Rektor Unhan Peringatkan Dunia Internasional Bahaya Biological Terrorism
Rabu, 28 Juli 2021 - 15:01 WIB
loading...
A
A
A
Pada kesempatan tersebut, Laksdya TNI Amarulla Octavian juga menyerukan pentingnya kerja sama keamanan global untuk mengantisipasi biological terrorism. Bahaya Covid-19 sangat rawan digunakan sebagai senjata biologi oleh para teroris di masa mendatang. “Seluruh negara dapat menggunakan arsitektur kerja sama keamanan yang ada untuk menggelar Bio-Defence dan Bio-Intelligence,” tegasnya.
Inisiatif berikutnya, kata Octaviana, adalah pentingnya melakukan registrasi internasional untuk semua unmanned system yang digunakan oleh Angkatan Laut dan Coast Guard seluruh dunia. Seluruh UAV, USV dan USSV harus diregistrasi agar dapat diidentifikasi secara legal milik salah satu negara dan bukan milik pelaku tindak pidana di laut.
Para pembicara lain adalah 6 KSAL dari Amerika Serikat, Perancis, Jerman, India, Jepang, dan Malaysia, serta 3 Wakasal dari Cina, Australia, dan Inggris. Selain dari kalangan militer hadir pula para pembicara dari kalangan akademisi, praktisi dan pakar keamanan maritim.
Inisiatif berikutnya, kata Octaviana, adalah pentingnya melakukan registrasi internasional untuk semua unmanned system yang digunakan oleh Angkatan Laut dan Coast Guard seluruh dunia. Seluruh UAV, USV dan USSV harus diregistrasi agar dapat diidentifikasi secara legal milik salah satu negara dan bukan milik pelaku tindak pidana di laut.
Para pembicara lain adalah 6 KSAL dari Amerika Serikat, Perancis, Jerman, India, Jepang, dan Malaysia, serta 3 Wakasal dari Cina, Australia, dan Inggris. Selain dari kalangan militer hadir pula para pembicara dari kalangan akademisi, praktisi dan pakar keamanan maritim.
(cip)
Lihat Juga :