Dapatkan Baret Ungu, Ratusan Taruna Marinir Ikuti Pendidikan Komando di Situbondo
Jum'at, 06 Agustus 2021 - 11:10 WIB
loading...
Ratusan taruna Korps Marinir mengikuti Latihan Praktek (Lattek) Pendidikan Komando (Dikko) Angkatan ke-166 yang digelar di Puslatpurmar 5 Baluran Situbondo, Jawa Timur. Foto/Pen Kormar
A
A
A
JAKARTA - Ratusan taruna Korps Marinir mengikuti Latihan Praktek (Lattek) Pendidikan Komando (Dikko) Angkatan ke-166 yang digelar di Puslatpurmar 5 Baluran Situbondo, Jawa Timur.
Hadir dalam pembukaan Lattek Dikko ini, Komandan Kodiklatal yang diwakili Komandan Kodikmar Brigjen TNI (Mar) Endang Taryo selaku Inspektur Upacara, didampingi Kepala Departemen Marinir (Kadepmar) AAL mewakili Gubernur Akademi Angkatan Laut (AAL). Termasuk Komandan Pusdikifmar, Kadepopsdik Kodikmar dan Komandan Lanal Banyuwangi. Baca juga: Prajurit Marinir 3 Hari 3 Malam Terombang-ambing di Laut Tanpa Makan dan Minum
Kadepmar AAL selaku Pimpinan Latihan (Pimlat), Letkol Mar Datuk Sinaga mengatakan, pendidikan komando yang mewajibkan seluruh siswanya lepas pangkat ini diikuti oleh 522 siswa Dikko 166 yang terdiri dari 22 Taruna AAL tingkat III Korps Marinir Angkatan ke-68 yang bertindak selaku Komandan Tim (Dantim) yang membawa pasukan dari Siswa Dikmaba Marinir Angkatan ke-40/1 dan 40/2, serta siswa Dikmata Marinir Angkatan ke-40/2. "Dalam Lattek ini mereka digembleng siang dan malam oleh pelatih-pelatih Korps Marinir yang handal dan profesional, sampai tercipta Prajurit Komando sejati," katanya, Jumat (6/8/2021). Baca juga: Bertemu Hantu Laut, Prajurit Marinir Lolos dari Maut Setelah 3 Hari Terombang-ambing
Lattek Dikko bertujuan mendidik dan membekali para Taruna dengan mata kuliah Lattek Dikko agar memiliki keterampilan untuk melaksanakan Tugas Komando, yang dititik beratkan pada keterampilan perorangan dan satuan kecil, secara teliti dan benar, sehingga dapat mengaplikasikannya dalam kedinasan sebagai komandan Peleton (Danton) Infanteri dan jabatan lain yang setingkat di satuan kerja Marinir serta mampu mengembangkan pribadi sebagai karakter Pemimpin TNI AL.
"Sasaran Lattek Dikko ini adalah para taruna yang diharapkan mampu melaksanakan keterampilan untuk mengatasi berbagai rintangan alam maupun buatan, bergerak di rawa, laut, hutan, maupun daerah pegunungan secara perorangan maupun satuan kecil, melaksanakan Operasi Gerilya dan Lawan Gerilya (GLG), serta ketahanan mental dan fisik dalam bergerak di berbagai medan dan cuaca dengan baik dan benar," tegasnya.
Hadir dalam pembukaan Lattek Dikko ini, Komandan Kodiklatal yang diwakili Komandan Kodikmar Brigjen TNI (Mar) Endang Taryo selaku Inspektur Upacara, didampingi Kepala Departemen Marinir (Kadepmar) AAL mewakili Gubernur Akademi Angkatan Laut (AAL). Termasuk Komandan Pusdikifmar, Kadepopsdik Kodikmar dan Komandan Lanal Banyuwangi. Baca juga: Prajurit Marinir 3 Hari 3 Malam Terombang-ambing di Laut Tanpa Makan dan Minum
Kadepmar AAL selaku Pimpinan Latihan (Pimlat), Letkol Mar Datuk Sinaga mengatakan, pendidikan komando yang mewajibkan seluruh siswanya lepas pangkat ini diikuti oleh 522 siswa Dikko 166 yang terdiri dari 22 Taruna AAL tingkat III Korps Marinir Angkatan ke-68 yang bertindak selaku Komandan Tim (Dantim) yang membawa pasukan dari Siswa Dikmaba Marinir Angkatan ke-40/1 dan 40/2, serta siswa Dikmata Marinir Angkatan ke-40/2. "Dalam Lattek ini mereka digembleng siang dan malam oleh pelatih-pelatih Korps Marinir yang handal dan profesional, sampai tercipta Prajurit Komando sejati," katanya, Jumat (6/8/2021). Baca juga: Bertemu Hantu Laut, Prajurit Marinir Lolos dari Maut Setelah 3 Hari Terombang-ambing
Lattek Dikko bertujuan mendidik dan membekali para Taruna dengan mata kuliah Lattek Dikko agar memiliki keterampilan untuk melaksanakan Tugas Komando, yang dititik beratkan pada keterampilan perorangan dan satuan kecil, secara teliti dan benar, sehingga dapat mengaplikasikannya dalam kedinasan sebagai komandan Peleton (Danton) Infanteri dan jabatan lain yang setingkat di satuan kerja Marinir serta mampu mengembangkan pribadi sebagai karakter Pemimpin TNI AL.
"Sasaran Lattek Dikko ini adalah para taruna yang diharapkan mampu melaksanakan keterampilan untuk mengatasi berbagai rintangan alam maupun buatan, bergerak di rawa, laut, hutan, maupun daerah pegunungan secara perorangan maupun satuan kecil, melaksanakan Operasi Gerilya dan Lawan Gerilya (GLG), serta ketahanan mental dan fisik dalam bergerak di berbagai medan dan cuaca dengan baik dan benar," tegasnya.

Lihat Juga :