Indonesia Care: Peran Perempuan Naikkan Ekonomi Keluarga di Masa Pandemi Masih Rendah

Senin, 02 Agustus 2021 - 12:39 WIB
loading...
Indonesia Care: Peran...
Indeks digital perempuan yang tergolong rendah merupakan salah satu alasan mengapa perempuan sulit berkembang, terutama dalam hal ekonomi. FOTO/ILUSTRASI/recoftc.org
A A A
JAKARTA - Pimpinan Pusat Wanita Perisai mengadakan diskusi virtual pemberdayaan ibu-ibu prasejahtera di dua kawasan Jakarta Barat dan Depok, Minggu (1/8/21). Diskusi ini digelar guna membantu mengatasi dampak Covid-19 yang juga berimbas kepada masyarakat luas.

Peserta dalam kegiatan ini merupakan ibu-ibu penerima manfaat program keluarga harapan yang memiliki penghasilan kecil. Mereka juga merupakan dampingan dari organisasi PP Wanita Perisai yang fokus pada pemberdayaan.

Dalam diskusi yang menghadirkan narasumber pembina lembaga kemanusiaan dan pemberdayaan masyarakat Indonesia Care, Muchamad Bachtiar dan pengamat dari Institus Pertanian Bogor (IPB), Prima Gandhi, terungkap rendahnya kalangan perempuan dalam meningkatkan ekonomi di saat pandemi Covid-19.

Baca juga: Baznas Palopo Salurkan Dana Zakat Pemberdayaan Ekonomi Produktif

Bachtiar menyampaikan, Indeks digital perempuan yang tergolong rendah merupakan salah satu alasan mengapa perempuan sulit berkembang, terutama dalam hal ekonomi. Padahal hal tersebut sangat dibutuhkan untuk "naik kelas" para perempuan dalam kesejahteraan. Menurutnya, perempuan harus cakap dalam hal mengurangi pengeluaran agar biaya pendapatan dapat dialokasikan untuk hal lainnya seperti modal dalam berusaha.

"Ibu-ibu akan naik kelas, kuncinya harus mengurangi pengeluaran, produktif, mau belajar, dan mulai bersosialisasi," katanya.

Menurut Bachtiar, perempuan merupakan penyokong pertumbuhan ekonomi suatu negara, maka harus dimulai dari ranah terkecil yaitu rumah tangga.

Sementara, Prima Gandhi menyampaikan bahwa di era pandemi masyarakat harus mampu memanfaatkan apa saja yang bisa menyokong ekonomi, salah satunya bercocok tanam dengan memanfaatkan benda-benda yang ada di sekitar. Ia memaparkan mengenai cara bercocok tanam dengan memanfaatkan limbah rumah tangga, sehingga tidak begitu memerlukan modal yang besar.

Baca juga: Majukan Perekonomian, BI Dorong Pemberdayaan Perempuan

"Prinsip pemanfaatan ini akan mendorong pemenuhan pangan keluarga, investasi masa depan serta meningkatkan kesejahteraan masyarakat," katanya.

Mega Waty, Ketua umum PP Wanita Perisai yang juga Founder dan Direktur program Indonesia Care mengungkapkan, saat ini Wanita Perisai sedang konsen pemberdayaan kepada masyarakat, khususnya perempuan prasejahtera untuk tetap berdiri kokoh menjadi penyokong ketahanan pangan keluarga.
Baginya, ketahanan pangan yang stabil tentu akan menekan laju perekonomian yang semakin sulit. Juga sebagai salah satu alternatif menekan impor bahan pangan yang dapat ditanam di Indonesia.

"Intinya kita mau ibu-ibu berdaya bersama kita. Bayangkan saja, ratusan ibu-ibu dampingan yang berupaya menanam tanaman pangan di rumahnya, itu sudah membantu keluarga dalam ketahanan pangan. Apalagi sedang masa pandemi yang apa-apa serba sulit," katanya.

Mega juga mengungkapkan, Wanita Perisai dalam waktu dekat akan memulai rencana tindak lanjut (RTL) yaitu membagikan benih gratis dan mendampingi ibu-ibu dalam melakukan cocok tanam di pekarangan rumah dengan media yang mudah didapat di sekitar mereka.
(abd)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
Komisi IV DPR Sebut...
Komisi IV DPR Sebut PSN Wanam Harus Tetap Jalan untuk Wujudkan Ketahanan Pangan
Momen Prabowo Panen...
Momen Prabowo Panen Raya Jagung di Tuban, Naiki Alat Berat hingga Pakai Topi Koboi
Polri Target Bangun...
Polri Target Bangun 1.500 SPPG di Indonesia pada 2026
Didampingi Kapolri,...
Didampingi Kapolri, Prabowo Resmikan 10 Gudang Ketahanan Pangan-SPPG Polri di Tuban
Produksi Beras Naik...
Produksi Beras Naik Sebentar
Tinjau Pembangunan Yonif...
Tinjau Pembangunan Yonif TP 887/KTM, Menhan: Untuk Pertahanan dan Bantu Rakyat
Sinara Fest 2026 NTB...
Sinara Fest 2026 NTB Wujud Dukungan BPDP Terhadap Ketahanan Pangan dan UMKM
Bahas Kemajuan Desa...
Bahas Kemajuan Desa Nifasi Papua Tengah, Forum Diskusi Publik Digelar di Jaksel
Budaya Kepatuhan dari...
Budaya Kepatuhan dari Pusat hingga Lapangan Jadi Pilar Penguatan Tata Kelola Perusahaan
Rekomendasi
Langka, Putin Akui Rusia...
Langka, Putin Akui Rusia Krisis Bahan Bakar akibat Serangan Ukraina
Dugaan Aroma Konspirasi...
Dugaan Aroma Konspirasi 'Aib Gijon' di Piala Dunia 2026, Sengaja Singkirkan Iran?
Media Pemerintah China:...
Media Pemerintah China: Jepang Benar-benar Simulasikan Serangan terhadap Kapal Induk Liaoning
Berita Terkini
Soroti Kematian 5 Calon...
Soroti Kematian 5 Calon Manajer Kopdes, Pimpinan Komisi XIII DPR Dorong Komnas HAM Investigasi
Pakar Hukum: Konsep...
Pakar Hukum: Konsep Presisi Jadi Kunci Meningkatnya Kepercayaan Publik kepada Polri
Narkoba, Masa Depan...
Narkoba, Masa Depan Bangsa, dan Kerja Sama Internasional
Sidang Praperadilan...
Sidang Praperadilan Roy Suryo Dimulai, Hakim Ungkap Jadwal Setiap Persidangan
Pemerintah Ajukan RUU...
Pemerintah Ajukan RUU Keamanan dan Ketahanan Siber ke DPR, Atur Mekanisme Penyidikan dan Sanksi
PN Jakpus Gelar Sidang...
PN Jakpus Gelar Sidang Vonis Nadiem Makarim Besok
Infografis
Kaleidoskop 2025: 7...
Kaleidoskop 2025: 7 Peristiwa Ekonomi Paling Heboh di Indonesia
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved