Siaga Hadapi Bencana, Menteri Sosial Siapkan 4 Langkah Strategis
Rabu, 21 Juli 2021 - 15:58 WIB
loading...
A
A
A
Ketiga, lanjut Mensos Risma, perlu dipahami apa yang diramalkan oleh Badan Meteorologi, Klimatologi dan Geofisika (BMKG) jangan dianggap remeh. Sebab, ramalan tersebut sudah melalui tahap dan langkah-langkah serta kajian ilmiah.
“Saya kira ini penting memahami ‘ramalan’ BMKG itu menjadi early warning (peringatan dini) karena ada berbagai kajian ilmiahnya. Kendati kita tahu bahwa semua itu atas kehendak Tuhan, tapi sebagai manusia kita harus berusaha dengan segala daya untuk mengantisipasi terjadinya dampak bencana alam tersebut," kata Mensos.
Keempat, perlu melakukan pengecekan peralatan yang dibutuhkan dalam menghadapi bencana alam. Salah satunya, terkait cara memberikan tanda di rumah yang terdapat anggota keluarga penyandang disabilitas seperti tuna netra atau lanjut usia (lansia).
Adapun tanda yang dimaksud bisa berupa silang (X) atau yang lainnya, sehingga saat terjadi bencana tim evakuasi bisa dengan mudah mengenali rumah dengan tanda tersebut dan melakukan upaya agar warga yang prioritas diungsikan ke tempat aman.
“Saat terjadi bencana penyandang disabilitas, netra ataupun lansia tidak tahu harus melakukan apa, maka dengan tanda khusus di rumah itu membuat tim evakuasi bisa cepat melakukan pemindahan ke tempat lebih aman serta jumlah korban jiwa bisa diminimalisir, ” ucapnya.
“Saya kira ini penting memahami ‘ramalan’ BMKG itu menjadi early warning (peringatan dini) karena ada berbagai kajian ilmiahnya. Kendati kita tahu bahwa semua itu atas kehendak Tuhan, tapi sebagai manusia kita harus berusaha dengan segala daya untuk mengantisipasi terjadinya dampak bencana alam tersebut," kata Mensos.
Keempat, perlu melakukan pengecekan peralatan yang dibutuhkan dalam menghadapi bencana alam. Salah satunya, terkait cara memberikan tanda di rumah yang terdapat anggota keluarga penyandang disabilitas seperti tuna netra atau lanjut usia (lansia).

Adapun tanda yang dimaksud bisa berupa silang (X) atau yang lainnya, sehingga saat terjadi bencana tim evakuasi bisa dengan mudah mengenali rumah dengan tanda tersebut dan melakukan upaya agar warga yang prioritas diungsikan ke tempat aman.
“Saat terjadi bencana penyandang disabilitas, netra ataupun lansia tidak tahu harus melakukan apa, maka dengan tanda khusus di rumah itu membuat tim evakuasi bisa cepat melakukan pemindahan ke tempat lebih aman serta jumlah korban jiwa bisa diminimalisir, ” ucapnya.
Lihat Juga :