Begini Cara Masyarakat Perbatasan Indonesia-Malaysia Hadapi Pandemi

Minggu, 27 Juni 2021 - 22:07 WIB
loading...
Begini Cara Masyarakat...
Hiruk pikuk penanganan pandemi virus Corona yang sudah nyaris 2 tahun ini berjalan, belum juga menunjukkan tanda akan berakhir. Bahkan muncul varian baru. Foto/SINDOnews
A A A
JAKARTA - Hiruk pikuk penanganan pandemi virus Corona (Covid-19) yang sudah nyaris 2 tahun ini berjalan, belum juga menunjukkan tanda akan berakhir. Munculnya varian baru ditambah lonjakan kasus yang seakan tiada henti, membuat masyarakat khawatir.

Baca juga: Berjibaku Melawan Corona, Ketua FKDM DKI: Kami Hanya Berjuang buat Keselamatan Warga

Sedangkan kapasitas rumah sakit (RS) di beberapa daerah sudah mulai kewalahan menampung pasien baru kasus Corona.

Baca juga: Ledakan Corona, Rekan Indonesia Terima 1.177 Warga yang Lapor Orang Terpapar Covid-19

Data menunjukkan, kasus positif Corona di Tanah Air terus bertambah. Tercatat pada 26 Juni 2021 bertambah 21.095 kasus. Sehingga akumulasi positif Covid-19 saat ini lebih dari 2 juta kasus atau sebanyak 2.093.962 kasus.

Baca juga: Kasus Positif Covid-19 Terus Melonjak 21.095 Sehari, Kasus Aktif 194.776

Sementara itu, kasus aktif sebanyak 194.776 orang. Kasus aktif ini artinya yang sedang dirawat baik isolasi mandiri di rumah maupun di tempat isolasi yang disediakan pemerintah ataupun di rumah sakit. Dan jumlah suspect Covid-19 kini sebanyak 129.071 orang. Saat ini kasus Covid-19 tersebar di 510 Kabupaten/Kota di 34 Provinsi.

Pandemi Corona ini hampir semua merata terjadi di seluruh wilayah Indonesia, termasuk di daerah perbatasan Indonesia-Malaysia, tepatnya di Pulau Sebatik, Kalimantan Utara (Kaltara). Jauh dari hiruk pikuk informasi, pandemi Corona di pulau ini nyaris tak terdengar.

"Masyarakat Sebatik bahu membahu bergotong royong dalam penanganan Covid-19. Pulau terluar dan terdepan Indonesia ini yang berbatasan langsung dengan Malaysia punya cara tersendiri dalam berjibaku menangani pandemi Corona," kata dokter yang juga bertugas sebagai kepala Puskesmas Sebatik Timur, Dokter Andi Syahriful Asri, Minggu (27/6/2021).

Mungkin tak banyak yang tahu, sebelum trend kenaikan kasus Covid 19 di pulau barat Nunukan ini bahkan sudah melakukan langkah pencegahan secara mandiri. Inisiatif para tokoh masyarakat yang berkolaborasi dengan pemerintah daerah, bahu membahu membentuk Satgas Covid-19 dengan sasaran utama terlebih dahulu membekali para tenaga medis baik dengan alat pelindung diri (APD) yang layak.

"Haji Momo, tokoh masyarakat di Sebatik yang banyak disebut sejumlah masyarakat di Sebatik, sebagai orang dinilai sangat peduli terhadap percepatan penanganan pandemi di kepulauan berpenduduk lebih dari 1 juta jiwa ini," ucap Andi Syahriful Asri.

Dokter asal Makassar ini mengaku, satgas pertama yang dibentuk di Sebatik semua merupakan inisiatif Haji Momo. Kala itu, tokoh masyarakat yang juga dikenal sebagai pengusaha ini memfasilitasi segala kebutuhan para nakes mulai dari obat-obatan hingga APD yang kala itu bisa terhitung langka.

"Bahkan Haji Momo berinisiatif untuk menjahit sendiri APD bagi para nakes dalam mengatasi kelangkaan APD akibat melonjaknya angka Covid-19 di segala penjuru wilayah Indonesia saat itu," ungkap dr Andi.

Tak berhenti sampai di situ, dijelaskan dr Andi, penyediaan ratusan alat rapid hingga peminjaman lokasi bangunan yang kelak menjadi Posko Covid-19 tak lepas dari inisiatif Haji Momo. Melihat tren kenaikan yang semakin meningkat, Haji Momo juga tak tinggal diam, menurut dokter yang sudah 2 tahun bertugas di Sebatik tersebut.

"Haji Momo disebut-sebut bahkan sudah memesan perlengkapan yang kelak digunakan untuk laboratorium PCR. Namun sayangnya, berbagai regulasi dan standarisasi kemudian memaksa rencana tersebut harus ditunda sementara waktu," jelasnya.

Tak hanya peduli dengan masalah kesehatan dan Corona, Haji Momo juga turut meringankan masyarakat Sebatik dengan memberikan bantuan sembako. Pasalnya pandemi Corona, turut meluluhlantakan perekonomian secara nasional, hingga ke semua daerah.

"Kita sungguh tidak pernah merasa kekurangan, cadangan kebutuhan pokok kami aman," kata perempuan paruh baya bernama Mardiyah ini.

Janda dua anak tersebut melanjutkan, dirinya bersama keluarga lainnya, merasakan betul bantuan sembako yang kerap diberikan Haji Momo.

"Jadi ketika kami diharuskan untuk sementara waktu mengurangi kegiatan aktivitas kami di luar rumah, kebutuhan kami tidak terganggu," ucapnya.

Dari gerakan-gerakan moral dan sosial ini, alhasil krisis pandemi di Pulau Sebatik nyaris tak tersengar. Karena dari awal sejak pandemi ini masuk, Sebatik sudah memiliki fondasi cukup kuat dalam mengalami lonjakan kasus.

Sistem sudah mulai berjalan rapi, kepedulian dan rasa gotong royong yang tertanam pada para warganya menjadi tiang kuat kawasan ini tak mengalami dampak parah akibat pandemi.
(maf)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
BNPP Bersoleg Jadi Forum...
BNPP Bersoleg Jadi Forum Strategis Penguatan Tata Kelola Hukum Kawasan Perbatasan
BNPP Renovasi 15.000...
BNPP Renovasi 15.000 Rumah Tak Layak Huni di 40 Kabupaten Kawasan Perbatasan
Garis Batas Baru di...
Garis Batas Baru di Sebatik, 127,3 Hektare Wilayah Malaysia Masuk Indonesia
BNPP Perkuat Kolaborasi...
BNPP Perkuat Kolaborasi Lintas Sektor untuk Kesejahteraan Masyarakat Pesisir
HUT ke-15 BNPP, Mendagri...
HUT ke-15 BNPP, Mendagri Ingatkan 3 Tugas Utama di Perbatasan Negara
Abrasi Ancam Wilayah...
Abrasi Ancam Wilayah Perbatasan RI-Malaysia, Herzaky Bakal Perjuangkan Pembangunan Pengaman Pantai
Tinjau Warga Perbatasan,...
Tinjau Warga Perbatasan, Sekretaris BNPP RI Pastikan Program 15.000 RTLH Tepat Sasaran
Aksi Spontan Prabowo...
Aksi Spontan Prabowo Sapa Prajurit Penjaga Ujung Utara Indonesia di Miangas
Sekretaris BNPP: Pengelolaan...
Sekretaris BNPP: Pengelolaan Perbatasan Harus Seimbang antara Keamanan dan Kesejahteraan
Rekomendasi
Makin Fleksibel! Keliling...
Makin Fleksibel! Keliling Dunia Nggak Masalah, Daftar BRImo Kini Bisa dari 15 Negara
9 Tempat Paling Suci...
9 Tempat Paling Suci di Dunia, Nomor 5 Paling Populer bagi Orang Indonesia
Campus League The Nationals...
Campus League The Nationals 2026 Resmi Dimulai, UPH dan BINUS Langsung Menang di Laga Pembuka
Berita Terkini
Vesak Festival 2026,...
Vesak Festival 2026, Stafsus Menag Doakan Presiden Prabowo Diberi Kekuatan Memimpin Bangsa
Relawan Sebut Prabowo...
Relawan Sebut Prabowo Sedang Memimpin Perang Besar Melawan Mafia Ekonomi dan SDA
Ajakan Tobat Ekologis...
Ajakan Tobat Ekologis Menteri Jumhur Sangat Tepat dan Relevan
KPK Sebut Penerimaan...
KPK Sebut Penerimaan Murid Baru Masih Dibayangi Pungli
Ditetapkan Tersangka...
Ditetapkan Tersangka oleh KPK, Bupati Cilacap Syamsul Ajukan Praperadilan
Langkah Berani Kejagung...
Langkah Berani Kejagung Sentuh Korupsi MBG Jadi Sinyal Kuat Penegakan Hukum Tanpa Impunitas
Infografis
Perbandingan Kekuatan...
Perbandingan Kekuatan Timnas Indonesia U-23 vs Malaysia U-23
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved