Anis Matta Ungkap Dua Sumpah yang Menginspirasi Partai Gelora
Rabu, 23 Juni 2021 - 09:57 WIB
loading...
A
A
A
"Andaikata Gajah Mada dan para perintis Sumpah Pemuda masih ada, mereka semuanya akan ada dalam forum diskusi kita ini. Untuk melihat persoalan yang kita bahas, kita tidak tahu arah sejarah yang sedang kita tuju, ada semacam kebingungan kolektif yang mendera para pemimpin kita saat ini," kata Anis Matta.
Sementara itu, Sekretaris Jenderal Partai Gelora Indonesia Mahfuz Sidik mengatakan jika pembelahan sosial dan politik di masyarakat segera tidak diakhiri, maka bisa menyebabkan terjadinya fail state (negara gagal) dan berujung bubarnya negara.
"Pembelahan sosial dan politik yang terbiarkan, residunya akan semakin mengental dan dapat menyebabkan fail state, negara gagal. Di beberapa negara pembelahan menjadi pemicu negara bubar, sehingga harus ada solusi segera untuk mengakhiri," ujar Mahfuz dalam kesempatan sama.
Baca juga: Fahri Hamzah: Penggunaan Istana untuk Berbohong Bikin Pembelahan Dahsyat
Peneliti komunikasi dan politik Guntur F. Prisanto menilai pembelahan sosial politik di media sosial (medsos) bukanlah cerminan realita sesungguhnya, hanya gambaran di dunia maya. Sebab, kata dia, pembelahan sosial adalah keniscayaan dalam politik. "Karena penganut demokrasi liberal perlu mengindentifikasi secara tegas pilihannya. Parpol lah yang bertanggung jawab untuk mencairkan politik identitas ini," kata Guntur.
Sementara itu, Sekretaris Jenderal Partai Gelora Indonesia Mahfuz Sidik mengatakan jika pembelahan sosial dan politik di masyarakat segera tidak diakhiri, maka bisa menyebabkan terjadinya fail state (negara gagal) dan berujung bubarnya negara.
"Pembelahan sosial dan politik yang terbiarkan, residunya akan semakin mengental dan dapat menyebabkan fail state, negara gagal. Di beberapa negara pembelahan menjadi pemicu negara bubar, sehingga harus ada solusi segera untuk mengakhiri," ujar Mahfuz dalam kesempatan sama.
Baca juga: Fahri Hamzah: Penggunaan Istana untuk Berbohong Bikin Pembelahan Dahsyat
Peneliti komunikasi dan politik Guntur F. Prisanto menilai pembelahan sosial politik di media sosial (medsos) bukanlah cerminan realita sesungguhnya, hanya gambaran di dunia maya. Sebab, kata dia, pembelahan sosial adalah keniscayaan dalam politik. "Karena penganut demokrasi liberal perlu mengindentifikasi secara tegas pilihannya. Parpol lah yang bertanggung jawab untuk mencairkan politik identitas ini," kata Guntur.
Lihat Juga :