Tanggapi Hasil Studi LPI, Pengamat Nilai Layak Kepala BIN Berkinerja Terbaik
Jum'at, 09 Juli 2021 - 06:51 WIB
loading...
A
A
A
Sebagaimana dinyatakan dalam rilis media yang diterima redaksi, Direktur LPI Boni Hargens menyebutkan bahwa kajian pandangan pakar itu merupakan hasil riset kualitatif dan wawancara mendalam terhadap sejumlah pakar untuk memotret performa kabinet Indonesia Maju Jilid II yang dilakukan selama Januari-Juni 2021 yang dikuantifikasi secara sederhana untuk mendapatkan pengukuran yang pasti. Kajian ini mengukur kinerja kabinet dalam merespons wabah Covid 19.
Hasilnya Kepala BIN Budi Gunawan meraih skor 99 dalam skala 0-100 disusul Panglima TNI dan Kapolri yang sama-sama meraih nilai 98. Di tangga berikut, ada Menkopolhukam Mahfud MD (96), Menteri Agama Yaqut Cholil (95), Menteri BUMN Erick Tohir (94), Menteri Sosial Risma (93), dan Mendagri Tito Karnavian (91).
Baca juga: Ini Deretan Menteri Terbaik di Kabinet Jokowi-KH Ma'ruf Amin Versi LPI
Meski sejumlah kepala lembaga dan menteri meraih apresiasi yang baik, ternyata sebagian besar menteri dalam kajian LPI justru belum optimal dalam menangani pandemi sebagaimana arahan Presiden Jokowi. Hal itu terungkap dalam data 63% anggota kabinet lemah dalam aspek daya tanggap atau responsiveness. Dalam aspek leadership, ada 41% yang masih lemah, dan terdapat 46% anggota kabinet yang gagal membuat terobosan kebijakan di lingkungan kementerian/kelembagaan.
Hasilnya Kepala BIN Budi Gunawan meraih skor 99 dalam skala 0-100 disusul Panglima TNI dan Kapolri yang sama-sama meraih nilai 98. Di tangga berikut, ada Menkopolhukam Mahfud MD (96), Menteri Agama Yaqut Cholil (95), Menteri BUMN Erick Tohir (94), Menteri Sosial Risma (93), dan Mendagri Tito Karnavian (91).
Baca juga: Ini Deretan Menteri Terbaik di Kabinet Jokowi-KH Ma'ruf Amin Versi LPI
Meski sejumlah kepala lembaga dan menteri meraih apresiasi yang baik, ternyata sebagian besar menteri dalam kajian LPI justru belum optimal dalam menangani pandemi sebagaimana arahan Presiden Jokowi. Hal itu terungkap dalam data 63% anggota kabinet lemah dalam aspek daya tanggap atau responsiveness. Dalam aspek leadership, ada 41% yang masih lemah, dan terdapat 46% anggota kabinet yang gagal membuat terobosan kebijakan di lingkungan kementerian/kelembagaan.
(abd)
Lihat Juga :