BMKG Deteksi Siklon Tropis CHOI-WAN di Utara Indonesia, Begini Dampaknya
Senin, 31 Mei 2021 - 19:24 WIB
loading...
A
A
A
Sementara itu, Siklon Tropis CHOI-WAN dapat memberikan dampak tidak langsung terhadap kondisi cuaca dan gelombang di sekitar wilayah Indonesia dalam periode dua hari kedepan, antara lain: Hujan dengan intensitas Sedang hingga Lebat di wilayah Kalimantan Utara, Kalimantan Timur, Sulawesi Utara, Gorontalo, Sulawesi Tengah, Sulawesi Tenggara, Maluku Utara, dan Maluku.
Kemudian, gelombang laut dengan ketinggian 2.5-4 meter di Laut Maluku bagian utara, Laut Halmahera, dan Samudera Pasifik utara Halmahera hingga Papua Barat. Gelombang laut dengan ketinggian 4-6 meter di Samudera Pasifik utara Papua Barat.
“Selain itu juga angin kencang di wilayah Maluku Utara dan Sulawesi Utara,” papar Guswanto.
Guswanto mengatakan BMKG mengimbau masyarakat agar tetap waspada khususnya di wilayah yang terkena dampak tidak langsung dari keberadaan Siklon Tropis “CHOI-WAN”. Baca juga: BMKG: Waspadai Gelombang Tinggi 1-4 Meter Sepekan ke Depan di Wilayah Ini
“Peningkatan curah hujan yang terjadi juga berpotensi menimbulkan bencana hidrometeorologi antara lain; banjir, banjir bandang, tanah longsor, angin kencang, dan puting beliung, terutama untuk masyarakat yang berada dan tinggal di wilayah rawan bencana,” tegasnya.
Kemudian, gelombang laut dengan ketinggian 2.5-4 meter di Laut Maluku bagian utara, Laut Halmahera, dan Samudera Pasifik utara Halmahera hingga Papua Barat. Gelombang laut dengan ketinggian 4-6 meter di Samudera Pasifik utara Papua Barat.
“Selain itu juga angin kencang di wilayah Maluku Utara dan Sulawesi Utara,” papar Guswanto.
Guswanto mengatakan BMKG mengimbau masyarakat agar tetap waspada khususnya di wilayah yang terkena dampak tidak langsung dari keberadaan Siklon Tropis “CHOI-WAN”. Baca juga: BMKG: Waspadai Gelombang Tinggi 1-4 Meter Sepekan ke Depan di Wilayah Ini
“Peningkatan curah hujan yang terjadi juga berpotensi menimbulkan bencana hidrometeorologi antara lain; banjir, banjir bandang, tanah longsor, angin kencang, dan puting beliung, terutama untuk masyarakat yang berada dan tinggal di wilayah rawan bencana,” tegasnya.
(kri)
Lihat Juga :