Aksi-aksi Spontanitas Bung Karno hingga Tak Segan Pinjam Uang Pengawal

Kamis, 17 Juni 2021 - 05:09 WIB
loading...
Aksi-aksi Spontanitas...
Bicara kepemimpinan Bung Karno seolah tak ada habisnya. Siapa yang tidak segan mendengar nama presiden RI pertama ini? Foto/SINDOnews?
A A A
JAKARTA - Bicara kepemimpinan Bung Karno seolah tak ada habisnya. Siapa yang tidak segan mendengar nama presiden pertama kita ini? Apalagi saat mendalami pola kepemimpinan Bung Karno , yang sangat tegas dan memanusiakan manusia. Jika ditelisik lebih jauh, pola kepemimpinan politik di Indonesia memiliki dua kategori.

Baca juga: Ridwan Kamil Dukung Pemkab Ende Buat Patung Bung Karno

Yang pertama adalah pemimpin berjiwa ‘administrator’ laksana seorang manager dan kedua pemimpin berkarakter ‘solidarity maker’. Tipe ‘solidarity maker’ merupakan pemimpin yang mempunyai sikap, pembawaan dan kemampuan untuk menggalang solidaritas orang-orang dari berbagai macam latar belakang untuk mencapai satu tujuan.

Baca juga: Sejarawan UI: Ini Visi Besar Bung Karno terkait Pendidikan Indonesia

Pengantar itu disampaikan Bonnie Triyana, Sejarawan dan Pimpinan Redaksi Majalah Historia saat menjadi narasumber pada acara 'Talkshow dan Musik Bung Karno Series' yang ditayangkan Badan Kebudayaan Nasional Pusat (BKNP) PDI Perjuangan pada Rabu 16 Juni 2021 pukul 16.30 WIB dengan tajuk ‘Aksi-aksi Spontan ala Bung Karno’’.

"Nah, mendiang Herbert Faith, Indonesianis dan profesor ilmu politik asal Australia mengkategorikan Bung Karno sebagai sosok pemimpin berjenis ‘solidarity maker," kata Bonnie.

Penyunting buku berjudul ‘Revolusi Belum Selesai: Kumpulan Pidato Presiden Sukarno 30 September 1965 - Pelengkap Nawaksara’ ini menjelaskan, sosok kharismatik dan kedcerdasan yang melekat dengan Ir Soekarno alias ‘Bung Besar’ dapat mempengaruhi orang banyak.

"Terbukti dengan begitu banyak pengikutnya serta juga beliau sangat disegani oleh kawan maupun lawan. Dari bukti-bukti itu dapat disimpulkan bahwa Bung Karno merupakan pemimpin yang berkarakter penggalang solidaritas," papar Bonnie

Salah seorang penulis biografi ‘Maulwi Saelan: Penjaga Terakhir Bung Karno’ ini melanjutkan, dengan kemampuan dan kecerdasan yang multi dimensi, Bung Karno dalam kepemimpinannya kerap kali menggunakan cara yang spontanitas dan autentik.

Contoh kecil dari aksi unik itu dilakukan Bung Karno, suatu kali waktu berkunjung ke Italia, saat iring-iringan mobil tamu negara kepresidenan yang membawa Bung Karno tiba-tiba menepi mendadak ke sebuah restoran.

"Otomatis para pengawal dengan serentak kaget. Ada apa ini? Setelah diketahui kemudian, ternyata Bung Karno ingin makan es krim langsung di negara asalnya," tutur Bonnie.

Selain Kolonel Maulwi Saelan, mantan pemain tim nasional sepak bola Indonesia yang menjadi Wakil Komandan Resimen Tjakrabirawa pengawal Bung Karno, lingkar dalam presiden pertama Indonesia diisi Komandan Resimen Tjakrabirawa Brigadir Jenderal TNI Sabur, Kepala Detasemen Pengawal Pribadi AKBP Mangil Martowidjojo serta ajudan priadi Kolonel KKO Bambang Widjanarko.

Bung Karno merupakan sosok yang ceria, suka menyanyi dan menari. Karena ketertarikan Bung Karno terhadap kesenian inilah, maka Resimen Tjakrabirawa tak hanya disiapkan untuk pengawalan, tapi juga harus siap sewaktu-waktu bermain musik agar dapat menghibur Presiden.

"Mereka membentuk band yang menjadi asal muasal istilah 'ABS' alias 'Asal Bapak Senang'. Sebuah istilah yang awalnya berarti positif, tapi kini jadi peyoratif dan dimaknakan sebagai upaya menjilat atasan," urai pria kelahiran Rangkasbitung, 41 tahun lalu itu.

Dilanjutkan oleh Bonnie mengutip Maulwi Saelan, Bung Karno merupakan sosok yang tidak pernah mau untuk berjarak dengan rakyatnya. Suatu saat, Bung Karno pernah ‘ngambek’ atau marah terhadap tindakan pengamanan yang berlebihan dan tidak pas dengan prinsipnya.

Di tengah marahnya Bung Karno, ia mengeluh dengan protokoler yang ditetapkan pengawalnya. Saat itulah, Maulwi menjawab bahwa, "Spontantitas yang tidak terkendali itu sangatlah berbahaya buat Bung."

Mereka berdua lalu terdiam. Maulwi pun merasa akan makin dimarahi atau kehilangan jabatannya. Tak disangka, sekitar lima menit setelah kemarahan yang membuat matanya memerah, Bung Karno kembali dan berbicara dengan bahasa Belanda.

"Hai Maulwi, Je hebt gelijk, kamu benar. Saya minta maaf ya," kata Sang Presiden.

Di sinilah Maulwi merasa lega. Selain tak jadi dipecat, ia mengagumi Bung Karno sebagai sosok yang karismatik dan sangat disegani, tetapi mampu untuk menerima kritik dari bawahannya tersebut.

Kisah lain menyangkut Bung Karno yang nyaris tak pernah pegang uang. Bonnie menuturkan, Bung Karno kalau mau membeli rokok, dia sering minta ke pengawalnya. "Eh Sabur, pinjem duit dong beliin rokok," katanya.

Di sinilah kata Bonnie, kita bisa bayangkan seorang tokoh besar, yang bahkan tidak menaruh gengsi mencolek pengawal untuk memenuhi keinginan pribadinya.

"Saat dijatuhkan sebagai presiden pun kita tahu beliau tak punya rumah pribadi. Itulah bentuk-bentuk spontanitas Bung Karno yang autentik, bukan pencitraan, tidak dibikin-bikin, semua sebagaimana adanya," pungkas penggagas Museum Multatuli dan Festival Seni Multatuli di Lebak ini.

Program ‘Talkshow & Musik’ BKNP PDIP dengan tema besar ‘Bung Karno Series’ hadir setiap hari pada bulan Juni pukul 16.30 WIB, tayang selama satu bulan penuh, dan dapat diikuti melalui kanal Youtube: BKNP PDI Perjuangan, Instagram: BKNPusat dan Facebook: Badan Kebudayaan Nasional Pusat.
(maf)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
Harga Minyak Dunia Sudah...
Harga Minyak Dunia Sudah Turun, PDIP Minta Pemerintah Evaluasi Harga Pertamax
Ziarah ke Makam Soekarno...
Ziarah ke Makam Soekarno di Blitar, Kapolri: Menyerap Nilai Pemimpin Bangsa
Beda dengan PKB, Golkar...
Beda dengan PKB, Golkar Pilih Hormati Sikap PDIP sebagai Partai Penyeimbang
PDIP Sebut Demonstrasi...
PDIP Sebut Demonstrasi Mahasiswa Alarm untuk Pemerintah
Rieke Diah Pitaloka...
Rieke Diah Pitaloka Dikritik Akademisi: Melihat Dukungan Manajemen Jangan Sempit
Refleksikan Cita-cita...
Refleksikan Cita-cita Bung Karno, PDIP Minta Pemerintah Wujudkan Keadilan Hukum dan Ekonomi
Pramono Dampingi Megawati...
Pramono Dampingi Megawati Hadiri Bung Karno Festival di Taman Proklamasi
Megawati Ziarah ke Makam...
Megawati Ziarah ke Makam Bung Karno, Hasto: Untuk Merawat Api Perjuangan yang Tak Pernah Padam
Dua Legislator PDIP...
Dua Legislator PDIP Desak Kementerian PU Tegur Kontraktor Sekolah Rakyat di Muncar
Rekomendasi
Kaesang Kaget Foto Jokowi...
Kaesang Kaget Foto Jokowi Lebih Banyak di Rakorwil PSI Kaltim
Pramono Dampingi Megawati...
Pramono Dampingi Megawati Hadiri Bung Karno Festival di Taman Proklamasi
Dorong Kesejahteraan...
Dorong Kesejahteraan Petani, Inovasi Fungisida Syngenta Hadir di Jember
Berita Terkini
Perkuat Nasionalisme,...
Perkuat Nasionalisme, TNI Gelar Nobar Kebangsaan Piala Dunia 2026 di 1.500 Lokasi
Ungkap Kondisi Terkini...
Ungkap Kondisi Terkini Dokter Tifa, Kuasa Hukum: Masih Terpasang Infus
Kuasa Hukum Prioritaskan...
Kuasa Hukum Prioritaskan Roy Suryo dan Dokter Tifa Tak Ditahan saat Penyerahan ke Kejaksaan
Gelar Mimbar Mahasiswa,...
Gelar Mimbar Mahasiswa, BEM Persatuan Indonesia Sampaikan Lima Pernyataan Sikap
Gelar Pertemuan di Ponpes...
Gelar Pertemuan di Ponpes Al Falah Ploso Kediri, Ini Tiga Seruan Masyayikh NU
Seskab Teddy Bertemu...
Seskab Teddy Bertemu Kepala BNN Komjen Suyudi, Ada Apa?
Infografis
7 Perang Besar di Selat...
7 Perang Besar di Selat Malaka, dari Jalur Rempah hingga Medan Tempur Kekuatan Dunia
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved