Kemnaker Apresiasi KSPI Hentikan Aksi Boikot Indomaret
Kamis, 03 Juni 2021 - 22:39 WIB
loading...
Sekjen Kemnaker Anwar Sanusi.
A
A
A
JAKARTA - Pemerintah melalui Kementerian Ketenagakerjaan (Kemnaker) memberikan apresiasi kepada Presiden Konfederasi Serikat Pekerja Indonesia (KSPI) Said Iqbal yang telah mengimbau seluruh anggotanya untuk menghentikan kampanye dan aksi boikot terhadap Indomaret, gerai ritel yang dikelola oleh PT Indomarco Prismatama.
"Kemnaker memberikan apresiasi KSPI akan menghentikan kampanye dan boikot Indomaret. Ini langkah kemajuan atas sikap KSPI yang legowo, berbesar jiwa untuk menghentikan aksi boikot, " kata Sekjen Kemnaker Anwar Sanusi di Jakarta, Kamis (3/6/2021).
Anwar Sanusi menambahkan Kemnaker juga memberikan apresiasi kepada PT Indomarco Prismatama yang telah mendorong pekerjanya melakukan dialog hubungan industrial secara bipartit hingga tercipta saling pengertian dan kesepahaman dan melahirkan kesepakatan.
"Ini contoh bagus di saat sulit, kedua pihak masih mampu menyelesaikan dialog sosial dengan harmonis, " kata Anwar Sanusi.
Sementara Dirjen PHI dan Jamsos Kemnaker Indah Anggoro Putri menyatakan pihaknya tetap memiliki kepedulian dan sensitif terhadap hubungan industrial yang bergejolak akibat dinamika bisnis di masa pandemi Covid-19.
"Kemnaker memberikan apresiasi KSPI akan menghentikan kampanye dan boikot Indomaret. Ini langkah kemajuan atas sikap KSPI yang legowo, berbesar jiwa untuk menghentikan aksi boikot, " kata Sekjen Kemnaker Anwar Sanusi di Jakarta, Kamis (3/6/2021).
Anwar Sanusi menambahkan Kemnaker juga memberikan apresiasi kepada PT Indomarco Prismatama yang telah mendorong pekerjanya melakukan dialog hubungan industrial secara bipartit hingga tercipta saling pengertian dan kesepahaman dan melahirkan kesepakatan.
"Ini contoh bagus di saat sulit, kedua pihak masih mampu menyelesaikan dialog sosial dengan harmonis, " kata Anwar Sanusi.
Sementara Dirjen PHI dan Jamsos Kemnaker Indah Anggoro Putri menyatakan pihaknya tetap memiliki kepedulian dan sensitif terhadap hubungan industrial yang bergejolak akibat dinamika bisnis di masa pandemi Covid-19.
Lihat Juga :