Pemuka Agama Ujung Tombak Pencegahan Paham Radikal Terorisme

Minggu, 30 Mei 2021 - 10:32 WIB
loading...
Pemuka Agama Ujung Tombak...
Direktur Pencegahan Badan Nasional Penanggulangan Terorisme, Brigjen Pol R Ahmad Nurwakhid. Foto/Istimewa
A A A
JAKARTA - Para pemuka agama harus bisa menjadi ujung tombak dalam upaya pencegahan penyebaran paham radikal terorisme di masyarakat.

Hal tersebut dikarenakan selama ini kelompok radikal terorisme dalam melakukan penyebaran pahamnya selalu membungkusnya dengan motif agama. Padahal hal tersebut tentunya sangat merugikan dan juga memfitnah agama tersebut.

Hal itu disampaikan Direktur Pencegahan Badan Nasional Penanggulangan Terorisme Brigjen Pol R Ahmad Nurwakhid saat acara Muhasabah BNPT dengan Gugus Tugas Pemuka Agama BNPT dalam rangka Pencegahan Paham Radikal Terorisme bersama tokoh ormas keagamaan yang tergabung dalam Lembaga Persahabatan Ormas Islam (LPOI) dan Lembaga Persahabatan Ormas Keagamaan (LPOK) yang berlangsung di Sekretariat LPOI-LPOK, Jakarta, Jumat 28 Mei 2021.

“Kelompok mereka dalam menyebarkan pahamnya selalu membungkus dengan motif agama, tentunya itu merugikan dan menjadi fitnah buat agama. Maka keberhasilan penanggulangan radikal terorisme yang mengatasnamakan agama ujung tombaknya tentunya ada pada para pemuka agama. Karena maraknya radikalisme ini merupakan cermin dari krisis spritualisme,,” ujar Ahmad Nurwakhid.

Di hadapan kurang lebih 50 tokoh pemuka lintas agama tersebut, dia mengimbau kepada para tokoh pemuka lintas agama untuk senantiasa mendoakan keberhasilan dan kesuksesan penanggulangan radikalisme terorisme yang telah diusahakan melalui program Gugus Tugas Pemuka Agama.

“Karena permasalahan radikal terorisme adalah tanggung jawab bersama seluruh lapisan elemen bangsa ini. Semua agama meyakini bahwasanya seseorang tidak akan menjadi sadar dan moderat tanpa hidayah dari Tuhan YME,” ungkap alumni Akpol tahun 1989 ini.

Mantan Kepala Bagian Banops Densus 88/Anti Teror Mabes Polri ini menyampaikan, semua tokoh pemuka agama hendaknya lebih menonjolkan hal-hal yang sifatnya spiritual yang tercerminkan dalam perilaku akhlakuk karimah, serta terus menyampaikan hal-hal baik tersebut kepada umat.

“Perlu disampaikan kepada umat, bahwa semua aksi radikalisme dan terorisme tidak ada kaitannya dengan agama apa pun tapi terkait dengan pemahaman dan cara beragama yang menyimpang,” ungkap mantan Kapolres Gianyar ini.

Meurut dia, aksi radikalisme adalah musuh semua agama karena semua aksi terorisme dan radikalisme sangat bertentangan dengan nilai-nilai dan prinsip agama yang mewajibkan persatuan, perdamaian, rahmatan lil’alamin.

“Sehingga aksi terorisme dan radikalisme ini dapat menimbulkan fitnah, perpecahan dan juga menjadi musuh negara. Karena hal tersebut bertentangan dengan konsesus atau perjanjian bangsa ini yaitu Pancasila,” ujarnya.

Sementara itu Sekjen LPOI Denny Sanusi dalam sambutannya menyampaikan harapannya untuk sinergi antara LPOI dan LPOK bersama Badan Nasional Penanggulangan Terorisme yang ke depannya diharapkan dapat melakukan sosialisasi di bagian bawah terutama pada komunitas keagamaan masing-masing dan memberikan pengertian betapa berbahayanya paham radikalisme dan terorisme ini.

“Ajaran agama merupakan ajaran penuh kasih sayang, tidak ada ajaran agama yang mengajarkan hal negatif kalaupun ada, itu hanya oknum. Sehingga radikalisme adalah musuh kita bersama,” ungkap Denny

Wakil Ketua Pembina Pengurus Pusat Persatuan Tarbiyah Islamiyah (PP Perti) KH Anwar Sanusi berharap melalui Gugus Tugas Pemuka Agama ini, bisa mencegah adanya paham radikal terorisme di masyarakat yang sengaja dilakukan oleh oknum tertentu yang miskin terhadap spiritual.
(dam)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
Densus Ungkap 247 Anak...
Densus Ungkap 247 Anak Terpapar Radikalisme dan Kekerasan Sepanjang 2026
Prabowo Terbitkan Perpres...
Prabowo Terbitkan Perpres Pencegahan dan Penanggulangan Ekstremisme Mengarah Terorisme
Kasus Penyiraman Air...
Kasus Penyiraman Air Keras ke Aktivis KontraS, Prabowo: Ini Terorisme, Tindakan Biadab Harus Diusut
Sinergi Sekolah-Densus...
Sinergi Sekolah-Densus 88: Perkuat Guru sebagai Lini Terdepan Pelindung Remaja dari Radikalisme
Dampak Nyata Perang...
Dampak Nyata Perang Iran dan AS-Israel Terhadap Keamanan Indonesia
Zero Terrorist Attack...
Zero Terrorist Attack di Era Jenderal Listyo Sigit Prabowo, Lemkapi: Pencapaian Besar Polri
Dosen UIN Sunan Ampel:...
Dosen UIN Sunan Ampel: Dana Asing Tak Dilarang tapi Negara Wajib Mengawasi
Polda Riau Perkuat Kolaborasi...
Polda Riau Perkuat Kolaborasi Strategis dengan Polis Malaysia Tangani Narkoba hingga Terorisme
Terhubung dengan Radikalisme,...
Terhubung dengan Radikalisme, Telegram Memblokir Hampir 190.000 Akun Berbahaya
Rekomendasi
AS-Iran Berdamai, Harga...
AS-Iran Berdamai, Harga Minyak Terjun Bebas ke Bawah USD80 per Barel
Mulai Tahun Depan, Grammy...
Mulai Tahun Depan, Grammy Awards Tambah Kategori Musik Pop Asia
Kasus Andrie Yunus,...
Kasus Andrie Yunus, Koordinator Kontras Penuhi Panggilan Polda Metro Jaya
Berita Terkini
Mengapa Pendonor Darah...
Mengapa Pendonor Darah Kita Tidak Kembali?
Evita: Ekspor Satu Pintu...
Evita: Ekspor Satu Pintu Harus Jadi Instrumen Hilirisasi, Bukan Ubah Jalur Penjualan
Profil Letjen TNI (Purn)...
Profil Letjen TNI (Purn) Setyo Sularso yang Dikait-kaitkan dengan Tiyo Ardianto
Dari SPBU ke Meja Makan:...
Dari SPBU ke Meja Makan: Rantai Dampak Kenaikan BBM terhadap Kesejahteraan
Said Didu ke Presiden...
Said Didu ke Presiden Prabowo: Kawan Bapak Tuh Ada di Luar, Bukan di Dalam
Pesan Said Didu untuk...
Pesan Said Didu untuk Prabowo: Waktu Melakukan Akomodasi Politik Sudah Lewat
Infografis
Fatwa MUI: Salam Lintas...
Fatwa MUI: Salam Lintas Agama Bukanlah Makna Toleransi
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved