Seruan Tokoh Agama: Taati Protokol Kesehatan dan Patuhi Kebijakan Pemerintah

Selasa, 22 Juni 2021 - 10:37 WIB
loading...
Seruan Tokoh Agama:...
Kasus positif virus Corona (Covid-19) terus naik. Bahkan Senin, 21 Juni 2021, penambahan kasus Covid-19 mencatatkan rekor, yakni lebih dari 14 ribu. Foto/SINDOnews/Ilustrasi
A A A
JAKARTA - Kasus positif virus Corona (Covid-19) terus naik. Bahkan Senin, 21 Juni 2021, penambahan kasus Covid-19 mencatatkan rekor, yakni lebih dari 14 ribu. Berkaitan dengan meningkatnya kasus Covid-19 itu, tokoh agama mengimbau umat agar menaati protokol kesehatan (Protkes) dan mematuhi kebijakan pemerintah.

Baca juga: Pasien Corona Bakal Membludak, Bima Arya Minta Semua Rumah Sakit di Bogor Siaga

Ketua Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU) KH Marsudi Syuhud menuturkan, masyarakat jangan percaya narasi yang menyebut Covid-19 tidak ada. Kenaikan kasus dan penuhnya tingkat keterisian rumah sakit beberapa pekan belakangan ini menunjukkan bahwa Covid-19 adalah fakta.

Baca juga: Jakarta Sedang Siapkan Pergub, DKI Libatkan Bodetabek Atasi Corona yang Kian Mengganas

"Untuk mengatasi ini yang harus diingat sebagai bangsa Indonesia yang mayoritas Muslim adalah menjaga jiwa. Agama sudah mengajarkan dan menuntun. Tujuan paling utama syariah adalah menjaga jiwa," ujar Kiai Marsudi, Selasa (22/6/2021).

Dia menjelaskan, Nabi Muhammad SAW meminta umat agar mewaspadai pagebluk seperti waspada dari Singa yang bisa menerkam. Kewaspadaan itu kemudian diterjemahkan dalam aturan seperti Perda, Perpres atau Undang-undang.

"Aturan jadikan pegangan untuk menjauhi Covid-19. Itu sudah sesuai syariah. Memakai masker, mencuci tangan, ikuti vaksin, kalau dicek ya siap," tuturnya.

Sementara itu, Rohaniawan Katolik Romo Antonius Benny Susetyo meyakini penyebab kasus Covid-19 meningkat, karena masyarakat tidak mematuhi protokol kesehatan dan banyak kegiatan massal. "Itu akibat libur panjang. Selalu terjadi begitu. Maka kuncinya adalah disiplin setiap pribadi," ujar Romo Benny.

Dirinya mengakui bahwa membatasi mobilitas masyarakat tidak mudah. Karena, kata dia, masyarakat Indonesia memiliki kebiasaan berinteraksi, berjumpa secara langsung. Sehingga, dia menilai penerapan kebiasaan baru butuh waktu.

"Butuh yang namanya kesadaran. Itu harus ditanamkan sejak awal dengan terus menerus. Kemudian, memang harus ada keteladanan dari para pejabat. Kalau pejabat tidak memberikan keteladanan, ya repot," imbuhnya.

Menurut dia, dalam kondisi seperti saat ini, mau tidak mau masyarakat harus mengurangi aktivitas di luar, aktivitas yang membuat perkumpulan. Dia berharap masyarakat untuk tetap di rumah masing-masing bila tidak terlalu penting untuk keluar.

Menurutnya, kebijakan PPKM Mikro yang tujuannya membatasi mobilitas masyarakat sudah tepat. "Memang pilihan itu (PPKM Mikro) dibutuhkan saat ini. Kalau kita tidak melakukan itu, akan ada dampak yang lebih berbahaya lagi," ujarnya.

Selain itu, dirinya menilai perlu membangun kesadaran untuk kepentingan bersama. "Maka dibutuhkan sekarang ini adalah kemauan bersama segera membangun suatu bahwa ini disiplin diri. Disiplin sangat penting," pungkasnya.
(maf)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
Ketum PGI Minta Masyarakat...
Ketum PGI Minta Masyarakat Tak Termakan Video Ceramah JK yang Dipotong dan Dipelintir
Tokoh Agama Datangi...
Tokoh Agama Datangi Rumah Jusuf Kalla, Bahas Apa?
JK Undang Tokoh Perundingan...
JK Undang Tokoh Perundingan Malino I dan II demi Perbaiki Situasi usai Ceramah di UGM
Tokoh Lintas Agama Sebut...
Tokoh Lintas Agama Sebut Ceramah JK Tak Perlu Dibawa ke Ranah Hukum
Nuzulul Quran di Istana,...
Nuzulul Quran di Istana, Prabowo: Semoga Menambah Kebaikan-Keberkahan
Nuzulul Quran di Istana...
Nuzulul Qur'an di Istana Negara, Menteri dan Tokoh Agama Mulai Berdatangan
Kaesang Bertemu Tokoh...
Kaesang Bertemu Tokoh Lintas Agama di Lombok
Pelayat Silih Berganti...
Pelayat Silih Berganti Doakan Mendiang Romo FX Mudji Sutrisno di Kapel Kolese Kanisius Jakarta
Tolak Perpecahan, Raja,...
Tolak Perpecahan, Raja, Kepala Suku, hingga Tokoh Agama Deklarasikan Kebangsaan di Ternate
Rekomendasi
Kaesang Kaget Foto Jokowi...
Kaesang Kaget Foto Jokowi Lebih Banyak di Rakorwil PSI Kaltim
Kukuhkan Kepengurusan...
Kukuhkan Kepengurusan Nasional, GPIM Komitmen Sukseskan Program Prabowo
Lewat Platform Digital...
Lewat Platform Digital Elevate, SIG Perkuat Pengelolaan SDM dan Budaya Inovasi
Berita Terkini
Perkuat Nasionalisme,...
Perkuat Nasionalisme, TNI Gelar Nobar Kebangsaan Piala Dunia 2026 di 1.500 Lokasi
Ungkap Kondisi Terkini...
Ungkap Kondisi Terkini Dokter Tifa, Kuasa Hukum: Masih Terpasang Infus
Kuasa Hukum Prioritaskan...
Kuasa Hukum Prioritaskan Roy Suryo dan Dokter Tifa Tak Ditahan saat Penyerahan ke Kejaksaan
Gelar Mimbar Mahasiswa,...
Gelar Mimbar Mahasiswa, BEM Persatuan Indonesia Sampaikan Lima Pernyataan Sikap
Gelar Pertemuan di Ponpes...
Gelar Pertemuan di Ponpes Al Falah Ploso Kediri, Ini Tiga Seruan Masyayikh NU
Seskab Teddy Bertemu...
Seskab Teddy Bertemu Kepala BNN Komjen Suyudi, Ada Apa?
Infografis
Pemerintah Tetapkan...
Pemerintah Tetapkan 25 Hari Libur dan Cuti Bersama di Tahun 2026
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved