Sambut Gelaran Munas Kadin, Kendari Siap Perketat Prokes
Minggu, 20 Juni 2021 - 02:49 WIB
loading...
Wali Kota Kendari Sulkarnain Kadir menyatakan tetap berupaya menyelenggarakan Munas Kamar Dagang dan Industri (Kadin) Indonesia VIII pada 30 Juni 2021. Foto/SINDOnews
A
A
A
JAKARTA - Wali Kota Kendari Sulkarnain Kadir menyatakan tetap berupaya menyelenggarakan Musyawarah Nasional (Munas) Kamar Dagang dan Industri (Kadin) Indonesia VIII pada 30 Juni 2021.
Baca juga: Kasus Covid-19 Melonjak, 4 Kadin Daerah Minta Munas Ditunda
Sulkarnain mengatakan, pihaknya bersyukur mendapatkan kepercayaan dari Kadin pusat yang menunjuk Kota Kendari sebagai lokasi pelaksanaan Munas. Baginya Kadin merupakan sebuah institusi yang prestisius.
Baca juga: Banjir Dukungan dari Daerah, Arsjad Rasjid Berpeluang Besar Jadi Ketum Kadin
Dia akan memanfaatkan gelaran Munas Kadin ini sebagai tonggak membangkitkan ekonomi daerah yang turut terimbas pandemi virus Corona (Covid-19) setahun ke belakang.
Baca juga: Usung Visi Inklusif dan Kolaboratif, Aspindo Dukung Arsjad Rasjid Ketum Kadin
"Bahwa kita bisa membuktikan Kota Kendari yang berada jauh dari ibu kota tapi juga bisa dipercaya. Mudah-mudahan ini bisa meningkatkan semangat masyarakat untuk mau bangkit dari situasi pandemi Covid-19 yang sudah setahun lebih kita hadapi," kata Sulkarnain dalam keterangannya, Sabtu (19/6/2021).
Meski terjadi lonjakan kasus penularan virus Corona di berbagai daerah, Sulakrnain memastikan penyebaran virus asal Wuhan di kotanya masih terkendali.
Bersamaan dengan itu, ada tanggung jawab memastikan Kota Kendari dapat menjadi tuan rumah yang baik. Di antaranya dengan menerapkan protokol kesehatan (Prokes) yang ketat di Kota Kendari.
"Kita semua akan tunjukan bisa menjadi pelaksana yang baik, dan mampu memfasilitasi acara Munas, supaya nanti bisa menjadi referensi agar Kota Kendari dipercaya lagi untuk event-event selanjutnya. Alhamdulillah daerah Kota Kendari masih bisa kita kendalikan," sambung dia.
Sulkarnain juga menyatakan Munas Kadin di Kendari akan menerapkan protokol kesehatan ketat. "Tim medis yang bertugas akan memperketat. Kalau ada tamu dari daerah mana pun melalui bandara, ada protokol kesehatan yang dilewati seperti swab test. Bahkan untuk lokasi Munas, tamu yang masuk harus dua kali swab. Kami tidak main-main. Prokes ketat kami akan terapkan," kata Sulkarnain.
Baca juga: Kasus Covid-19 Melonjak, 4 Kadin Daerah Minta Munas Ditunda
Sulkarnain mengatakan, pihaknya bersyukur mendapatkan kepercayaan dari Kadin pusat yang menunjuk Kota Kendari sebagai lokasi pelaksanaan Munas. Baginya Kadin merupakan sebuah institusi yang prestisius.
Baca juga: Banjir Dukungan dari Daerah, Arsjad Rasjid Berpeluang Besar Jadi Ketum Kadin
Dia akan memanfaatkan gelaran Munas Kadin ini sebagai tonggak membangkitkan ekonomi daerah yang turut terimbas pandemi virus Corona (Covid-19) setahun ke belakang.
Baca juga: Usung Visi Inklusif dan Kolaboratif, Aspindo Dukung Arsjad Rasjid Ketum Kadin
"Bahwa kita bisa membuktikan Kota Kendari yang berada jauh dari ibu kota tapi juga bisa dipercaya. Mudah-mudahan ini bisa meningkatkan semangat masyarakat untuk mau bangkit dari situasi pandemi Covid-19 yang sudah setahun lebih kita hadapi," kata Sulkarnain dalam keterangannya, Sabtu (19/6/2021).
Meski terjadi lonjakan kasus penularan virus Corona di berbagai daerah, Sulakrnain memastikan penyebaran virus asal Wuhan di kotanya masih terkendali.
Bersamaan dengan itu, ada tanggung jawab memastikan Kota Kendari dapat menjadi tuan rumah yang baik. Di antaranya dengan menerapkan protokol kesehatan (Prokes) yang ketat di Kota Kendari.
"Kita semua akan tunjukan bisa menjadi pelaksana yang baik, dan mampu memfasilitasi acara Munas, supaya nanti bisa menjadi referensi agar Kota Kendari dipercaya lagi untuk event-event selanjutnya. Alhamdulillah daerah Kota Kendari masih bisa kita kendalikan," sambung dia.
Sulkarnain juga menyatakan Munas Kadin di Kendari akan menerapkan protokol kesehatan ketat. "Tim medis yang bertugas akan memperketat. Kalau ada tamu dari daerah mana pun melalui bandara, ada protokol kesehatan yang dilewati seperti swab test. Bahkan untuk lokasi Munas, tamu yang masuk harus dua kali swab. Kami tidak main-main. Prokes ketat kami akan terapkan," kata Sulkarnain.
(maf)
Lihat Juga :