Ini Alasan Prabowo Pilih Bernegosiasi Langsung dengan Produsen Alutsista

Senin, 14 Juni 2021 - 13:29 WIB
loading...
Ini Alasan Prabowo Pilih...
Prabowo mengaku memilih langsung bernegosiasi dengan produsen alutsista untuk menghindari mafia. Foto/youttube
A A A
JAKARTA - Menteri Pertahanan (Menhan) Prabowo Subianto mengungkapkan alasan untuk langsung bernegosiasi dengan produsen alat utama sistem persenjataan ( alutsista ). Tujuannya untuk meminimalisir potensi tindak korupsi ataupun keterlibatan mafia dalam industri pertahanan.

Pernyataan ini dilontarkan Prabowo ketika menjawab pertanyaan Deddy Corbuzier ihwal keberadaan sosok Mafia Alutsista dengan inisial MR yang belakangan ramai diperbincangkan.

"Mau kita tertibkan, kita minimalkan. Kita susun suatu sistem, sistemnya apa? Jadi sekarang banyak yang saya lakukan, saya negosisasi langsung dengan produsen," ucap Prabowo dalam Podcast Deddy Corbuzier dikutip, Senin (14/6/2021).

Baca juga: Soal Polemik Alpahankam Rp1.760 T, Prabowo: Masih Digodok, Belum Final

Prabowo pun tak menampik bahwasanya banyak mafia-mafia alutsista berkeliaran. Menurut dia, dengan cara bernegosiasi langsung, maka akan diketahui secara langsung dan jelas berapa harga pembeliaan suatu alat.

Untuk mencegah potensi korupsi dalam pengadaan Alutista tersebut, eks Danjen Kopassus ini menyebut pihaknya akan melibatkan beberapa instansi. Antara lain adalah Kejaksaan, Badan Pengawasan Keuangan dan Pembangunan (BPKP), dan Badan Pengawas Keuangan (BPK).

Menurutnya, mereka akan diundang untuk melakukan pemeriksaan sebelum kontrak pengadaan alutsista dinyatakan efektif. Menurutnya, ada tahap-tahap yang musti diperhatikan, keuangan salah satunya. "Kontrak itu kan ada beberapa tahap, jadi ada kontrak awal, habis itu ada kondisi-kondisi yang harus dipenuhi. Dalam perjalanan ini saya akan minta Kejaksaan, BPKP, dan BPK," ujarnya.

Baca juga: Jika Popularitas Sama dengan Prabowo, Ganjar Tak Ada Lawan

Seperti diketahui, draf Rancangan Perpres tentang Pemenuhan Kebutuhan Alat Peralatan Pertahanan dan Keamanan (Alpalhankam) Kementerian Pertahanan (Kemhan) dan Tentara Nasional Indonesia (TNI) Tahun 2020-2024 untuk jangka waktu 5 Renstra atau 25 tahun yang mencapai USD124 miliar atau setara dengan Rp1.760
triliun dengan pinjaman dari luar negeri menjadi polemik setelah terkuak di publik

Prabowo sudah buka suara terkait dengan draf rancangan tersebut. Dia mengatakan draf rancangan tu masih dalam tahap penggodokan dan belum final. "Ada yang mengatakan 'oh Prabowo ingin bikin anggaran Rp1.700 triliun'. Itupun belum disetujui ya, masih digodok," tuturnya.
(muh)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
Prabowo Ucapkan Selamat...
Prabowo Ucapkan Selamat Ulang Tahun Ke-65 untuk Jokowi
PKB Minta PDIP Tegas...
PKB Minta PDIP Tegas soal Posisi terhadap Pemerintah: Jangan Abu-abu
Pesan Said Didu untuk...
Pesan Said Didu untuk Prabowo: Waktu Melakukan Akomodasi Politik Sudah Lewat
Megawati Tegaskan Prabowo...
Megawati Tegaskan Prabowo Bukan Musuh: Itu Teman Saya
Prabowo Terima Telepon...
Prabowo Terima Telepon Mahmoud Abbas, Tegaskan Indonesia Berdiri Bersama Palestina
Prabowo Sebut Indonesia-Jerman...
Prabowo Sebut Indonesia-Jerman Sepakat Konflik Harus Diselesaikan lewat Perundingan
Yenny Wahid: Dukungan...
Yenny Wahid: Dukungan Prabowo untuk Pelatnas Jangka Panjang Jadi Investasi Masa Depan Olahraga
Prabowo Panggil John...
Prabowo Panggil John Herdman ke Hambalang, Bahas Roadmap Timnas Indonesia Menuju Piala Dunia 2030
Aliansi Masyarakat Jakarta...
Aliansi Masyarakat Jakarta Timur Minta Program MBG Dilanjutkan
Rekomendasi
Kadishub DKI Sangkal...
Kadishub DKI Sangkal Anak Buahnya Minta Duit Rp250 Ribu ke Ojol yang Motornya Diangkut
Aktivitas Gunung Anak...
Aktivitas Gunung Anak Krakatau Meningkat, Masyarakat Diimbau Waspada
Pertamina Mandalika...
Pertamina Mandalika Racing Series Putaran 2, Asah Potensi Pembalap Muda Indonesia
Berita Terkini
Buronan Kasus Penipuan...
Buronan Kasus Penipuan Bisnis Batu Bara Rp7 Miliar Ditangkap di Bandara Soetta
Polri: Frans Antoni...
Polri: Frans Antoni Diduga Otak Cuci Uang Hasil Narkoba Fredy Pratama
Belajar dari Iran: Tiga...
Belajar dari Iran: Tiga Pelajaran Strategis bagi Indonesia
Paradoks Tata Kelola...
Paradoks Tata Kelola Batu Bara di Indonesia
Potensi Gula Non-Tebu...
Potensi Gula Non-Tebu yang Dianaktirikan
PDIP: Jika Seluruh Fraksi...
PDIP: Jika Seluruh Fraksi di DPR Hanya Manut Eksekutif, Apa Bedanya dengan Era Orde Baru?
Infografis
3 Produsen Oplos 5 Merek...
3 Produsen Oplos 5 Merek Beras Premium, Ini Nama-namanya
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved