Komodor Yos Sudarso, Terkubur di Lautan Lepas Bersama 24 Awaknya

Kamis, 29 Juli 2021 - 05:33 WIB
loading...
A A A
Dia lantas bergabung dengan BKR (Badan Keamanan Rakyat) Laut atau yang sekarang dikenal dengan TNI Angkatan Laut setelah proklamasi kemerdekaan Indonesia. Di lembaga ini, Yos Sudarso sering mengikuti misi atau operasi militer dalam meredam pemberontakan yang terjadi di daerah-daerah saat Belanda datang dan mengadakan agresi militer sebanyak dua kali.

Saat Belanda mengakui kedaulatan Indonesia pada 1950, Yos Sudarso diangkat sebagai komandan kapal di KRI Alu. Dia kemudian berpindah-pindah menjadi komandan KRI Gajah Mada, KRI Rajawali, hingga KRI Pattimura. Pada tahun 1958 ia menjabat sebagai hakim pengadilan tentara walaupun hanya empat bulan.

Pada Desember 1961, Presiden Soekarno membentuk Tri Komando Rakyat atau Trikora menyusul memanasnya kawasan Irian Barat yang ingin direbut kembali oleh Belanda. Beberapa minggu berselang atau tepatnya Januari 1962, Presiden Soekarno membentuk Komando Mandala Pembebasan Irian Barat yang berkedudukan di Makassar dan Yos Sudarso sebagai Deputi Operasinya.

Yos Sudarso mengemban tugas yang sangat berat. Kemudian ia mengadakan patrol di sekitar daerah perbatasan pada tanggal 15 Januari 1962, yakni di Laut Arafuru dengan 3 kapal motor jenis torpedo boat yaitu KRI Macan Tutul, KRI Harimau dan KRI Macan Kumbang.

Tiga kapal torpedo kelas Jaguar meninggalkan Kepulauan Aru pada tengah malam tetapi dicegat oleh pesawat pengintai Belanda, seperti yang telah diantisipasi Belanda selama berminggu-minggu.

Kapal KRI Macan Tutul yang dikomandoi Sudarso pun tenggelam setelah mendapat serangan kapal perusak Belanda Hr Ms Eversten. Yos Sudarso bersama 24 awak kapalnya terkubur di lautan lepas.
Halaman :
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
Modernisasi Kapal Induk...
Modernisasi Kapal Induk Giuseppe Garibaldi Penting untuk Perpanjang Usia Pakai
Harumkan Nama Bangsa,...
Harumkan Nama Bangsa, Kolonel Cpn Jimmy Sirait Raih Gelar Master di US Army War College
KSAD Maruli Simanjuntak:...
KSAD Maruli Simanjuntak: Begal Jadi Takut karena Ada Tentara
RDP di Komisi II, Dirjen...
RDP di Komisi II, Dirjen Bina Adwil Kemendagri Ungkap 5 Kunci Penataan Lahan Pasuruan
Tiyo Eks Ketua BEM UGM...
Tiyo Eks Ketua BEM UGM Mengaku Ditawari Miliaran Rupiah dari Lembaga Berbintang, Ini Respons TNI
Meritokrasi di TNI,...
Meritokrasi di TNI, Kapuspen: Jabatan Tak Ditentukan seperti Urut Kacang Tapi Kompetensi
Amnesty International...
Amnesty International Desak TNI Tak Dilibatkan Jaga Demo Mahasiswa Hari Ini
5 Kapal Perang Paling...
5 Kapal Perang Paling Canggih di ASEAN
Bea Cukai Pangkal Pinang...
Bea Cukai Pangkal Pinang Sebut 15 Kontainer PMM Telah Memenuhi Syarat
Rekomendasi
Demo Rawamangun Menggugat...
Demo Rawamangun Menggugat Kelar, Aliansi UNJ Melawan Bubarkan Diri
Rupiah Bergejolak, Saatnya...
Rupiah Bergejolak, Saatnya Lirik Aset Global?
Dudung: Pemerintah Selalu...
Dudung: Pemerintah Selalu Buka Ruang untuk Publik Sampaikan Kritik
Berita Terkini
Kejagung Tetapkan Penyedia...
Kejagung Tetapkan Penyedia Motor Listrik MBG Andri Mulyono Jadi Tersangka
Stafsus Menag: Kunjungan...
Stafsus Menag: Kunjungan Presiden Jerman ke Istiqlal Perkuat Diplomasi Agama RI-Jerman
KPK Rincikan Penyitaan...
KPK Rincikan Penyitaan Uang dari Geledah Rumah Silmy Karim
GP Ansor Rombak Kepengurusan,...
GP Ansor Rombak Kepengurusan, Sejumlah Tokoh Muda NU Masuk Struktur
Menjaga Kampus Tetap...
Menjaga Kampus Tetap Relevan Tanpa Menjadi 'Pabrik'
Pemilik Blueray Cargo...
Pemilik Blueray Cargo Ngaku Setor Rp30 Miliar ke Dedi Congor
Infografis
Ranking FIFA Terbaru:...
Ranking FIFA Terbaru: Argentina Gusur Spanyol di Puncak, Indonesia Meroket 4 Tingkat
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved