Indonesia Diminta Bereaksi Keras Sikapi Laporan Amnesty Internasional Soal Etnis Uighur

Senin, 21 Juni 2021 - 12:50 WIB
loading...
Indonesia Diminta Bereaksi...
Organisasi HAM Amnesty International menerbitkan laporan yang menyatakan China melakukan kejahatan kemanusiaan di Xinjiang terhadap etnis Uighur, Kazakh dan muslim lainnya. Foto/Istimewa
A A A
JAKARTA - Organisasi HAM Amnesty International menerbitkan laporan pada Kamis (10/6) yang menyatakan China melakukan kejahatan kemanusiaan di Xinjiang dan memaparkan bukti kejahatan terhadap kemanusiaan, seperti pemenjaraan, penyiksaan, dan penganiayaan terhadap etnis Uighur , Kazakh dan muslim lainnya.

Sekretaris Jenderal Amnesty International, Agnes Callamard pun menuding China telah menciptakan neraka dunia dalam skala yang mengejutkan. Baca juga: Muslim AS: Setop Proyek Hotel Hilton di Tempat Masjid Uighur yang Dihancurkan

"Ini seharusnya menggugah hati nurani manusia. Banyak orang telah menjadi sasaran cuci otak, penyiksaan, dan perlakuan merendahkan lainnya di kamp-kamp internal, sementara jutaan warga lainnya hidup dalam ketakutan di tengah pengawasan aparat yang luas," kecam Callamard.

Center for Indonesian Domestic and Foreign Policy Studies (CENTRIS) menilai laporan organisasi HAM Amnesty Internasional terkait kejahatan kwmanusiaan yang dilakukan China, harus menjadi perhatian serius dunia khususnya Indonesia.

“Indonesia seyogianya mengambil peran aktif dalam melaksanakan ketertiban dunia di China sesuai amanat pembukaan UUD 1945 alinea ke-4,” ujar Peneliti CENTRIS, AB Solissa dalam keterangan persnya, Senin, (21/6/2021)
Halaman :
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
Hadapi Dominasi China...
Hadapi Dominasi China Dalam Ranah Digital, Indonesia Diimbau Waspadai Risiko Ketergantungan
Thucydides Trap: Antinomi...
Thucydides Trap: Antinomi China dan Amerika
Pakar Hubungan Internasional:...
Pakar Hubungan Internasional: China Punya Kepentingan Redam Konflik AS-Iran
Antara “One China...
Antara One China Policy dan Dua Realitas Politik
Buka KJRI di Chengdu,...
Buka KJRI di Chengdu, Ini Pertimbangan Pemerintah
Hadapi Dominasi China...
Hadapi Dominasi China Tanpa Pihak Luar, ASEAN Diimbau Perkuat Persatuan
Gegara Ledakan AI, Industri...
Gegara Ledakan AI, Industri Cip Rp27.000 Triliun Jadi Medan Perang AS-China
Taiwan Luncurkan Robot...
Taiwan Luncurkan Robot Anjing Bersenjata untuk Berbagai Misi
Nvidia Siap Gandeng...
Nvidia Siap Gandeng Perusahaan China demi Kembangkan Robot Super Humanoid
Rekomendasi
HUT ke-27 PNM, Ribuan...
HUT ke-27 PNM, Ribuan Buku Hadirkan Semangat Literasi bagi Anak-anak Pelosok
Kerugian Akibat Kejahatan...
Kerugian Akibat Kejahatan Siber Capai Rp9,1 Triliun, Indodax Ajak Verifikasi Kontak Resmi
Gegara Ledakan AI, Industri...
Gegara Ledakan AI, Industri Cip Rp27.000 Triliun Jadi Medan Perang AS-China
Berita Terkini
Prabowo: Makan Masalah...
Prabowo: Makan Masalah Sakral, Tidak Boleh Jadi Sarana Korupsi
Sidang Gugatan PLK,...
Sidang Gugatan PLK, Saksi Sebut Organisasi Penerus HCL Tak Punya Dasar Hukum
Kronologi Wamen Imipas...
Kronologi Wamen Imipas Silmy Karim Serahkan Diri ke KPK
Presiden Prabowo Bakal...
Presiden Prabowo Bakal Terima Surat Kepercayaan 17 Dubes Negara Sahabat Pekan Ini
Hari Ini Noel Divonis...
Hari Ini Noel Divonis terkait Kasus Dugaan Pemerasan Sertifikasi K3
Geledah Rumah Silmy...
Geledah Rumah Silmy Karim, KPK Segel Mobil Mewah
Infografis
Sniper Udara Paling...
'Sniper Udara' Paling Ditakuti Dunia Perkuat Pertahanan Udara Indonesia
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved