Survei PPKM Darurat Diperpanjang atau Tidak, Begini Jawaban 44,3% Responden
Sabtu, 31 Juli 2021 - 03:50 WIB
loading...
Survei PPKM Darurat diperpanjang atau tidak versi Suara Milenial Institute. Foto: Istimewa
A
A
A
JAKARTA - Suara Milenial Institute menggelar survei mengenai setuju atau tidaknya jika Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM) Darurat diperpanjang. Dan hampir setengah responden tidak setuju jika PPKM Darurat diperpanjang.
Dari data survei, publik yang setuju PPKM darurat diperpanjang sebanyak 40,6%, tidak setuju 44,3% dan tidak tahu sebanyak 15,1%. Baca juga: Terapkan PPKM Darurat, Tak Ada Zona Merah di Kembangan
"Publik yang tidak setuju atas perpanjangan PPKM darurat lebih besar (44,3%) ketimbang yang setuju PPKM darurat diperpanjang (40,6%)," kata Direktur Eksekutif Suara Milenial Institute, Muhammad Aderman dalam keterangannya, Jumat 30 Juli 2021.
Aderman menjelaskan, alasan publik tidak setuju PPKM darurat dilanjutkan yakni sebanyak 12,6% supaya ekonomi tidak mati, sebanyak 8,6% beralasan tidak ada bantuan saat tidak kerja, 4,4% supaya bisa cari uang.
Lalu 4,3% agar pekerjaan tidak terganggu, 2,2% menilai pencegahannya lebih efektif, 2,1% beralasan tetap menjalankan prokes, dan 1,8% beralasan tidak semua daerah zona bahaya Covid-19.
Dari data survei, publik yang setuju PPKM darurat diperpanjang sebanyak 40,6%, tidak setuju 44,3% dan tidak tahu sebanyak 15,1%. Baca juga: Terapkan PPKM Darurat, Tak Ada Zona Merah di Kembangan
"Publik yang tidak setuju atas perpanjangan PPKM darurat lebih besar (44,3%) ketimbang yang setuju PPKM darurat diperpanjang (40,6%)," kata Direktur Eksekutif Suara Milenial Institute, Muhammad Aderman dalam keterangannya, Jumat 30 Juli 2021.
Aderman menjelaskan, alasan publik tidak setuju PPKM darurat dilanjutkan yakni sebanyak 12,6% supaya ekonomi tidak mati, sebanyak 8,6% beralasan tidak ada bantuan saat tidak kerja, 4,4% supaya bisa cari uang.
Lalu 4,3% agar pekerjaan tidak terganggu, 2,2% menilai pencegahannya lebih efektif, 2,1% beralasan tetap menjalankan prokes, dan 1,8% beralasan tidak semua daerah zona bahaya Covid-19.
Lihat Juga :