Luhut Ingatkan Potensi Munculnya Virus Lebih Ganas dari Varian Delta

Senin, 26 Juli 2021 - 08:37 WIB
loading...
Luhut Ingatkan Potensi...
Menko Marinves Luhut Binsar Panjaitan mengingatkan masyarakat agar waspada terhadap potensi munculnya virus yang lebih ganas dari Covid-19 varian Delta. FOTO/DOK.SINDOnews
A A A
JAKARTA - Menteri Koordinator bidang Maritim dan Investasi (Menko Marinves) Luhut Binsar Panjaitan mengingatkan masyarakat agar waspada terhadap potensi munculnya virus yang lebih ganas dari Covid-19 varian Delta .

"Presiden (Joko Widodo) sudah menyampaikan, bukan tidak mungkin ada varian lain lagi yang lebih ganas dari Delta ini," kata Luhut saat konferensi pers secara virtual lewat Youtube resmi Sekretariat Presiden, dikutip, Senin (26/7/2021).

Luhut pun meminta agar semua pihak bersiap terhadap potensi adanya varian yang lebih ganas ini. "Oleh karena itu kita tidak perlu buru-buru bersenang hati tapi kita harus bersiap terhadap apapun yang terjelek. Tapi kalau hari ini seperti ini, Insya Allah saya kira kita akan bisa mengatasinya," ujarnya.

Baca juga: Sinovac: Vaksin Kami Efektif Melawan COVID-19 Varian Delta

Pensiunan Jenderal TNI ini mengajak semua masyarakat agar menaati protokol kesehatan yang ketat terutama untuk mengatasi virus Covid-19 varian Delta. Dia mengatakan bahwa penanganan pandemi Covid-19 merupakan tanggung jawab semua pihak. Dengan penanganan Covid-19 berjalan baik, maka ekonomi juga akan kembali berjalan.

"Ini adalah tanggung jawab kita semua dan penanganan varian Delta ini bisa dapat ditangani dengan baik dan ekonomi rakyat kecil bisa berjalan, itu berpulang kepada kita semua," kata Luhut.

"Saya berharap teman-teman sebangsa se-Tanah Air, ayo kita rapatkan barisan untuk kita bersama-sama mengatasi varian Delta ini, kita satu, kita kan bisa," ujarnya.

Baca juga: Varian Delta Masuk Lubuklinggau, Wali Kota Tutup Semua Kantor, Kecuali 3 Instansi Ini

Menurut Luhut, sesuai dengan instruksi Presiden Jokowi bahwa testing dan tracing akan ditingkatkan secara masif. Tindakan ini akan dimulai pada 7 wilayah aglomerasi di Jawa dan Provinsi Bali.

"Kegiatan tracing ini akan dikoordinir oleh TNI bersama dengan Polri, dan Puskesmas-Puskesmas di masing-masing wilayah. Untuk testing tetap dilakukan tenaga kesehatan," kata Luhut.

Luhut memastikan bahwa persiapan sudah baik dan pemerintah juga diberikan asistensi dari ahli epidemiologi dari Universitas Indonesia juga Universitas Gadjah Mada.

"Tadi kami sudah merampungkan meeting kami yang sudah kami siapkan selama 5 hari. Dan saya kira Panglima TNI sudah sampai kepada persiapan yang sangat baik. Dan kami diberikan asistensi juga dari ahli-ahli epidemiologi baik itu dari Universitas Indonesia maupun dari Universitas Gadjah Mada," katanya.
(abd)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
Luhut: Bansos ke Depan...
Luhut: Bansos ke Depan Tak Lagi Barang, Diberi Cash Transfer Rp5,4 Juta per Orang
Prabowo Subianto Kunjungi...
Prabowo Subianto Kunjungi Luhut Binsar Pandjaitan di Hari Natal
Said Didu Singgung Luhut...
Said Didu Singgung Luhut soal Proyek Whoosh Bermasalah Sejak Awal: Dia Tahu Busuk Kenapa Tidak Dihentikan
Purbaya Tak Saling Sapa...
Purbaya Tak Saling Sapa dengan Luhut di Sidang Kabinet: Kan Jauh Berapa Kursi
Pertemuan Prabowo dan...
Pertemuan Prabowo dan Jokowi, Luhut: Bagus Kalau Presiden Ketemu Mantan Presiden
Lembaga Riset Bereaksi...
Lembaga Riset Bereaksi Atas Pernyataan Luhut Soal Kritikan Pengamat Tanpa Data Akurat
Chatib Basri Sangkal...
Chatib Basri Sangkal Ditawari Prabowo Posisi Menkeu Gantikan Purbaya
Dasco Ungkap Tujuan...
Dasco Ungkap Tujuan Prabowo Panggil Chatib Basri-Luhut ke Istana
Bareng Luhut Temui Prabowo,...
Bareng Luhut Temui Prabowo, Chatib Basri Buka Suara soal Isu Gantikan Purbaya
Rekomendasi
BMKG Ungkap Daftar Wilayah...
BMKG Ungkap Daftar Wilayah yang Bakal Alami Kemarau Panjang
Tembak Jatuh Helkopter...
Tembak Jatuh Helkopter Apache AS, Ini Pesan yang Hendak Disampaikan Iran
Permintaan Minyak Dunia...
Permintaan Minyak Dunia Diramal Turun 1,1 Juta Barel per Hari di 2026
Berita Terkini
Ketum All Cipayung Nusantara...
Ketum All Cipayung Nusantara Berharap Sidang Kasus Ijazah Jokowi Digelar Terbuka
Tersangka Kasus Ijazah...
Tersangka Kasus Ijazah Jokowi Desak Polisi Buat Kepastian Hukum
Pengacara Roy Suryo:...
Pengacara Roy Suryo: Polisi dan Jaksa Ragu-ragu di Kasus Ijazah Jokowi
Kecam Ketimpangan Layanan...
Kecam Ketimpangan Layanan Dialisis, KPCDI Desak Pemerintah Benahi Sistem
Pengacara Jokowi: Ada...
Pengacara Jokowi: Ada Dugaan Manipulasi Bukti Elektronik dalam Kasus Ijazah Jokowi
PKS Sebut Sinergi Pemerintah,...
PKS Sebut Sinergi Pemerintah, Dunia Usaha, hingga Masyarakat Kunci Jaga Stabilitas
Infografis
Lebih Sehat dari Makanan...
Lebih Sehat dari Makanan Lain, Berikut Clean Eating dan Real Food
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved