Jenazah ABK Satrian yang Meninggal di Kapal Vanuatu Dipulangkan ke Buton

Sabtu, 19 Juni 2021 - 19:22 WIB
loading...
Jenazah ABK Satrian...
Keluarga ABK Satrian Ndikele yang meninggal ketika bekerja di kapal berbendera Vanuatu, bersyukur lantaran jenazah akhirnya bisa dipulangkan ke Buton, Sulawesi Utara. Foto/SINDOnews
A A A
JAKARTA - Setelah menanti selama empat bulan sejak Februari 2021, keluarga Awak Buah Kapal (ABK) Satrian Ndikele yang meninggal ketika bekerja di kapal berbendera Vanuatu, bersyukur lantaran jenazah akhirnya bisa dipulangkan ke Buton, Sulawesi Utara.

“Alhamdulillah, kami bersyukur PT Anugerah Bahari Pasifik akhirnya bisa memulangkan jenazah Satrian Ndikele ke kampung halaman di Buton,” ujar Ketua Badan Buruh dan Pekerja Pemuda Pancasila (B2P3), Jamalauddin Suryahadikusuma, di Buton, Sabtu (19/6/2021).

Berita acara serah terima jenazah dilakukan di Bandara Haluoleo Kendari oleh Pihak Perusahaan maning agency PT ABP Hengki Wijaya kepada keluarga almarhum yang diwakili oleh Syarifudin, disaksikan Ketua B2P3 Jamalauddin Suryahadikusuma, dan Kepala UPT BP2MI Kendari, Syahrul. Baca juga: Badan Buruh Pemuda Pancasila Apresiasi Pemerintah Pulangkan 172 ABK

Jamal menuturkan, tertundanya pemulangan jenazah Satrian Ndikele dikarenakan adanya kebijakan penutupan perbatasan dan penerbangan internasional yang diterapkan oleh Pemerintah Fiji sejak Mei 2021. Selain jenazah Satrian, ada juga 170 ABK yang terkatung-katung di laut selama lebih dari 2 tahun.

Anggota Satgas TKI Terancam Hukuman Mati era Presiden SBY ini menambahkan, setelah melalui upaya diplomasi intensif antara Kemenlu dengan otoritas di Fiji barulah keluar izin turun kapal (sign off) dan penerbangan repatriasi jenazah bersama 170 ABK lainnya. “B2P3 mengawal kasus upaya pemulangan ABK Satrian dan melihat bahwa upaya pemulangan jenazah ini dapat dilakukan karena berdasarkan otopsi jenazahnya meninggal karena sakit, bukan Covid-19 sehingga dapat diizinkan utk dipulangkan ke tanah air,” imbuhnya. Baca juga: Menakar Peluang Jenderal Andika dan Laksamana Yudo sebagai Calon Panglima TNI, Siapa Kuat?

Jenazah di pulangkan setelah melalui proses panjang sekitar 4 bulan tepatnya sejak Februari 2021. Pihak perusahaan bekerja keras meminta owner kapal agar memulangkan ke Indonesia, sudah mengupayakan beberapa negara untuk masuk sign off tapi tidak memungkinkan untuk dipulangkan utuh. “Penundaan pemulangan ini karena adanya kebijakan lock down dalam mencegah penyebarlasan Pendemi Corona yang berlaku di Fiji,” ujar Jamal.

Direktur PT ABK, Hengki Wijaya mengatakan Satrian berangkat ke Busan, Korea Selatan pada tanggal 19 Agustus 2019. Kemudian ia berlayar menggunakan KM L ucky Ocean nomor 188. "Risiko bekerja di tengah laut memang berakibat terkadang kita sulit menghubungi ABK kecuali setelah mendarat. Kami dapat info bahwa Satrian meninggal dunia pada 21 Februari 2021 dan setelah itu pada 2 Maret 2021 kami menghubungi pihak keluarga,” katanya.
(cip)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
SOKSI dan P2MI Teken...
SOKSI dan P2MI Teken MoU Dorong Pekerja Migran Terampil
ART asal Indonesia Dianiaya...
ART asal Indonesia Dianiaya di Malaysia, DPR Minta Kemlu Lobi agar Pelaku Dihukum Berat
Ratifikasi Konvensi...
Ratifikasi Konvensi ILO 188, Perlindungan Pekerja Laut Perlu Diperkuat
Prihatin Kapal TKI Ilegal...
Prihatin Kapal TKI Ilegal Tenggelam di Malaysia, DPR: Ada Indikasi Kuat Pelanggaran HAM
KBRI Kuala Lumpur Pulangkan...
KBRI Kuala Lumpur Pulangkan 3.570 WNI dari Malaysia
Kemlu: 4 ABK WNI Jadi...
Kemlu: 4 ABK WNI Jadi Korban Penyanderaan di Perairan Somalia
Kisah Deni Maulana,...
Kisah Deni Maulana, Anak PMI Yordania yang Sukses Jadi Mahasiswa Berprestasi UGM
KBRI Kuala Lumpur Pulangkan...
KBRI Kuala Lumpur Pulangkan 217 PMI dari Depot Imigrasi ke Tanah Air
Viral Kapal Tanker Pertamina...
Viral Kapal Tanker Pertamina Didominasi Pekerja India, Begini Penjelasan PIS
Rekomendasi
Rupiah Hari Ini Ditutup...
Rupiah Hari Ini Ditutup Loyo ke Rp17.794 per Dolar AS, Intip Pemicunya
Gelombang Demonstrasi...
Gelombang Demonstrasi Berlanjut di Medan Merdeka Selatan, Mahasiswa Sampaikan Kritik Kebijakan Pemerintah
Pembelian Dolar AS Diperketat,...
Pembelian Dolar AS Diperketat, BI Batasi Transaksi USD10 Ribu Mulai Juli 2026
Berita Terkini
Soal Pengadaan 21 Ribu...
Soal Pengadaan 21 Ribu Motor Listrik Era Dadan Hindayana, Begini Kata BGN
Dasco Ungkap Pimpinan...
Dasco Ungkap Pimpinan DPR akan Temui Mahasiswa Besok
Diperiksa Kejagung 9...
Diperiksa Kejagung 9 Jam Lebih, Sony Sonjaya Bungkam
Dianggap Mampu, 76 Sekolah...
Dianggap Mampu, 76 Sekolah di Pulau Jawa Dicoret dari Daftar Penerima MBG
Sidang Tuntutan Dalang...
Sidang Tuntutan Dalang Pembunuhan Kacab Bank Ditunda
Ibu Hamil dan Balita...
Ibu Hamil dan Balita juga Tidak Terima MBG saat Libur Sekolah
Infografis
5 Negara Produsen Jet...
5 Negara Produsen Jet Tempur Terbesar di Dunia
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved