masih Berusaha Raih Klaim Kemenangan
Berita Terkini
Jokowi Pakai Baju Berlogo...
Jokowi Pakai Baju Berlogo PSI: Artinya Tahu Sendiri
Bangun Integrasi Hukum...
Bangun Integrasi Hukum dan Seni Lewat Pustaka Nada
Kemhan Beberkan Materi...
Kemhan Beberkan Materi Latihan Fisik Calon Manajer Kopdes: Baris-berbaris hingga Hormat Militer
Boni Hargens: Peningkatan...
Boni Hargens: Peningkatan Kepercayaan Publik kepada Polri Perkuat Stabilitas Demokrasi
DPR Desak Latsarmil...
DPR Desak Latsarmil Peserta SPPI Disetop: Nyawa Jangan Dianggap Enteng!
Saatnya Muktamar NU...
Saatnya Muktamar NU Hadirkan Kepemimpinan yang Tak Lagi Wariskan Pertengkaran Berkepanjangan
Infografis
Analis: Israel Omong...
Analis: Israel Omong Besar tapi Tak Mampu Serang Dahsyat Iran
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved