Wapres: Perlu Teknologi Digital dan SDM Kompeten untuk Kelola Wakaf

Jum'at, 13 Agustus 2021 - 14:14 WIB
loading...
Wapres: Perlu Teknologi...
Wapres Maruf Amin mengatakan bahwa dalam mengelola wakaf dibutuhkan penggunaan teknologi digital dan sumber daya manusia (SDM) yang kompeten. FOTO/DOK.SINDOnews
A A A
JAKARTA - Wakil Presiden ( Wapres ) Ma'ruf Amin mengatakan bahwa dalam mengelola wakaf dibutuhkan penggunaan teknologi digital dan sumber daya manusia (SDM) yang kompeten. Ma'ruf mengatakan bahwa perkembangan teknologi 4.0 dan adanya pandemi Covid-19 telah memaksa untuk mengubah perilaku atau pun kebiasaan cara hidup dari semula secara manual menjadi sistem digital.

"Untuk itu dibutuhkan sistem digital agar transaksi menjadi lebih mudah, transparan, dan terjaga akuntabilitasnya," katanya pada acara Pencanangan Gerakan Sadar Wakaf, Jumat (13/8/2021).

Wapres menyebut bahwa beberapa Lembaga Keuangan Syariah Penerima Wakaf Uang (LKS-PWU) dan lembaga filantropi yang telah ditetapkan Kementerian Agama telah memiliki sistem digitalisasi untuk pengelolaan wakaf.

Baca juga: Potensi Wakaf Uang Capai Rp180 Triliun, Wapres: Realisasi Jauh dari Proyeksi

Selain itu, wapres mengatakan, agar pengelolaan wakaf dapat lebih profesional dan kepercayaan publik terus terjaga, maka harus ditangani oleh SDM yang kompeten di bidang wakaf. Pengelolaan wakaf merupakan pekerjaan utama dan bukan pekerjaan sampingan.

"Untuk menghasilkan sumber daya manusia berkompeten di bidang wakaf, kiranya perlu didukung oleh pemerintah setempat atau pun lembaga filantropi yang menaunginya," katanya.

Baca juga: Dorong Ekonomi, Pengantin Baru Diminta Cinta Wakaf
(abd)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
Akui Program Pemerintah...
Akui Program Pemerintah Banyak Kekurangan, Wapres Gibran: Kita Perbaiki Bersama
Temui Gibran, Mahasiswa...
Temui Gibran, Mahasiswa Beri Tenggat Waktu 5 Hari ke Pemerintah untuk Realisasikan Tuntutan
Digitalisasi Data, Penerima...
Digitalisasi Data, Penerima Bansos Diverifikasi lewat Pengenalan Wajah
Prabowo Bakal Bertemu...
Prabowo Bakal Bertemu JK
4th ICOP Darunnajah...
4th ICOP Darunnajah Bersama Menteri ATR/BPN, Pesantren Siap Pimpin Optimalisasi Wakaf Nasional
Teknologi Digital, AI,...
Teknologi Digital, AI, dan Konektivitas Global Lahirkan Ekosistem Gig Economy
XLSMART dan Komdigi...
XLSMART dan Komdigi Luncurkan DigiHer, Targetkan Digitalisasi 2,4 Juta Perempuan di 2026
Bukan Sekadar Digitalisasi,...
Bukan Sekadar Digitalisasi, Kini Operasional Bisnis Harus Otonom
Rebranding Inhealth,...
Rebranding Inhealth, Strategi Perkuat Layanan dan Digitalisasi
Rekomendasi
Aliansi Masyarakat Jakarta...
Aliansi Masyarakat Jakarta Timur Minta Program MBG Dilanjutkan
Kasus Andrie Yunus,...
Kasus Andrie Yunus, Koordinator Kontras Penuhi Panggilan Polda Metro Jaya
Kisah Seru Benci Jadi...
Kisah Seru Benci Jadi Cinta di Microdrama The Scholarship Boy Stole My Heart V+Short
Berita Terkini
Diskusi Budiman-Nusron-Sudaryono...
Diskusi Budiman-Nusron-Sudaryono di UGM Dibubarkan Mahasiswa, Qodari: Kalau Hanya Tuntutan, Bukan Demokrasi
Mengapa Pendonor Darah...
Mengapa Pendonor Darah Kita Tidak Kembali?
Evita: Ekspor Satu Pintu...
Evita: Ekspor Satu Pintu Harus Jadi Instrumen Hilirisasi, Bukan Ubah Jalur Penjualan
Profil Letjen TNI (Purn)...
Profil Letjen TNI (Purn) Setyo Sularso yang Dikait-kaitkan dengan Tiyo Ardianto
Dari SPBU ke Meja Makan:...
Dari SPBU ke Meja Makan: Rantai Dampak Kenaikan BBM terhadap Kesejahteraan
Said Didu ke Presiden...
Said Didu ke Presiden Prabowo: Kawan Bapak Tuh Ada di Luar, Bukan di Dalam
Infografis
4 Alasan Selat Hormuz...
4 Alasan Selat Hormuz Jadi Medan Perang Mematikan Antara Iran dan AS
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved