Inovasi Polri Terkait ETLE Dinilai Sakti dan Efektif
Minggu, 23 Mei 2021 - 16:28 WIB
loading...
A
A
A
Hanya dalam beberapa hari sejak pengoperasian, ETLE merekam 1.500 pelanggaran di Palembang, serta banyak lagi catatan lain dari seluruh Indonesia yang menegaskan betapa efektifnya ETLE. "Di Riau, ETLE bahkan merekam tiga oknum polisi, salah satunya perwira berpangkat Kompol sedang nyabu di dalam mobil," kata Nurkhasanah.
Dengan demikian, kata Nurkhasanah, ETLE tidak hanya merekam pelanggaran lalu lintas, melainkan pula merekam terjadinya tindak pidana yang meresahkan dan mengganggu keamanan masyarakat.
Untuk itu, sebagai mahasiswa dan milenial Indonesia, Nurkhasanah menyatakan apresiasi dan salut atas gebrakan Polri dalam inovasi tersebut.
"Semua ini tak bisa dilepaskan dari sosok Kapolri Listyo Sigit Prabowo, sebagai pemberi arah semua langkah inovasi Polri serta Kepala Korlantas Polri Irjen Pol Istiono yang mengimplementasikan Program 100 Hari Kapolri ini," ucapnya.
Diketahui, beberapa waktu lalu Kakorlantas Polri Irjen Pol Istiono mengungkapkan jajaran Korlantas masih terus bekerja agar penerapan ETLE bisa rampung di 34 Polda se-Indonesia. Dia mengatakan, sistem tilang elektronik terintegrasi dari Polres, Polda, hingga Korlantas Polri.
"Secara teknis di lapangan kita terus bekerja untuk merampungkan program ini secara bertahap hingga 34 polda nanti terpasang semua. Di semua titik yang perlu kita pasang e-TLE tentunya berdasarkan maping dan analisis kita. Titik mana yang paling krusial dan perlu kita pasang ETLE di situ," ujar Istiono, Selasa (23/3/21).
"Penerapan tilang elektronik sudah berlaku di 12 polda di Indonesia. Terdapat 244 kamera pemantau baru yang terpasang. Lalu tahap berikutnya dipasang di 10 Polda," ucapnya.
Menurut Nurkhasanah, sebenarnya dalam kacamata makro, dengan ETLE , hal itu membuktikan suksesnya 100 hari pertama kepemimpinan Jenderal Listyo Sigit sebagai Kapolri.
"Kalau secara kasar, bahkan kita bisa mengatakan, dengan ETLE 100 hari kepemimpinan Kapolri telah menunjukkan wajah Polri yang transformatif, adaptif dan renovatif terhadap perkembangan zaman, terutama teknologi, disamping pencapaian lainnya seperti Aplikasi SIM Online Presisi dan E Pengaduan Masyarakat serta Nomor Kontak kedaruratan 110," jelas Nurkhasanah.
Ia menyebutkan, yang menonjol dalam kepemimpinan Kapolri dalam menakhodai Polri adalah bagaimana Kapolri menunjukkan sudah waktunya Polri mengoptimalkan teknologi untuk melaksanakan amanah lembaga itu melayani dan melindungi masyarakat.
Dengan demikian, kata Nurkhasanah, ETLE tidak hanya merekam pelanggaran lalu lintas, melainkan pula merekam terjadinya tindak pidana yang meresahkan dan mengganggu keamanan masyarakat.
Untuk itu, sebagai mahasiswa dan milenial Indonesia, Nurkhasanah menyatakan apresiasi dan salut atas gebrakan Polri dalam inovasi tersebut.
"Semua ini tak bisa dilepaskan dari sosok Kapolri Listyo Sigit Prabowo, sebagai pemberi arah semua langkah inovasi Polri serta Kepala Korlantas Polri Irjen Pol Istiono yang mengimplementasikan Program 100 Hari Kapolri ini," ucapnya.
Diketahui, beberapa waktu lalu Kakorlantas Polri Irjen Pol Istiono mengungkapkan jajaran Korlantas masih terus bekerja agar penerapan ETLE bisa rampung di 34 Polda se-Indonesia. Dia mengatakan, sistem tilang elektronik terintegrasi dari Polres, Polda, hingga Korlantas Polri.
"Secara teknis di lapangan kita terus bekerja untuk merampungkan program ini secara bertahap hingga 34 polda nanti terpasang semua. Di semua titik yang perlu kita pasang e-TLE tentunya berdasarkan maping dan analisis kita. Titik mana yang paling krusial dan perlu kita pasang ETLE di situ," ujar Istiono, Selasa (23/3/21).
"Penerapan tilang elektronik sudah berlaku di 12 polda di Indonesia. Terdapat 244 kamera pemantau baru yang terpasang. Lalu tahap berikutnya dipasang di 10 Polda," ucapnya.
Menurut Nurkhasanah, sebenarnya dalam kacamata makro, dengan ETLE , hal itu membuktikan suksesnya 100 hari pertama kepemimpinan Jenderal Listyo Sigit sebagai Kapolri.
"Kalau secara kasar, bahkan kita bisa mengatakan, dengan ETLE 100 hari kepemimpinan Kapolri telah menunjukkan wajah Polri yang transformatif, adaptif dan renovatif terhadap perkembangan zaman, terutama teknologi, disamping pencapaian lainnya seperti Aplikasi SIM Online Presisi dan E Pengaduan Masyarakat serta Nomor Kontak kedaruratan 110," jelas Nurkhasanah.
Ia menyebutkan, yang menonjol dalam kepemimpinan Kapolri dalam menakhodai Polri adalah bagaimana Kapolri menunjukkan sudah waktunya Polri mengoptimalkan teknologi untuk melaksanakan amanah lembaga itu melayani dan melindungi masyarakat.
Lihat Juga :