Hadapi PPDB dan PMT, Kemendikbud Ristek Diminta Bersiap Sejak Dini

Selasa, 25 Mei 2021 - 12:56 WIB
loading...
Hadapi PPDB dan PMT,...
Ketua Komisi X DPR RI Syaiful Huda. Dok SINDONEWS
A A A
JAKARTA – Menjelang tahun ajaran baru, Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan Riset Teknologi (Kemendikbud Ristek) mempunyai dua agenda besar Penerimaan Peserta Didik Baru (PPDB) dan pembukaan sekolah untuk pembelajaran tatap muka (PMT). Kemendikbud Ristek pun diminta bersiap sejak dini agar dua agenda besar tersebut bisa berjalan lancar.

“Tahun ajaran baru tahun ini harus disiapkan dengan baik karena ada dua agenda besar yakni PPDB dan rencana pembukaan sekolah untuk PMT. Kami berharap agar dua agenda tersebut dikawal baik dari sisi regulasi hingga pelaksanaan di lapangan sehingga tidak merugikan peserta didik,” ujar Ketua Komisi X DPR RI Syaiful Huda, Selasa (25/5/2021).

Dia menjelaskan agenda PPDB di tahun-tahun lalu sering memicu polemik di masyarakat. Menurutnya ada banyak penyebab kekisruhan PPDB mulai dari lemahnya kordinasi antara Kemendikbud Ristek dan Dinas Pendidikan terkait kejelasan regulasi, lemahnya pengawasan, hingga masih ditemukannya keterlibatan oknum tenaga kependidikan dalam kongkalikong penerimaan siswa baru. “Berbagi celah kelemahan ini harus diantisipasi sejak dini penangannya sehingga tahun ini hal-hal tersebut tahun ini tidak terjadi lagi,” katanya. (Baca Juga:Dibuka 7 Juni, Pantau Nih Tiga Posko PPDB 2021 di Jakarta Utara)

Momentum PPDB, lanjut Huda merupakan fase penting bagi seorang peserta didik. Banyak wali murid yang berlomba mencari sekolah terbaik bagi anak-anak mereka mengingat ketimpangan kualitas penyelenggara Pendidikan yang hingga hari ini masih terjadi. Oleh karena itu mereka akan sangat sensitive jika menerima informasi adanya ketidakadilan dalam proses penerimaan peserta didik baru. “Program zonasi sebenarnya bertujuan untuk memimalkan jurang ketimpangan antara sekolah favorit dan non-favorit. Namun sampai saat ini stigma favorit dan non-favorit masih ada sehingga sebisa mungkin proses PPDB dijalan secara fair, transparan, dan akuntabel,” katanya. (Baca Juga:Tahun Ini Ada Kuota Zonasi 10% pada PPDB Jenjang SMK)

Selain PPDB, kata Huda, Juli nanti ditargetkan dilakukan pembukaan sekolah untuk pembelajaran tatap muka. Agenda ini juga membutuhkan persiapan matang mengingat masih belum sepenuhnya pandemic Covid-19 terkendali. Apalagi saat ini di beberapa negara seperti Malaysia, Thailanda, Singapura, hingga India terjadi gelombang kedua serangan pandemi Covid-19. “Kita juga sedang menghadapi potensi penambahan kasus aktif mengingat tingginya mobilitas warga saat libur lebaran. Situasi ini juga membutuhkan persiapan matang sehingga target pembukaan sekolah bisa dilaksanakan tepat waktu,” katanya.

Huda mengungkapkan agenda mendesak untuk pembukaan sekolah adalah penuntasan vaksinasi untuk lima juta guru, melengkapi sarana prasarana Kesehatan di sekolah, hingga standar operasional prosedur pembelajaran tatap muka di kala pandemi. Selain itu simulasi-simulai PTM juga harus dilakukan sehingga peserta didik akan aman saat tiba hingga pulang sekolah. “Kami berharap PTM bisa dilakukan mengingat banyak dampak negatif ketika sekolah tidak segera dibuka,” katanya.

Politikus PKB ini berharap Kemendikbud Ristek pro aktif untuk berkoordinasi dengan Dinas Pendidikan baik di tingkat provinsi maupun kabupaten/kota untuk menyukseskan dua agenda tersebut. Sebagai regulator Pendidikan di daerah, Dinas Pendidikan akan menjadi ujung tombak dalam menyukseskan PPDB maupun pembukaan sekolah untuk PTM. “Koordinasi yang kuat antara Kemendikbud Ristek dan Dinas Pendidikan akan menjadi kunci bagi kesuksesan PPDB maupun PTM karena memang banyak yang harus disiapkan,” katanya.
(war)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
AMI: Kebudayaan sebagai...
AMI: Kebudayaan sebagai Solusi Krisis Kepribadian Bangsa
Komisi X DPR RI Minta...
Komisi X DPR RI Minta Pemerintah Tak Pangkas Dana Pendidikan
Tragedi Siswa SD di...
Tragedi Siswa SD di NTT Bunuh Diri karena Orang Tua Tak Mampu Beli Buku dan Pena, Alarm Keras Bagi Negara
Kunjungi BRIN, Verrell...
Kunjungi BRIN, Verrell Bramasta: Komisi X Komitmen Kawal Kebijakan Riset dan Inovasi
Tutup 2025, Kinerja...
Tutup 2025, Kinerja Anggota X DPR Verrell Bramasta Diapresiasi Publik
Tanggap Darurat Bencana,...
Tanggap Darurat Bencana, DPR Apresiasi Berbagai Inovasi BRIN
Salah Fatal, Komisi...
Salah Fatal, Komisi X DPR Desak Lomba Cerdas Cermat 4 Pilar MPR Diulang
Kunjungi Tiga Kabupaten...
Kunjungi Tiga Kabupaten di Jabar, Anggota DPR Verrell Cek Fasilitas Pendidikan
Desak UI Tindak Tegas,...
Desak UI Tindak Tegas, DPR Minta Pelaku Chat Mesum FHUI Dijerat UU TPKS
Rekomendasi
Penasihat Militer Mojtaba...
Penasihat Militer Mojtaba Khamenei: Iran Siap Ubah Israel Jadi Neraka Jika Beirut Diinvasi
Terungkap, Israel Kerahkan...
Terungkap, Israel Kerahkan Pasukan Elite ke Azerbaijan untuk Perang Melawan Iran
Iran Klaim Tembakkan...
Iran Klaim Tembakkan Rudal ke Arah 2 Kapal Perang AS, tapi Disangkal Amerika
Berita Terkini
Silmy Karim Cs Ditahan...
Silmy Karim Cs Ditahan KPK, DPR Bakal Minta Penjelasan Kemenimipas
Minta Masukan RUU Pemilu,...
Minta Masukan RUU Pemilu, DPR Bakal Kunjungi Parpol Parlemen dan Nonparlemen
Prabowo Kenang Hari...
Prabowo Kenang Hari Lahir Soekarno Lewat Potret Sang Proklamator
Kasus Dadan Cs, Saut...
Kasus Dadan Cs, Saut Situmorang: Semua hingga Eselon Terkecil Harus Bertanggung Jawab
Pigai Usul Jabatan Utama...
Pigai Usul Jabatan Utama Polri Bisa Diisi Sipil, Sahroni: Urusin HAM Saja
Revisi UU Polri: Batas...
Revisi UU Polri: Batas Usia dan Syarat Anggota Kompolnas Diusulkan Lebih Fleksibel
Infografis
5 Buah Rendah Gula yang...
5 Buah Rendah Gula yang Aman untuk Diet, Tetap Manis dan Menyegarkan
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved