Lonjakan Kasus Covid-19 Pasca Idul Fitri Melebihi Natal dan Tahun Baru 2021

Rabu, 23 Juni 2021 - 15:15 WIB
loading...
Lonjakan Kasus Covid-19...
Petugas medis melakukan tes usap PCR terhadap pasien COVID-19 di selasar Ruang IGD RSUD Cengkareng, Jakarta, Rabu (23/6/2021). FOTO/ANTARA/Fauzan
A A A
JAKARTA - Sesditjen Pencegahan dan Pengendalian Penyakit Kementerian Kesehatan, Maxi Rein Rondonuwu mengungkapkan, lonjakan kasus Covid-19 usai libur Lebaran Idul Fitri lebih tinggi dibandingkan dengan peningkatan pada periode Natal dan Tahun Baru (Nataru) 2021.

Maxi mengatakan, peningkatan kasus Covid-19 akan terjadi setiap pasca even liburan. Usai Natal dan Tahun Baru 2021, kasus Covid-19 baru mengalami penurunan pada Maret hingga Mei.

"Peningkatan kasus kalau dilihat ya, setiap even-even libur, kita tahu terakhir kan di sebelum Idul Fitri, Natal dan Tahun Baru, Natal itu kasusnya meningkat tajam, itu puncaknya di bulan Februari. Kemudian di Maret April sudah mulai turun, Mei," kata Maxi yang juga menjabat sebagai Plt. Dirjen P2P Kemenkes secara virtual, Rabu (23/6/2021).

Baca juga: Pecah Rekor! Hari Ini Kasus Covid-19 Bertambah 14.536

Meskipun pengetatan yang dilakukan sebelum Lebaran sudah dilaksanakan dengan baik tapi ternyata masyarakat memilih tetap melakukan silaturahmi pasca Lebaran. Akibatnya kasus Covid-19 meningkat dan bahkan melewati kenaikan kasus saat Nataru 2021.

Maxi mengatakan bahwa ada beberapa faktor yang mempengaruhi lonjakan kasus Covid-19 saat ini. Pertama akibat adanya varian Delta dari India. Kedua adalah akibat adanya kelalaian protokol kesehatan.

"Yang berikut lagi tentu mau varian apapun, tentu ada kelalaian. Kelalaian dari pada protokol kesehatan. Sebenarnya virus apapun kalau protokol kesehatan kita jalan bagus, orang masih setia lah menggunakan protokol kesehatan, memakai masker, kemudian jaga jarak menjauhi kerumunan, menjauhi mobilitas, seharusnya bisa. Tetapi, protokol kesehatan mulai kendor, adanya variasi meningkatnya secara tajam," kata Maxi.

Baca juga: Update Corona 22 Juni 2021: 2.018.113 Positif , 1.810.136 Sembuh, 55.291 Meninggal
(abd)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
Ancam 6 Juta Tenaga...
Ancam 6 Juta Tenaga Kerja, Wacana Kemasan Polos Harus Dibatalkan
Ribuan Pekerja Rokok...
Ribuan Pekerja Rokok Tembakau Tolak Rancangan Aturan Kemasan Kemenkes
Asosiasi Minta Rancangan...
Asosiasi Minta Rancangan Aturan Peringatan Kesehatan Tak Bertentangan dengan UU Hak Kekayaan Intelektual
UU Kesehatan Digugat...
UU Kesehatan Digugat Dharma Pongrekun, Kemenkes: Aturan Disusun Perhatikan Hak Warga Negara
Dharma Pongrekun Gugat...
Dharma Pongrekun Gugat UU Kesehatan, Kemenkes Siapkan Penjelasan dan Dokumen Pendukung
6 Juta Pekerja Rokok...
6 Juta Pekerja Rokok Terancam di PHK, Wamenaker: Kebijakan Harus Berpihak pada Rakyat
Poltekkes Kemenkes Jakarta...
Poltekkes Kemenkes Jakarta II Gandeng Daegu Health College, Resmikan Dental Work Station Modern
Wamenkes Pantau Langsung...
Wamenkes Pantau Langsung Skrining Kesehatan Gratis Mitra Driver Gojek
Dilaporkan soal Dugaan...
Dilaporkan soal Dugaan Gelar Palsu, Kemenkes: Menkes Budi Tak Pernah Cantumkan Gelar dalam Administrasinya
Rekomendasi
Bangun MIN 5 Pidie Jaya...
Bangun MIN 5 Pidie Jaya yang Hanyut Akibat Banjir, Kemenag Alokasikan Rp12 Miliar
Nikahi Jennifer Coppen,...
Nikahi Jennifer Coppen, Justin Hubner Berikan Mahar 12 Gram Emas dan Uang 2.026 Euro
Drone Hizbullah Hantam...
Drone Hizbullah Hantam Israel, IDF Bombardir Lebanon
Berita Terkini
Prabowo Panggil Purbaya...
Prabowo Panggil Purbaya hingga Bahlil ke Kertanegara, Ini yang Dibahas
PBNU Gelar Munas dan...
PBNU Gelar Munas dan Konbes di Ploso Kediri pada 20-23 Juni 2026, Presiden Prabowo Diundang
PKB Jabar Fest, Gus...
PKB Jabar Fest, Gus Muhaimin: Kita Tak Butuh Pemimpin Pencitraan
Denny JA Sebut Algoritma...
Denny JA Sebut Algoritma Lahirkan Kelas Baru Pekerja Digital yang Rentan
Sikapi Gejolak Ekonomi,...
Sikapi Gejolak Ekonomi, Partai Perindo Sodorkan Risalah Kebijakan untuk BI dan Pemerintah
Noel Divonis 4,5 Tahun...
Noel Divonis 4,5 Tahun Penjara, KPK Tidak Ajukan Banding
Infografis
Penyebab Kasus Covid-19...
Penyebab Kasus Covid-19 di Indonesia Naik, Salah Satunya Mutasi Virus
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved