Mardani Ali Sera: Wajar Masyarakat Tidak Puas dengan Penanganan COVID-19

Kamis, 28 Mei 2020 - 11:11 WIB
loading...
Mardani Ali Sera: Wajar...
Anggota DPR dari Fraksi PKS, Mardani Ali Sera menilai wajar masyarakat tidak puas dengan kinerja Pemerintahan Jokowi-Ma’ruf Amin dalam menangani pandemi COVID-19. Foto/SINDOphoto
A A A
JAKARTA - Anggota DPR dari Fraksi PKS, Mardani Ali Sera menilai wajar masyarakat tidak puas dengan kinerja Pemerintahan Joko Widodo (Jokowi)-Ma’ruf Amin dalam menangani pandemi COVID-19 .

Indobarometer merilis hasil survei mengenai tingkat kepuasaan masyarakat dalam penanganan pandemi COVID-19. Hasilnya, 53,8% masyarakat menyatakan tidak puas dengan cara Presiden Jokowi menangani COVID-19. (Baca juga: Pemerintah Benahi Dulu Masalah Dasar Penanganan COVID-19 Sebelum Bicara New Normal)

“Saya sih menilai wajar publik tidak puas dengan kinerja Pemerintahan Jokowi. Kalau istilah milenialnya, pemerintah banyak “labilnya” dan membuat ambyar kebijakan,” ujar Mardani dalam keterangan tertulis yang diterima SINDOnews, Kamis (28/5/2020).

Dia menggunakan beberapa indikator mengenai penanganan COVID-19 yang tidak berjalan secara baik. Pemerintah, menurutnya, sejak awal masa pandemi COVID-19 terkesan meremehkan dan menolak peringatan kemungkinan virus Sars Cov-II sudah masuk ke Indonesia. Hal itu telah disampaikan lembaga dunia dan peneliti.

“Jadi ya begitulah lucunya rezim ini. Saya saja masih ingat ada pejabat mengatakan ‘Corona pergi dari Indonesia’, ‘COVID-19 tidak sampai ke Indonesia karena perizinannya berbelit-belit’, dan lain-lain,” tutur Politikus Partai Keadilan Sejahtera (PKS) itu.

Alumni Universitas Indonesia itu menerankan penanganan dampak multisektoral dari pandemi COVID-19 terkesan lemah dan lambat. Pengangguran dan kemiskinan semakin meningkat karena lemahnya permasalahan data.

Pemerintah harus menjadikan survei Indobarometer itu sebagai bahan evaluasi diri agar penanganan COVID-19 lebih baik lagi. Mardani berharap Pemerintah Jokowi-Ma’ruf Amin menjadikan survei itu sebagai pelecut semangat untuk bekerja lebih keras lagi. (Baca juga: Kata PDIP soal Kebijakan Jokowi tentang 'New Normal')

“Harusnya melibatkan para pakar/scientist dalam membuat (kebijakan) dan berbasis data). Selain itu, kurangi kebijakan yang mencla-mencle. Alur kinerja dan komunikasi harus lebih sistematis dengan rantai komando yang jelas dari pusat hingga level RT dan RW,” pungkasnya.
(kri)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Rekomendasi
JRP Insurance Hadir...
JRP Insurance Hadir di Jakarta Fair 2026, Jamin Perlindungan Asuransi bagi Pengunjung
Jadwal TKA SMA 2026...
Jadwal TKA SMA 2026 Resmi Dirilis, Simak Tips Jitu Raih Nilai Tertinggi
Alwi Farhan Jagokan...
Alwi Farhan Jagokan Portugal di Piala Dunia 2026: Cristiano Ronaldo For The Last Dance!
Berita Terkini
Kebebasan Berpendapat,...
Kebebasan Berpendapat, Rembuk Pemuda Ajak Generasi Muda Rawat Nilai Intelektual
KPK Periksa Mantan Stafsus...
KPK Periksa Mantan Stafsus Menag Gus Yaqut terkait Kasus Kuota Haji
Kapolda Riau Gaungkan...
Kapolda Riau Gaungkan Polisi Penjaga Peradaban di Dies Natalis Ke-80 STIK Polri
Kemenhaj Ajukan Tambahan...
Kemenhaj Ajukan Tambahan Anggaran Rp1,8 Triliun untuk Tahun 2027
DPR Desak Negara Tindak...
DPR Desak Negara Tindak Keras Tanpa Kompromi Judi Online dan Teror Pinjol
Namanya Dicatut BEM...
Namanya Dicatut BEM Bersatu, FISIP Unas Tegaskan Tak Punya BEM Fakultas
Infografis
5 Makanan yang Tidak...
5 Makanan yang Tidak Boleh Dikonsumsi dengan Singkong Rebus
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved