Kepala BMKG Ungkap Data Terbaru, Sebulan Terjadi 600 Kali Gempa di Indonesia
Jum'at, 28 Mei 2021 - 09:45 WIB
loading...
A
A
A
"Tetapi kenapa menjadi perhatian? Karena kami belajar berbagai kejadian gempa besar dan merusak seperti di Aceh ya waktu itu yang mengakibatkan tsunami, kemudian juga di Yogyakarta tahun 2006, Aceh 2004 Desember, kemudian Yogyakarta 2006, Pangandaran juga dan yang baru saja akhir-akhir ini yang ada di Lombok, di Palu, nah itu semua tidak mendadak seketika terjadi gempa."
Kata Dwikorita, semua selalu diawali dengan gempa-gempa kecil yang kadang yang bisa merasakan hanya alat. "Kurang dari 5, bahkan kurang dari 4. Tapi jumlahnya frekuensinya dalam satu bulan bisa lebih dari 100 kali," kata Dwikorita.
Fenomena ini, kata Dwikorita, sedang diamati dan dianalisis. Sebab, gempa-gempa kecil yang meningkat maka akan diikuti oleh gempa besar yang merusak. "Kami analisis dan ternyata di wilayah Jawa Timur itu pun juga mengalami peningkatan gempa-gempa kecil, sebelum terjadi gempa yang kekuatannya 6 kemarin, jadi kami udah curiga sejak akhir tahun. Oleh karena itu sejak awal tahun kami melakukan survei."
Kata Dwikorita, semua selalu diawali dengan gempa-gempa kecil yang kadang yang bisa merasakan hanya alat. "Kurang dari 5, bahkan kurang dari 4. Tapi jumlahnya frekuensinya dalam satu bulan bisa lebih dari 100 kali," kata Dwikorita.
Fenomena ini, kata Dwikorita, sedang diamati dan dianalisis. Sebab, gempa-gempa kecil yang meningkat maka akan diikuti oleh gempa besar yang merusak. "Kami analisis dan ternyata di wilayah Jawa Timur itu pun juga mengalami peningkatan gempa-gempa kecil, sebelum terjadi gempa yang kekuatannya 6 kemarin, jadi kami udah curiga sejak akhir tahun. Oleh karena itu sejak awal tahun kami melakukan survei."
(zik)
Lihat Juga :