Sandiaga Ingatkan Protokol Kesehatan untuk Pemulihan Pariwisata

Minggu, 20 Juni 2021 - 05:11 WIB
loading...
Sandiaga Ingatkan Protokol...
Kian melonjaknya angka kasus Covid-19 (Virus Corona) di seluruh Nusantara, khususnya wilayah padat penduduk, menjadi bukti pentingnya peningkatan prokes. Foto/SINDOnews/Ilustrasi
A A A
JAKARTA - Kian melonjaknya angka kasus Covid-19 (Virus Corona) di seluruh Nusantara, khususnya wilayah padat penduduk, dinilai menjadi bukti pentingnya peningkatan kembali penerapan protokol kesehatan (prokes) yang ketat dan disiplin.

Baca juga: Cegah Kenaikan Kasus Covid-19, Polres Pelabuhan Tanjung Priok Gelar Sosialisasi Prokes

Pasalnya, pemulihan ekonomi nasional, khususnya sektor pariwisata dan ekonomi kreatif (parekraf) berjalan beriringan dengan penanganan kasus Covid-19.

Baca juga: Sambut Gelaran Munas Kadin, Kendari Siap Perketat Prokes

Menteri Pariwisata dan Ekonomi Kreatif Sandiaga Salahuddin Uno mengatakan, destinasi pariwisata Indonesia dengan keindahan alam dan keragaman masyarakatnya tengah berbenah menyongsong era kebangkitan pariwisata.

Baca juga: Sidak Posko PPKM RW 03 Cilangkap, Panglima TNI Ingatkan Pentingnya Prokes Covid-19

Namun keindahan alam, ramahnya masyarakat hingga beragam kuliner yang nikmat itu katanya tidnak dapat dirasakan apabila kasus Covid-19 terus meningkat.

Sandiaga melihat angka penularan Covid-19 semakin meningkat di beberapa daerah, terutama di DKI Jakarta dan daerah-daerah yang padat penduduknya.

Oleh karena itu, protokol kesehatan ditekankan Sandiaga Uno menjadi kunci dalam pemulihan sektor parekraf untuk menciptakan peluang usaha dan lapangan kerja seluas-luasnya bagi masyarakat.

"Kita harus tingkatkan protokol kesehatan secara ketat dan disiplin, 3M dan 3T," kata Sandiaga dalam keterangannya, Sabtu (19/6/2021).

Besarnya pengaruh penerapan protokol kesehatan yang ketat dan disiplin tersebut telah dibuktikan Sandiaga lewat jumlah kunjungan wisatawan nusantara di Bali.

Jauh sebelum dirinya diberikan kepercayaan untuk memimpin Kemenparekraf, jumlah kunjungan wisatawan nusantara katanya hanya berkisar 2.000-2.500 orang. Namun, jumlah tersebut diungkapkannya berlipat hingga sebanyak 10.000 orang saat ini.

Guna menekan angka penularan virus Corona, pihaknya tetap memprioritaskan keselamatan dan kesehatan masyarakat.

Oleh karena itu, bagi yang ingin bepergian, Sandiaga Uno sangat menganjurkan untuk divaksinasi, terutama penyediaan vaksinasi di bandara maupun kawasan dengan mobilitas tinggi.

"Karena terbukti sekali dari hasil vaksinasi ini tingkat penularan Covid-19 bisa kita tekan dan seandainya kita terkena Covid-19, kesembuhannya bisa lebih cepat," kata Sandiaga Uno.

"Jadi saya mendukung agar masyarakat yang ingin mobilitas ke Bali maupun destinasi wisata lainnya bisa divaksin dulu," imbuhnya.

Lewat sejumlah langkah tersebut, dirinya berharap agar kerja keras bersama dalam menekan laju penularan Covid-19 dapat tercapai. Sehingga, pemulihan ekonomi nasional, khususnya sektor parekraf dapat segera terwujud lewat kebijakan yang tepat sasaran, tepat manfaat dan tepat waktu kepada masyarakat yang betul-betul membutuhkan.

"Sekarang ini lapangan kerja sangat sulit didapatkan, tapi dengan pariwisata yang berbingkai protokol kesehatan kami yakin akan terbuka lapangan kerja. Jadi harapannya teman-teman semua bangkit, jangan patah semangat, ada caranya kita berwisata, tentunya dengan protokol kesehatan dan kita kedepankan program vaksinasi," tutup Sandiaga.
(maf)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
Beri Pelatihan dan Permodalan...
Beri Pelatihan dan Permodalan ke Emak-emak, Sandiaga: Bangun Kemandirian Ekonomi
Ringankan Beban Warga...
Ringankan Beban Warga Terdampak Bencana, YIS Salurkan Bantuan ke Aceh
Majukan UMKM Desa, MNC...
Majukan UMKM Desa, MNC Peduli Bantu Pemasaran dan Sosialisasi Produk Pelaku Usaha
Sandiaga Uno Ajak Mahasiswa...
Sandiaga Uno Ajak Mahasiswa dan Ibu-ibu Bangun Usaha untuk Ciptakan Lapangan Kerja
Jelang Muktamar PPP,...
Jelang Muktamar PPP, Nama Sandiaga Uno Hingga Gus Yasin Masuk Bursa Caketum
Dihadiri Sandiaga Uno,...
Dihadiri Sandiaga Uno, Laznas SI Salurkan Bantuan untuk Palestina Rp1,7 Miliar
Sandination Academy...
Sandination Academy dan YIS Dampingi 50 Brand dalam Offline Mentoring Rocket Incubation 2026
Sandiaga Uno Salurkan...
Sandiaga Uno Salurkan 100 Paket Sembako untuk Masyarakat di Sumbar
Kemenpar: Program Mudik...
Kemenpar: Program Mudik ke Jakarta Pemprov DKI Berdampak Positif bagi Pariwisata
Rekomendasi
Polisi Imbau Mahasiswa...
Polisi Imbau Mahasiswa Waspadai Demo Hari Ini Ditunggangi
Perindo Sultra Bagi-bagi...
Perindo Sultra Bagi-bagi 500 Kupon BBM Pertamax Gratis untuk Ojol dan Warga Kendari
Dudung: Pemerintah Selalu...
Dudung: Pemerintah Selalu Buka Ruang untuk Publik Sampaikan Kritik
Berita Terkini
KPK Rincikan Penyitaan...
KPK Rincikan Penyitaan Uang dari Geledah Rumah Silmy Karim
GP Ansor Rombak Kepengurusan,...
GP Ansor Rombak Kepengurusan, Sejumlah Tokoh Muda NU Masuk Struktur
Menjaga Kampus Tetap...
Menjaga Kampus Tetap Relevan Tanpa Menjadi 'Pabrik'
Pemilik Blueray Cargo...
Pemilik Blueray Cargo Ngaku Setor Rp30 Miliar ke Dedi Congor
Akvindo: Tembakau Alternatif...
Akvindo: Tembakau Alternatif Kurangi Paparan Asap Rokok
Terima Audiensi DPRD...
Terima Audiensi DPRD Malaka, BNPP Bahas Peluang Pengembangan Kawasan Perdagangan Bebas
Infografis
3 Syarat Iran di Selat...
3 Syarat Iran di Selat Hormuz: Aturan Ketat untuk Kapal yang Melintas
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved