Pengamat Nilai Perpanjangan PPKM Level 4 Indikasi Pemerintah Tak Konsisten

Senin, 26 Juli 2021 - 14:58 WIB
loading...
Pengamat Nilai Perpanjangan...
Pengamat Komunikasi Politik Universitas Esa Unggul Jakarta, M. Jamiluddin Ritonga menilai perpanjangan PPKM ini mengindikadikan pemerintah inkonsisten. Foto/SINDOnews
A A A
JAKARTA - Pemerintah kembali memperpanjang Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM) Level 4 hingga 2 Desember 2021. Perpanjangan kali ini dengan memberi kelonggaran pada pasar tradisional, warung makan, dan sektor UMKM lainnya.

Namun, pengamat Komunikasi Politik Universitas Esa Unggul Jakarta, M. Jamiluddin Ritonga menilai perpanjangan PPKM ini mengindikadikan pemerintah inkonsisten. Di satu sisi menyatakan telah terjadi penurunan kasus Covid-19, namun disisi lain tetap memperpanjang PPKM. "Seharusnya kalau sudah terjadi penurunan, PPKM level 4 tentunya akan banyak berkurang. Logikanya, berkurangnya PPKM level 4 dengan sendirinya tidak diperlukan lagi perpanjangan PPKM," kata Jamil kepada wartawan, Senin (26/7/2021).

Dengan memperpanjang PPKM Level 4, kata dia, menunjukkan kebijakan pemerintah dalam penanganan Covid-19 masih jauh dari efektif. Masalah kebijakan ini seharusnya di evaluasi pemerintah agar ditemukan formulasi kebijakan baru yang lebih efektif. Evaluasi juga perlu difokuskan pada koordintor PPKM. "Sebab, sebagus apa pun kebijakan yang diambil namun bila koordinatornya tidak dipercaya, maka sebagian masyarakat akan sulit mengikuti kebijakan yang diambil pemerintah," terangnya. Baca juga: Jokowi Sebut Pandemi Akan Lebih Panjang Karena Varian Baru Covid-19

Sebab, menurut mantan Dekan Fikom IISIP ini, salah satu penyebab sebagian masyarakat tidak mengikuti kebijakan PPKM karena masalah trust. Hal ini sudah berulang diungkap namun Presiden Jokowi tetap saja mempercayakan koordinator PPKM kepada Menko Kemaritiman dan Investasi (Marves) Luhut Binsar Panjaitan.

Jamil khawatir perpanjangan PPKM Level 4 ini tidak akan membawa dampak signifikan pada penurunan kasus Covid-19 kalau masalah trust ini tidak diatasi. Sebagian masyarakat akan tetap sulit mempercayai kemungkinan keberhasilan kebijakan yang diambil. "Bahkan tidak menutup kemungkinan masalah trust ini akan semakin menukik tajam. Kalau ini yang terjadi, perpanjangan PPKM dihawatirkan tidak akan menurunkan kasus Covid-19 secara siginifikan," ungkap Jamil. Baca juga: PPKM Level 4 Dilanjut, Luhut Ajak Rapatkan Barisan Gempur Varian Delta

Oleh karena itu, ia menyarankan agar sebaiknya Menko Luhut ditepikan dari penanganan Covid-19 dan Jokowi yang langsung mengambil alih. "Presiden Jokowi sudah saatnya mengambil tongkat komando memimpin PPKM. Kan tahu, kepercayaan masyarakat kembali pulih bila Presiden Jokowi yang jadi komando PPKM," sarannya.
(cip)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
Prabowo Panggil Luhut...
Prabowo Panggil Luhut hingga Chatib Basri di Hambalang, Bahas Apa?
Luhut: Bansos ke Depan...
Luhut: Bansos ke Depan Tak Lagi Barang, Diberi Cash Transfer Rp5,4 Juta per Orang
Prabowo Subianto Kunjungi...
Prabowo Subianto Kunjungi Luhut Binsar Pandjaitan di Hari Natal
Said Didu Singgung Luhut...
Said Didu Singgung Luhut soal Proyek Whoosh Bermasalah Sejak Awal: Dia Tahu Busuk Kenapa Tidak Dihentikan
Purbaya Tak Saling Sapa...
Purbaya Tak Saling Sapa dengan Luhut di Sidang Kabinet: Kan Jauh Berapa Kursi
Pertemuan Prabowo dan...
Pertemuan Prabowo dan Jokowi, Luhut: Bagus Kalau Presiden Ketemu Mantan Presiden
Chatib Basri Sangkal...
Chatib Basri Sangkal Ditawari Prabowo Posisi Menkeu Gantikan Purbaya
Dasco Ungkap Tujuan...
Dasco Ungkap Tujuan Prabowo Panggil Chatib Basri-Luhut ke Istana
Bareng Luhut Temui Prabowo,...
Bareng Luhut Temui Prabowo, Chatib Basri Buka Suara soal Isu Gantikan Purbaya
Rekomendasi
Israel Perluas Zona...
Israel Perluas Zona Kuning, Paksa Ribuan Warga Gaza Mengungsi Lagi
Wamendagri Buka Suara...
Wamendagri Buka Suara soal Sayembara KDM Tangkap Begal: Harus Tetap dalam Koridor Hukum
Uji BYD M6 DM di Bandung...
Uji BYD M6 DM di Bandung Cetak Rekor 144 Km per Liter, Tertinggi dari Semua Kota yang Diuji
Berita Terkini
KPK Kembangkan Kasus...
KPK Kembangkan Kasus Suap Rejang Lebong, Bidik Proyek Limbah Kesehatan di Bengkulu
Gelar Diskusi Program...
Gelar Diskusi Program MBG, Ini Rekomendasi Aktivis Perempuan Cipayung Plus
Usut Perkara TPPU Febrie...
Usut Perkara TPPU Febrie Adriansyah, Tim 9 Kejagung Periksa 7 Orang Saksi
Presiden PKS Dorong...
Presiden PKS Dorong Komponen Bangsa Lebih Aktif Perjuangkan Kemerdekaan Palestina
Sekolah Nasional Terintegrasi:...
Sekolah Nasional Terintegrasi: Investasi Besar yang Harus Dijaga Konsistensinya
Marak Kasasi Jaksa atas...
Marak Kasasi Jaksa atas Vonis Bebas, Pakar Nilai Bertentangan dengan Asas Hukum
Infografis
4 Suplemen yang Tak...
4 Suplemen yang Tak Boleh Dikonsumsi Pengidap Kolesterol
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved