Konflik Palestina-Israel Paling Realistis Diselesaikan dengan Solusi Dua Negara
Sabtu, 05 Juni 2021 - 04:09 WIB
loading...
Konflik Israel-Palestina yang berkepanjangan coba diselesaikan dengan konsep two-state solution (solusi dua negara), di mana keduanya bisa hidup berdampingan. Foto/Ilustrasi
A
A
A
JAKARTA - Konflik Israel-Palestina yang berkepanjangan coba diselesaikan dengan konsep two-state solution (solusi dua negara), dimana keduanya bisa hidup berdampingan sebagai negara berdaulat, dengan Yerusalem sebagai ibukota bersama. Hal itu dianggap menjadi solusi paling realistis, dan sudah didukung oleh serangkaian resolusi Dewan Keamanan PBB dan Sidang Majelis Umum PBB.
Baca juga: Soal Palestina - Israel, TikTok Mulai Ikut-Ikutan Facebook
Demikian perspektif yang mengemuka dalam Webinar Moya Institute bertajuk “Indonesia di Tengah Pusaran Konflik Palestina-Israel, Jumat (4/6/2021) yang dihadiri secara daring oleh Ketua Umum Patai Gelora, Anis Matta, Sekretaris Umum PP Muhammadiyah Prof. Abdul Mu’ti, Rektor Universitas Islam Internasional Indonesia Prof. Komaruddin Hidayat, Pengamat Politik Internasional Prof. Imron Cotan, Aktivis Islam Kapitra Ampera dan Direktur Eksekutif Moya Institute Hery Sucipto sebagai pemantik diskusi.
Baca juga: Jihad Islam Fokus Reformasi Organisasi Pembebasan Palestina di Pertemuan Kairo
Ketua Umum Partai Gelora Indonesia Anis Matta mendorong pemerintah Indonesia mendorong momentum konsep penyelesaian "two-state solution" dalam penyelesaian konflik Israel-Palestina. Setidak-tidaknya Indonesia bisa berperan menyatukan Hamas dengan Fatah, sehingga menjadi satu front vis-a-vis Israel. Jakarta diharapkan Anis bisa menjadi tuan rumah rekonsiliasi Hamas - Fatah tersebut.
Baca juga: Siswa SD Islam Athirah Bongkar Celengan demi Bantu Warga Palestina
Selain itu, ia menilai pembubaran Israel bisa menjadi solusi atau jalan keluar untuk mengakhiri konflik di tanah Palestina selama ini, karena berbagai upaya gagal dilakukan.
Baca juga: Soal Palestina - Israel, TikTok Mulai Ikut-Ikutan Facebook
Demikian perspektif yang mengemuka dalam Webinar Moya Institute bertajuk “Indonesia di Tengah Pusaran Konflik Palestina-Israel, Jumat (4/6/2021) yang dihadiri secara daring oleh Ketua Umum Patai Gelora, Anis Matta, Sekretaris Umum PP Muhammadiyah Prof. Abdul Mu’ti, Rektor Universitas Islam Internasional Indonesia Prof. Komaruddin Hidayat, Pengamat Politik Internasional Prof. Imron Cotan, Aktivis Islam Kapitra Ampera dan Direktur Eksekutif Moya Institute Hery Sucipto sebagai pemantik diskusi.
Baca juga: Jihad Islam Fokus Reformasi Organisasi Pembebasan Palestina di Pertemuan Kairo
Ketua Umum Partai Gelora Indonesia Anis Matta mendorong pemerintah Indonesia mendorong momentum konsep penyelesaian "two-state solution" dalam penyelesaian konflik Israel-Palestina. Setidak-tidaknya Indonesia bisa berperan menyatukan Hamas dengan Fatah, sehingga menjadi satu front vis-a-vis Israel. Jakarta diharapkan Anis bisa menjadi tuan rumah rekonsiliasi Hamas - Fatah tersebut.
Baca juga: Siswa SD Islam Athirah Bongkar Celengan demi Bantu Warga Palestina
Selain itu, ia menilai pembubaran Israel bisa menjadi solusi atau jalan keluar untuk mengakhiri konflik di tanah Palestina selama ini, karena berbagai upaya gagal dilakukan.
Lihat Juga :