Prof Huzaemah Direncanakan Dimakamkan di Kompleks UIN Jakarta
Jum'at, 23 Juli 2021 - 08:00 WIB
loading...
Ketua Bidang Fatwa MUI Asrorun Niam Sholeh menyebut sedang merencanakan pemakaman Rektor IIQ Prof Dr Huzaemah Tauhido Yanggo di Kompleks UIN Jakarta. Foto/kemenag.go.id
A
A
A
JAKARTA - Rektor Institut Ilmu Alquran (IIQ) Jakarta Prof Huzaemah Tauhido Yanggo meninggal Jumat (23/7/2021) pukul 06.10 WIB saat dirawat di RSUD Banten akibat terpapar Covid-19. Rencananya pemakaman akan dilakukan hari ini juga di Kompleks Pemakaman UIN Syarif Hidayatullah Jakarta.
Ketua Komisi Fatwa MUI Asrorun Niam mengatakan, sosok Prof Huzaemah merupakan guru saat menimba ilmu di UIN Syarif Hidayatullah Jakarta. Dia mengupayakan agar almarhum dimakamkan di Kompleks Pemakaman UIN Syarif Hidayatullah Jakarta.
"Kami sedang mengupayakan agar almarhumah bisa dimakamkan di pemakaman UIN tentu tetap dengan protokol Covid-19," kata Asrorun Niam, Jumat (23/7/2021).
Baca juga: Rektor IIQ dan Pakar Fiqih Wafat, Ketua Fatwa MUI: Beliau Guru Saya
Asrorun Niam mengaku kehilangan sosok ulama fiqih perempuan yang cukup dihormati karena jasa-jasanya. Niam kembali mengingat bahwa proses penyelesaian dirinya dalam mengerjakan thesis dan disertasi dibawah bimbingan almarhum.
"Saya sangat kehilangan. Beliau guru Saya, pembimbing thesis dan disertasi Saya. Sosok pimpinan di Komisi fatwa MUI," ucapnya.
Ketua Komisi Fatwa MUI Asrorun Niam mengatakan, sosok Prof Huzaemah merupakan guru saat menimba ilmu di UIN Syarif Hidayatullah Jakarta. Dia mengupayakan agar almarhum dimakamkan di Kompleks Pemakaman UIN Syarif Hidayatullah Jakarta.
"Kami sedang mengupayakan agar almarhumah bisa dimakamkan di pemakaman UIN tentu tetap dengan protokol Covid-19," kata Asrorun Niam, Jumat (23/7/2021).
Baca juga: Rektor IIQ dan Pakar Fiqih Wafat, Ketua Fatwa MUI: Beliau Guru Saya
Asrorun Niam mengaku kehilangan sosok ulama fiqih perempuan yang cukup dihormati karena jasa-jasanya. Niam kembali mengingat bahwa proses penyelesaian dirinya dalam mengerjakan thesis dan disertasi dibawah bimbingan almarhum.
"Saya sangat kehilangan. Beliau guru Saya, pembimbing thesis dan disertasi Saya. Sosok pimpinan di Komisi fatwa MUI," ucapnya.
(muh)
Lihat Juga :