Faldo Maldini Jadi Stafsus Mensesneg, Pengamat Bilang Enggak Penting dan Cuma Bagi-Bagi Kekuasaan

loading...
Faldo Maldini Jadi Stafsus Mensesneg, Pengamat Bilang Enggak Penting dan Cuma Bagi-Bagi Kekuasaan
Faldo Maldini. Tangkapan layar
JAKARTA - Jabatan yang diterima oleh politikus muda Faldo Maldini sebagai Staf Khusus Menteri Sekretaris Negara (Mensesneg) Pratikno Bidang Media dan Komunikasi dinilai tidak begitu penting. Sebab, selama ini awak media biasa wawancara dengan Pratikno secara langsung.

"Enggak penting. Itu akomodasi politik dan bagi-bagi jabatan saja," ujar pengamat politik sekaligus Direktur Eksekutif Indonesia Political Review (IPR) Ujang Komarudin kepada SINDOnews, Selasa (27/7/2021).

Faldo Maldini (FM) pernah berada di Partai Amanat Nasional (PAN), sebelum bergabung ke Partai Solidaritas Indonesia (PSI). Saat di PAN, Faldo juga pernah menjadi salah satu Juru Bicara Badan Pemenangan Nasional Prabowo Subianto-Sandiaga Uno alias rival Joko Widodo (Jokowi)-Ma'ruf Amin di Pilpres 2019.

Baca juga: Jejak Faldo Maldini, Gagal Jadi Anggota Dewan dan Cagub Sumbar, Kini Stafsus Mensesneg



"Begitulah kekuasaan. Akan selalu berbalik. Dulu dia di PAN. Kini dia di PSI. Karena PSI itu bagian dari partai koalisi pemerintah, maka dapatlah FM jatah. Jatahnya staf khusus Mensesneg," kata Ujang.

Kemudian, saat berada di kubu Prabowo-Sandi, Faldo Maldini juga pernah mengkritik Jokowi. "Dulu kritis, kini rangkulan. Itulah wajah kekuasaan, selalu berubah berdasarkan kepentingan dan hasrat birahi kekuasaan," tutur Ujang.

Ujang menambahkan, wajah kekuasan selalu ada dua wajah, bahkan bisa banyak. "Wajah luar dan wajah dalam. Wajah luar selalu kritis pada pemerintah. Dan ketika sudah masuk wajah dalam, maka sudah terjadi persekutuan politik," pungkasnya.
(zik)
preload video
TULIS KOMENTAR ANDA!
Top