Ridwan Kamil Akui Jawa Barat Paling Rawan Penularan Covid-19

loading...
Ridwan Kamil Akui Jawa Barat Paling Rawan Penularan Covid-19
Ridwan Kamil mengakui Jawa Barat dengan jumlah penduduk terbanyak di Indonesia menjadi provinsi paling rawan penyebaran Covid-19. Foto/ist
JAKARTA - Gubernur Jawa Barat Ridwan Kamil mengakui Jawa Barat menjadi provinsi paling rawan terhadap Covid-19. Pasalnya, ada 50 juta jiwa yang harus diselamatkan.

“Sebenarnya kalau dari sisi jumlah, provinsi yang paling rawan terhadap Covid adalah Jawa Barat. Dikarenakan jumlah jiwa yang harus diselamatkan mendekati 50 juta,” ungkap Kang Emil sapaan akrabnya saat menghadiri Silaturahmi Virtual Keagamaan se-Jawa Barat, Minggu (25/7/2021).

Baca juga: Update, 5.435 WNI Terkonfirmasi Covid-19 di Luar Negeri

Sementara itu, Kang Emil juga membandingkan jumlah jiwa yang harus diselamatkan di Jawa Barat dengan provinsi lain di Indonesia. Seperti halnya di Jawa Timur, Jawa Tengah, DKI Jakarta, juga Bali. “Di Jawa Timur sekitar 38 juta kalau tidak salah, di Jawa Tengah 30-an juta, Jakarta 10 juta, Bali 5 juta,” paparnya.



Bahkan, Kang Emil pun mengatakan satu Kabupaten Bogor saja sudah sebesar Sumatera Barat. Dimana di Kabupaten Bogor dengan jumlah jiwa sebanyak 5-6 juga diurus satu Bupati, sedangkan di Sumatera Barat dengan jumlah jiwa 5 juta diurus 1 Gubernur dengan 17 Bupati Walikota.

Baca juga: Tinjau Tempat Isolasi, Ketua Satgas Tekankan Tetap Jaga Prokes

“Kabupaten Bogor saja 5-6 juta itu sebesar Provinsi Sumatera Barat. Tapi di Bogor diurus satu Bupati, 5 juta jiwa itu kalau di Sumatera Barat 5 juta jiwa itu diurus 1 gubernur 17 bupati/wali kota. Jadi tantangan kepala daerah-kepala daerah di Jawa Barat ini memang cukup lumayan,” katanya.

Kang Emil mengungkapkan bahwa ada perbedaan tugas dalam penanganan Covid-19 di Jawa Barat pada tahun 2020 dan 2021. “Kami di Jawa Barat itu melihat ada perbedaan di tahun 2020 dengan 2021. Kalau 2020 itu mayoritas kedaruratan itu adalah untuk mengendalikan penyakitnya. Kalau 2021 selain mengendalikan kedaruratan penyakit, kami juga diberi tugas untuk melakukan vaksinasi,” paparnya.
(muh)
preload video
TULIS KOMENTAR ANDA!
Top