Keterisian Tempat Tidur RS Naik 14,2%, Satgas: Ini Alarm Keras untuk Kita
Jum'at, 28 Mei 2021 - 18:38 WIB
loading...
A
A
A
"Banten mengalami kenaikan 21,2% dari yang sebelumnya pada 20 Mei sebesar 816 menjadi 959 tempat tidur isolasi terisi pada tanggal 26 Mei. Dan Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY) mengalami kenaikan 18,18% dari yang sebelumnya pada tanggal 21 mei sebesar 495 menjadi 585 tempat tidur isolasi terisi pada tanggal 26 Mei," lanjutnya.
Wiku mengatakan peningkatan keterisian tempat tidur di RS ini menandakan adanya kenaikan kasus covid-19 pada enam hari terakhir. Utamanya kasus yang membutuhkan perawatan di ruang isolasi baik di tingkat nasional maupun di 5 provinsi ini. Artinya, peningkatan kasus covid-19 juga terjadi pada pasien dengan gejala sedang hingga berat, sehingga membutuhkan ruang isolasi.
Baca juga: Update Covid-19: 1.803.361 Orang Positif, 1.654.557 Sembuh, dan 50.100 Meninggal
"Ini adalah alarm keras untuk kita semua. Terutama untuk provinsi-provinsi yg berada di Pulau Jawa. Data keterpakaian tempat tidur di ruang isolasi ini melengkapi data-data yang telah saya sampaikan sebelumnya. Bahwa meskipun data pada minggu kedua pasca Libur Idul Fitri belum sepenuhnya dapat kita lihat, namun baik dari kasus positif, kasus aktif, mobilitas penduduk kembali ke Jabodetabek maupun keterpakaian tempat tidur di ruang isolasi sudah mulai menunjukkan tren kenaikan," katanya.
Wiku mengatakan peningkatan keterisian tempat tidur di RS ini menandakan adanya kenaikan kasus covid-19 pada enam hari terakhir. Utamanya kasus yang membutuhkan perawatan di ruang isolasi baik di tingkat nasional maupun di 5 provinsi ini. Artinya, peningkatan kasus covid-19 juga terjadi pada pasien dengan gejala sedang hingga berat, sehingga membutuhkan ruang isolasi.
Baca juga: Update Covid-19: 1.803.361 Orang Positif, 1.654.557 Sembuh, dan 50.100 Meninggal
"Ini adalah alarm keras untuk kita semua. Terutama untuk provinsi-provinsi yg berada di Pulau Jawa. Data keterpakaian tempat tidur di ruang isolasi ini melengkapi data-data yang telah saya sampaikan sebelumnya. Bahwa meskipun data pada minggu kedua pasca Libur Idul Fitri belum sepenuhnya dapat kita lihat, namun baik dari kasus positif, kasus aktif, mobilitas penduduk kembali ke Jabodetabek maupun keterpakaian tempat tidur di ruang isolasi sudah mulai menunjukkan tren kenaikan," katanya.
(abd)
Lihat Juga :