Penjelasan Golkar tentang Maraknya Baliho Airlangga Hartarto
Sabtu, 14 Agustus 2021 - 19:51 WIB
loading...
A
A
A
Bagi Golkar misalnya, Melki menjelaslan bahwa Golkar telah memutuskan Ketua Umumnya (Ketum) Airlangga Hartarto sebagai calon presiden (capres) di Munas Golkar tahun 2019 atau sebelum ada pandemi.
Lalu setelah diputuskan, ternyata ada pandemi tapi keputusan itu tidak berubah, Golkar juga memutuskan dalam rapat-rapat di tingkatan partai untuk segera memperkenalkan Airlangga Hartarto kepada masyarakat.
"Tapi kami juga ditahan oleh pak Airlangga sendiri. Justru pak airlangga meminta agar kita jangan dulu berbicara capres karena beliau lagi konsentrasi penanganan pandemi Covid-19," akunya.
Karena keputusan partai harus dikerjakan dan waktu terus berjalan, dia melanjutkan, akhirnya itu menjadi keputusan bersama yang semua kader Partai Golkar akhirnya bekerja dengan caranya untuk memperkenalkan Airlangga Hartarto sebagai capres yang sudah diputuskan di Munas 2019, salah satunya lewat pemasangan baliho. Tapi, sampai saat ini Airlangga sendiri tidak pernah bicara capres ataupun cawapres.
"Tapi sebagai kader Partai Golkar yang sudah memutuskan itu dalam forum partai, kami mesti mengerjakan salah satunya melalui baliho. Banyak cara lah, jangan seolah-olah melalui baliho saja, banyak cara orang memperkenalkan siapa yang menjadi calon yang diajukan salah satunya melalui baliho. Tapi kan kerja-kerja politik, kerja-kerja kemanusiaan, untuk pandemi covid selalu berjalan," ujar Wakil Ketua Komisi IX DPR itu.
Lalu setelah diputuskan, ternyata ada pandemi tapi keputusan itu tidak berubah, Golkar juga memutuskan dalam rapat-rapat di tingkatan partai untuk segera memperkenalkan Airlangga Hartarto kepada masyarakat.
"Tapi kami juga ditahan oleh pak Airlangga sendiri. Justru pak airlangga meminta agar kita jangan dulu berbicara capres karena beliau lagi konsentrasi penanganan pandemi Covid-19," akunya.
Karena keputusan partai harus dikerjakan dan waktu terus berjalan, dia melanjutkan, akhirnya itu menjadi keputusan bersama yang semua kader Partai Golkar akhirnya bekerja dengan caranya untuk memperkenalkan Airlangga Hartarto sebagai capres yang sudah diputuskan di Munas 2019, salah satunya lewat pemasangan baliho. Tapi, sampai saat ini Airlangga sendiri tidak pernah bicara capres ataupun cawapres.
"Tapi sebagai kader Partai Golkar yang sudah memutuskan itu dalam forum partai, kami mesti mengerjakan salah satunya melalui baliho. Banyak cara lah, jangan seolah-olah melalui baliho saja, banyak cara orang memperkenalkan siapa yang menjadi calon yang diajukan salah satunya melalui baliho. Tapi kan kerja-kerja politik, kerja-kerja kemanusiaan, untuk pandemi covid selalu berjalan," ujar Wakil Ketua Komisi IX DPR itu.
Lihat Juga :