WHO Bagi Dalam 2 Kelompok 54 Mutasi COVID-19 yang Ditemukan di Indonesia

Jum'at, 28 Mei 2021 - 11:35 WIB
loading...
WHO Bagi Dalam 2 Kelompok...
Kementerian Kesehatan (Kemenkes) mengungkapkan 54 temuan varian baru mutasi COVID-19 di Indonesia. Varian tersebut dikategorikan sebagai ‘Variant of Concern (VoC)’ atau varian yang diwaspadai. Foto/SINDOnews
A A A
JAKARTA - Kementerian Kesehatan (Kemenkes) mengungkapkan 54 temuan varian baru mutasi COVID-19 di Indonesia. Varian tersebut dikategorikan sebagai ‘Variant of Concern (VoC)’ atau varian yang diwaspadai. Varian tersebut yakni dari Inggris B117, Varian Afrika Selatan B1351, Varian India B1617, dan P1 dari Brazil.

Mantan Direktur World Health Organization (WHO) Asia Tenggara dan mantan Dirjen P2P Kemenkes, Tjandra Yoga Aditama pun menjelaskan hasil temuan Kemenkes tentang varian baru yang ada di Indonesia tersebut. Baca juga: Putri Thailand Izinkan Impor Vaksin COVID-19 setelah Publik Marah

Tjandra mengatakan WHO membagi dalam dua kelompok, yaitu “Variant of Interest (VOI)” yang terdiri dari 6 varian, serta “Variant of Concern (VOC)” yang amat perlu jadi perhatian kita bersama, terdiri dari 4 varian yaitu B117, B1351, B1617 dan B11281 atau P1, tiga yang pertama sudah ada di Indonesia.

“Pengelompokan sebagai “Variant of High Consequence (VOHC)” bukanlah dibuat oleh WHO tetapi merupakan klasifikasi dari “Center of Diseases Control (CDC)” Amerika Serikat,” ungkap Tjandra dalam keterangan yang diterima, Jumat (28/5/2021).

Tjandra mengatakan keempat VOC memang menunjukkan peningkatan penularan (increase transmissibility), bahkan yang B117 juga disebut meningkatkan “secondary attack rate”.

Sementara itu, Tjandra mengatakan untuk dampak pada beratnya penyakit pada dasarnya belum sepenuhnya terkonfirmasi secara penuh. “Hanya memang data yang ada sejauh ini menunjukkan bahwa B117 mungkin meningkatkan risiko dirawat di rumah sakit, penyakit menjadi berat serta terjadinya kematian.”

“B1351 disebutkan mungkin meningkatkan risiko kematian ketika dalam perawatan di rumah sakit serta yang varian B11281 atau P1 juga mungkin meningkatkan risiko jadi dirawat di rumah sakit,” sambungnya.

Untuk varian B1617, Tjandra melanjutkan sejauh ini masih dalam penelitian (under investigation). “Penelitian di 7 negara Eropa menunjukkan peningkatan bermakna angka masuk rumah sakit dan masuk ICU pada mereka yang tertular oleh satu dari 3 VOC (B117, B1351 dan P.1),” paparnya.

Sementara, Tjandra menjelaskan tentang dampak varian baru pada pemeriksaan diagnosis COVID-19 yang varian B117 dinyatakan WHO sebagai nampaknya ada sedikit dampak terbatas pada PCR, yaitu “S gene target failure (SGTF)” tapi tidak ada dampak pada keseluruhan pemeriksaan PCR yang menggunakan beberapa target sekaligus, seperti yang banyak dipakai di Indonesia. Baca juga: Prabowo Maju Bersama PDIP, Nasdem: Semakin Dini Koalisi Semakin Bagus

“Jadi, secara umum PCR tetap bisa dapat digunakan. Varian B117 ini juga sejauh ini tidak berdampak pada kemampuan test dengan rapid antigen. Untuk yang varian B1351 maka WHO menyatakan sejauh ini tidak ada dampak pada efektifitas pemeriksaan PCR dan juga rapid antigen, sementara untuk B11281 atau P1 dan B1617 dinyatakan sejauh ini belum ada laporan ilmiah yang tersedia,” tegasnya.
(kri)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
BPOM dan WHO Perkuat...
BPOM dan WHO Perkuat Kolaborasi Pengawasan Obat dan Makanan
Kepala BPOM Beberkan...
Kepala BPOM Beberkan Capaian WHO Listed Authority di National University of Singapore
Prabowo Dukung Penuh...
Prabowo Dukung Penuh Sasakawa Foundation Berantas Kusta di Indonesia
Dubes Kehormatan WHO...
Dubes Kehormatan WHO Yohei Sasakawa Minta Penderita Kusta Tak Didiskriminasi
BPOM Resmi Ditetapkan...
BPOM Resmi Ditetapkan sebagai Otoritas Terdaftar WHO
Muhammadiyah Jadi EMT...
Muhammadiyah Jadi EMT Pertama di Indonesia Terverifikasi Standar Internasional WHO
Kepala WHO Kunjungi...
Kepala WHO Kunjungi Pusat Wabah Ebola
Disebut Calon Kuat Jadi...
Disebut Calon Kuat Jadi Direktur Jenderal WHO, Menkes Budi: Saya akan Konfirmasi
Kepala WHO Peringatkan...
Kepala WHO Peringatkan Lebih Banyak Kasus Hantavirus akan Muncul
Rekomendasi
Ketua PMI Jakpus Apresiasi...
Ketua PMI Jakpus Apresiasi Dukungan MNC Peduli di Jumtek PMR dan Relawan 2026
Portugal Difavoritkan,...
Portugal Difavoritkan, Ronaldo Dituntut Pecah Telur
Disambut Antusias! 86...
Disambut Antusias! 86 SD Ikuti Audisi Liga Bintang Juara GTV di Depok
Berita Terkini
Asfinawati: Ujaran Kebencian...
Asfinawati: Ujaran Kebencian dalam HAM Menyangkut Ras hingga Agama Bukan Orang per Orang
UBK Keluarkan 9 Poin...
UBK Keluarkan 9 Poin Pernyataan usai Ketua BEM FH Abdimaludin Terima Uang Rp20 Juta
Haul Akbar Ploso, Gus...
Haul Akbar Ploso, Gus Muhaimin: Jangan Hanya Menonton, Santri Harus Jadi Solusi Bangsa
Tiyo UGM Dilaporkan...
Tiyo UGM Dilaporkan ke Polisi, Ray Rangkuti: Harusnya Orang Jahat yang Dihukum Bukan yang Berpikir
Berkas Perkara Roy Suryo...
Berkas Perkara Roy Suryo dan Dokter Tifa Dilimpahkan ke PN Jakarta Timur
Berkas Perkara 3 Pejabat...
Berkas Perkara 3 Pejabat Bea Cukai Dilimpahkan ke Pengadilan, Segera Disidang
Infografis
19 Kampus Indonesia...
19 Kampus Indonesia yang Peringkat Dunianya Melonjak di QS WUR 2026
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved