Program Satu Jaga Satu, Jadi Cara KLHK Tekan Penyebaran Corona

Rabu, 11 Agustus 2021 - 10:11 WIB
loading...
Program Satu Jaga Satu,...
Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan (KLHK) Meluncurkan Program Satu Jaga Satu (SJS) sebagai upaya mendukung pengendalian pandemi virus Corona. Foto/Ist
A A A
JAKARTA - Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan (KLHK) Meluncurkan Program Satu Jaga Satu (SJS) sebagai upaya mendukung pengendalian pandemi virus Corona (Covid-19) di lingkup KLHK.

Baca juga: Update Corona 10 Agustus 2021: 3.718.821 Positif, 3.171.147 Sembuh, 108.571 Meninggal

Program dengan konsep memberikan pendampingan dari rekan kerja terdekat kepada karyawan KLHK yang terpapar Covid-19, diharapkan akan mempercepat kesembuhan mereka.

Baca juga: PPKM Diperpanjang, Wagub DKI Berharap Kasus Corona Turun Signifikan

"Program SJS akan memastikan, para karyawan KLHK yang terkena Covid-19 tidak merasa sendirian. Satu orang yang terpapar, akan didampingi satu orang terdekat guna memonitor, melaporkan, dan memotivasi penderita Covid-19 agar segera pulih," ujar Menteri LHK, Siti Nurbaya dalam sambutannya, saat peluncuran Program Satu Jaga Satu, Selasa, (10/8/2021).

Siti menegaskan, jika program SJS ini dirancang agar terbangun persatuan internal KLHK melalui dorongan kepedulian sesama karyawan KLHK.

Siti Nurbaya mengaku jika setiap hari dirinya menerima laporan dari Sekretaris Jenderal selaku Penanggung Jawab Satgas Tim Information Center (TIC) Covid-19 KLHK tentang jumlah pegawai yang terkonfirmasi positif Covid-19, yang bergejala, dan pegawai yang dirawat di rumah sakit.

Kata dia, perkembangan menunjukan jika keberadaan pendamping terhadap pegawai terkonfirmasi positif Covid-19 yang isolasi mandiri akan mempercepat pemulihan.

"Saya mendapat laporan bahwa untuk beberapa kasus, kontak person/pendamping juga menyediakan suplemen bagi pegawai terpapar guna meningkatkan imun tubuh, termasuk penyediaan oksigen," ujarnya.

"Bahu membahu antar teman dan dalam koordinasi tim semacam ini perlu ditularkan/direplikasi kepada pihak lain guna memutuskan penyebaran virus orona. Ini salah satu kerja yang sangat efektif untuk penanganan Covid-19 bagi pegawai KLHK yang menjalani isolasi mandiri," tambahnya.

Siti melanjutkan, jika kegiatan konkrit Satu Jaga Satu di KLHK sangat penting dalam upaya penanganan Corona. Konsep Satu Jaga Satu disebutnya merupakan konsep dari, oleh, dan untuk warga KLHK sendiri. KLHK hanya sebagai pemicu saja.

KLHK hanya mencuatkan orang-orang yang berpotensi yang bisa mengeluarkan energi positif. "Pemicu energi positif ini adalah kita bersama. Membuatnya bergerak dan terorganisir dengan baik. Membuatnya bermanfaat bagi seluruh bagian dari keluarga besar KLHK," ungkap Menteri Siti.

Pada kesempatan ini Menteri Siti juga berkomunikasi secara virtual dengan beberapa pegawai KLHK yang sedang berjuang sembuh dari Covid-19, untuk menguatkan semangat dan meyakinkan mereka jika mereka selalu terpantau dan tidak sendirian disaat sakit Covid-19.

Hadir secara langsung maupun virtual dalam peluncuran aplikasi SJS, Wakil Menteri LHK, Sekretaris Jenderal KLHK (selaku penanggung jawab TIC Covid-19), Direktur Jenderal Pengelolaan Hutan Lestari, Direktur Jenderal Konservasi Sumber Daya Alam dan Ekosistem, Direktur Jenderal Planologi Kehutanan dan Tata Lingkungan, Direktur Jenderal Penegakan Hukum Lingkungan Hidup dan Kehutanan, Direktur Jenderal PPI, Kepala BP2SDM, Plt. Direktur Jenderal DASRH, serta jajaran Pimpinan Tinggi Pratama KLHK.
(maf)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
Menteri LH Tetapkan...
Menteri LH Tetapkan Status Darurat Sampah Nasional
KLHK Apresiasi Pihak...
KLHK Apresiasi Pihak yang Berkomitmen terhadap Pengelolaan Lingkungan Berkelanjutan
Menteri Raja Juli Ajak...
Menteri Raja Juli Ajak Jajaran Kementerian Kehutanan Jaga Alam dan Rutin Bawa Tumbler
Jaksa Agung: Ada Pejabat...
Jaksa Agung: Ada Pejabat KLHK Terlibat Dugaan Korupsi Sawit, Berpotensi Jadi Tersangka
Pemerintah Siap Menangani...
Pemerintah Siap Menangani Potensi Karhutla 2025
Bappenas Sebut 9.075...
Bappenas Sebut 9.075 Desa Rentan Terhadap Bencana dan Dampak Krisis Iklim
Indonesia Perkuat Integritas...
Indonesia Perkuat Integritas Pasar Karbon Nasional Melalui Kolaborasi Global
Genjot Penjualan Produk...
Genjot Penjualan Produk Kayu, Kemenhut Perkuat Pemasaran Domestik
Koperasi Pemulung Berdaya...
Koperasi Pemulung Berdaya Raih Kepercayaan Kelola Dana Layanan Pembiayaan Ekonomi Sirkular
Rekomendasi
Unjuk Rasa Mahasiswa...
Unjuk Rasa Mahasiswa Bubar, Polisi Mulai Buka Jalan Jenderal Sudirman Arah Bundaran HI
BYD M6 DM Diklaim Irit...
BYD M6 DM Diklaim Irit 65 Km/Liter, Sudah Diuji 150 Km Nyaris Tanpa Minum Bensin
Perbandingan 5 Varian...
Perbandingan 5 Varian BYD M6 DM: Mana yang Pas untuk Kebutuhan Anda?
Berita Terkini
Pengamat Kebijakan Publik...
Pengamat Kebijakan Publik Apresiasi Arah Baru BGN, Transparansi dan Refocusing MBG
Waka BGN Sony Sonjaya...
Waka BGN Sony Sonjaya Ajukan Justice Collaborator, Kejagung Bakal Periksa Pekan Depan
Penampakan Andri Mulyono...
Penampakan Andri Mulyono Pakai Rompi Tahanan usai Jadi Tersangka Baru Pengadaan Motor Listrik BGN
Kejagung: Tersangka...
Kejagung: Tersangka Andri Mulyono Mark up Pengadaan Motor Listrik BGN
Tepis Isu Menguntungkan...
Tepis Isu Menguntungkan Kapolri, Pakar: UU Polri Baru Berpihak pada Kepentingan Publik
Refly Harun Pertanyakan...
Refly Harun Pertanyakan Nasib Kasus Roy Suryo Cs: Sudah 30 Kali Wajib Lapor, Kasus Belum Jelas
Infografis
Orang Bodoh Diangkat...
Orang Bodoh Diangkat Jadi Pemimpin Adalah Salah Satu Tanda Kiamat
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved