DPR Minta Pemerintah Perhatikan Masyarakat Sekitar Kawasan Konservasi
Rabu, 16 Juni 2021 - 16:51 WIB
loading...
Anggota Komisi IV DPR Johan Rosihan. Foto/Istimewa
A
A
A
JAKARTA - Pemerintah diminta perlu mengatur pengembangan dan pemberdayaan kawasan penyangga di sekitar kawasan konservasi. Terlebih saat ini terdapat 6.747 desa yang berada di sekitar kawasan konservasi dengan jumlah masyarakat yang mencapai 16,3 juta jiwa.
"Saya melihat diperlukan pengaturan secara khusus mengenai kemitraan konservasi agar semakin banyak jumlah masyarakat yang menerima manfaat dari kemitraan konservasi supaya kesejahteraan mereka meningkat dari sisi sosial ekonomi," tutur Anggota Komisi IV DPR Johan Rosihansaat mengikuti Rapat Koordinasi Bersama Badan Keahlian DPR RI membahas RUU tentang Konservasi Keanekaragaman Hayati di Gedung Parlemen, Senayan Jakarta, Rabu (16/6/2021).
Politikus PKS ini menilai paradigma di bidang konservasi saat ini tidak hanya pada aspek perlindungan semata, namun juga mesti mengakomodir aspek pemanfaatan secara bijaksana, hemat, melindungi dan berkelanjutan.
"Saya berpendapat agar RUU ini perlu ditambahkan pengaturan tentang peran serta masyarakat agar pemerintah diwajibkan untuk meningkatkan pastisipasi atau keterlibatan masyarakat di dalam dan sekitar Kawasan hutan serta dibuat pengakuan istimewa terhadap Hak Masyarakat Hukum Adat dalam pelaksanaan konservasi di dalam kawasan," tutur Johan. Baca juga: Luhut Ingin Candi Borobudur Jadi Lab Konservasi Cagar Budaya Bertaraf Internasional
Johan juga menjelaskan, perlu pengaturan mengenai pengukuhan dan perlindungan spesies secara detail untuk menjaga kelestarian Indonesia sebagai “Mega Biodiversity Country”.
Selama ini telah teridentifikasi memiliki 133.693 spesies yang sangat unik dan beranekaragam seperti jenis burung mencapai 1.605 jenis, ikan sebanyak 4.724 jenis, mamalia sebanyak 750 jenis, Flora sebanyak 109.116 jenis dan masih banyak lagi kekayaan jenis spesies di Indonesia.
"Maka RUU ini perlu menitikberatkan pada aturan perlindungan konservasi sumber daya hayati dan ekosistemnya untuk terus menjaga kelestarian sumberdaya hayati dan ekosistemnya, karena kita memilki 554 unit Kawasan konservasi yang mencapai 27 juta Ha," tuturnya.Baca juga: AS-Indonesia Rayakan Keberhasilan Konservasi Laut dan Perikanan Berkelanjutan
"Saya melihat diperlukan pengaturan secara khusus mengenai kemitraan konservasi agar semakin banyak jumlah masyarakat yang menerima manfaat dari kemitraan konservasi supaya kesejahteraan mereka meningkat dari sisi sosial ekonomi," tutur Anggota Komisi IV DPR Johan Rosihansaat mengikuti Rapat Koordinasi Bersama Badan Keahlian DPR RI membahas RUU tentang Konservasi Keanekaragaman Hayati di Gedung Parlemen, Senayan Jakarta, Rabu (16/6/2021).
Politikus PKS ini menilai paradigma di bidang konservasi saat ini tidak hanya pada aspek perlindungan semata, namun juga mesti mengakomodir aspek pemanfaatan secara bijaksana, hemat, melindungi dan berkelanjutan.
"Saya berpendapat agar RUU ini perlu ditambahkan pengaturan tentang peran serta masyarakat agar pemerintah diwajibkan untuk meningkatkan pastisipasi atau keterlibatan masyarakat di dalam dan sekitar Kawasan hutan serta dibuat pengakuan istimewa terhadap Hak Masyarakat Hukum Adat dalam pelaksanaan konservasi di dalam kawasan," tutur Johan. Baca juga: Luhut Ingin Candi Borobudur Jadi Lab Konservasi Cagar Budaya Bertaraf Internasional
Johan juga menjelaskan, perlu pengaturan mengenai pengukuhan dan perlindungan spesies secara detail untuk menjaga kelestarian Indonesia sebagai “Mega Biodiversity Country”.
Selama ini telah teridentifikasi memiliki 133.693 spesies yang sangat unik dan beranekaragam seperti jenis burung mencapai 1.605 jenis, ikan sebanyak 4.724 jenis, mamalia sebanyak 750 jenis, Flora sebanyak 109.116 jenis dan masih banyak lagi kekayaan jenis spesies di Indonesia.
"Maka RUU ini perlu menitikberatkan pada aturan perlindungan konservasi sumber daya hayati dan ekosistemnya untuk terus menjaga kelestarian sumberdaya hayati dan ekosistemnya, karena kita memilki 554 unit Kawasan konservasi yang mencapai 27 juta Ha," tuturnya.Baca juga: AS-Indonesia Rayakan Keberhasilan Konservasi Laut dan Perikanan Berkelanjutan
Lihat Juga :