Demo Kedubes Jepang, IANFU Tolak Rencana Buang Limbah Nuklir ke Laut Pasifik

Selasa, 08 Juni 2021 - 19:12 WIB
loading...
Demo Kedubes Jepang,...
IANFU berunjuk rasa memperingati Hari Laut Sedunia di depan Kedubes Jepang. Mereka mengecam rencana Jepang yang akan membuang 1,25 juta ton limbah pendingin reaktor nuklir ke Samudera Pasifik. Foto/Dok. SINDOnews
A A A
JAKARTA - Indonesia Antinuklir Fukushima (IANFU) menggelar unjuk rasa memperingati Hari Laut Sedunia di depan gedung Kedubes Jepang, Jalan MH Thamrin, Jakarta. Mereka mengecam dan menolak rencana Pemerintah Jepang yang akan membuang 1,25 juta ton limbah pendingin reaktor nuklir Fukushima ke Samudera Pasifik.

Aksi digelar sekitar pukul 11.50 WIB, Selasa (8/6/2021). Sejumlah orator berorasi secara bergantian. Koordinator lapangan, Zaki meminta Pemerintah Indonesia segera melayangkan keberatan dan penolakan atas rencana Jepang membuang limbah pendingin reaktor nuklir Fukushima ke laut. “China dan Korea Selatan telah mengecam rencana Jepang tersebut,” katanya.

Zaki menambahkan, tindakan memaksa alam menerima limbah tersebut membuka potensi pencemaran terhadap makhluk hidup di lautan. Yang juga menjadi sumber hidup dan bahan pangan bagi masyarakat luas di berbagai negara. Baca juga: Hari Laut Sedunia, Luhut: Laut Memilih Kita untuk Menjadi Sahabat

"Pertama yang dirugikan adalah nelayan. Kita tahu banyak masyarakat Indonesia bermata pencaharian sebagai nelayan. Apabila limbah nuklir dibuang ke lautan pasifik maka ekosistem laut akan terancam. Ini akan sangat berbahaya bagi masyarakat luas nantinya," ujarnya.

Dalam aksinya ini, massa mengenakan pakaian alat pelindung diri (APD) lengkap. Ada juga yang mengenakan kostum hewan laut seperti gurita dan ikan paus.

Mereka juga membawa spanduk dan poster-poster. Salah satu poster bertuliskan, 'Tolak 1,25 Juta Ton Limbah Nuklir Fukushima!'. "Bertepatan hari ini tanggal 8 Juni dengan Hari Laut Sedunia kawan-kawan. Ada beberapa persoalan yang membuat hari ini kami ada di sini, yaitu tentang kebijakan yang diambil oleh negara Jepang yang akan membuang limbah reaktor nuklir mereka di perairan laut pasifik," teriak salah seorang orator.

Dalam aksinya, mereka menyebut dampak pembuangan limbah pendingin reaktor nuklir Fukushima akan berdampak buruk bagi kehidupan ekosistem laut. Selain itu, nantinya ini bisa berdampak juga terhadap perairan laut Indonesia yang sebagian besar masyarakatnya berprofesi sebagai nelayan.
Halaman :
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
Suvenir Kapal Perang...
Suvenir Kapal Perang Mikasa dari Menhan Jepang untuk Presiden Prabowo
Menhan Jepang Temui...
Menhan Jepang Temui Presiden Prabowo di Kertanegara, Penguatan Kerja Sama Pertahanan Dibahas
Peringati Hari Laut...
Peringati Hari Laut Sedunia 2026, ASDP Bersihkan Lebih dari 13 Ton Sampah Laut dan Pesisir
Geger, WNI Bunuh WNI...
Geger, WNI Bunuh WNI di Hokkaido Jepang, Satu Anggota Polisi Ikut Terluka
Serdik Sebasa Lemdiklat...
Serdik Sebasa Lemdiklat Polri Dalami Peluang Beasiswa YLP di Kedubes Jepang
Kunjungan Prabowo ke...
Kunjungan Prabowo ke Korsel Hasilkan 10 Kerja Sama, Ini Rinciannya
Jepang Naikkan Biaya...
Jepang Naikkan Biaya Visa sebanyak Lima Kali Lipat, Apa Pemicunya?
AS Kerahkan Sistem Rudal...
AS Kerahkan Sistem Rudal Canggih Typhon ke Jepang, Dapat Menargetkan China
AS Berencana Bangun...
AS Berencana Bangun Persediaan Senjata Siap Tempur di Australia
Rekomendasi
Penembakan Guncang Lingkungan...
Penembakan Guncang Lingkungan Yahudi Montreal, 3 Orang Tewas, Termasuk Pelaku
Prabowo Gandeng Imperial...
Prabowo Gandeng Imperial College London Bangun 10 Universitas Kedokteran di Indonesia
80 Juta Barel Minyak...
80 Juta Barel Minyak Siap Tumpah ke Pasar Dunia, 40 Kapal Tanker Antre Keluar dari Selat Hormuz
Berita Terkini
37 Organisasi Tolak...
37 Organisasi Tolak Desakan MUI Agar Pelaku dan Pengkampanye LGBT Dipidana
Kasus Tudingan Ijazah...
Kasus Tudingan Ijazah Segera Disidang, Pengacara Pastikan Jokowi Hadir
Qodari: Haji 2026 Lancar,...
Qodari: Haji 2026 Lancar, Masa Tunggu Dipangkas dan Layanan Ditingkatkan
KPK Perpanjang Penahanan...
KPK Perpanjang Penahanan Eks Wamen Imipas Silmy Karim Cs selama 40 Hari
Prabowo Teken UU Polri,...
Prabowo Teken UU Polri, Pakar Optimistis Kepolisian Jadi Institusi yang Modern dan Presisi
6 Poin Pernyataan Roy...
6 Poin Pernyataan Roy Suryo dan Dokter Tifa setelah Penahanan Ditangguhkan
Infografis
Presiden AS Donald Trump...
Presiden AS Donald Trump Tolak Rencana Israel Menyerang Iran
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved