Kutuk Israel, IHA dan Tokoh Penggerak Aksi Kemanusiaan Lintas Agama Siap Beri Bantuan Kemanusiaan untuk Palestina
Selasa, 18 Mei 2021 - 15:05 WIB
loading...
Indonesian Humanitarian Alliance (IHA) bersama Tokoh Penggerak Aksi Kemanusiaan Lintas Agama menggelar konferensi pers untuk menyikapi konflik antara Israel dan Palestina yang tengah memanas sejak Jumat (7/5/21). Foto/Istimewa
A
A
A
JAKARTA - Indonesian Humanitarian Alliance (IHA) bersama Tokoh Penggerak Aksi Kemanusiaan Lintas Agama menggelar konferensi pers untuk menyikapi konflik antara Israel dan Palestina yang tengah memanas sejak Jumat (7/5/2021). Konferensi pers secara daring dan luring ini digelar di Sofyan Hotel Cut Meutia pada Selasa (18/5/2021).
Konferensi pers ini dihadiri oleh Organisasi Kemasyarakatan dan Lembaga Swadaya Masyarakat (Ormas/LSM) yang tergabung dalam Indonesian Humanitarian Alliance (IHA) dan Tokoh Penggerak Aksi Kemanusiaan Lintas Agama. Ormas/LSM yang tergabung dalam IHA pada kesempatan ini memberikan respons serta mengeluarkan pernyataan sikap terhadap konflik yang terjadi.
Baca juga: Israel Klaim Bunuh Lebih dari 150 Militan Gaza Semalam
"Kami berharap dengan pernyataan sikap terhadap konflik Israel-Palestina ini setidaknya dapat mendorong rekan-rekan dari Organisasi Masyarakat Sipil, Lembaga Kemanusiaan dan Tokoh Penggerak Aksi Kemanusiaan Lintas Agama untuk dapat turut menyuarakan penghentian konflik karena telah menyebabkan jatuhnya banyak korban dari warga sipil di Palestina. Semua pihak yang bertikai harus segera menghentikan kekerasan dan penyerangan yang dapat menimbulkan jatuhnya korban jiwa masyarakat sipil khususnya anak- anak, kaum perempuan dan kelompok rentan lainnya," kata Budi Setiawan, Ketua Muhammadiyah Disaster Management Center.
Senada, Heru Susetyo dari Pusat Advokasi Hak Asasi Manusia mendesak agar konflik tidak menjadikan masyarakat sipil yang tidak bersenjata (non combatan) dan fasilitas publik seperti rumah sakit, sekolah, dan rumah ibadah menjadi sasaran. Diberitakan beberapa hari sebelumnya juga terjadi penyerangan gedung tempat beraktivitasnya media-media yang ada di Jalur Gaza.
Jika dilihat ke belakang, konflik Israel dan Palestina sebenarnya sudah lama terjadi, namun semakin memanas sejak adanya pengusiran warga Palestina yang bermukim di Sheikh Jarrah dan berlanjut dengan serangan terhadap Jalur Gaza pada Jumat (7/5/2021). Jumlah korban yang tewas di Jalur Gaza sampai saat ini pun sudah mencapai 192 jiwa termasuk 58 di antaranya adalah anak-anak. Selain itu, 10 orang penduduk Palestina juga tewas pada kekerasan yang terjadi di Tepi Barat.
Baca juga: Kebobolan Roket Hamas, Ini Kelemahan Sistem Rudal Iron Dome Israel
Konferensi pers ini dihadiri oleh Organisasi Kemasyarakatan dan Lembaga Swadaya Masyarakat (Ormas/LSM) yang tergabung dalam Indonesian Humanitarian Alliance (IHA) dan Tokoh Penggerak Aksi Kemanusiaan Lintas Agama. Ormas/LSM yang tergabung dalam IHA pada kesempatan ini memberikan respons serta mengeluarkan pernyataan sikap terhadap konflik yang terjadi.
Baca juga: Israel Klaim Bunuh Lebih dari 150 Militan Gaza Semalam
"Kami berharap dengan pernyataan sikap terhadap konflik Israel-Palestina ini setidaknya dapat mendorong rekan-rekan dari Organisasi Masyarakat Sipil, Lembaga Kemanusiaan dan Tokoh Penggerak Aksi Kemanusiaan Lintas Agama untuk dapat turut menyuarakan penghentian konflik karena telah menyebabkan jatuhnya banyak korban dari warga sipil di Palestina. Semua pihak yang bertikai harus segera menghentikan kekerasan dan penyerangan yang dapat menimbulkan jatuhnya korban jiwa masyarakat sipil khususnya anak- anak, kaum perempuan dan kelompok rentan lainnya," kata Budi Setiawan, Ketua Muhammadiyah Disaster Management Center.
Senada, Heru Susetyo dari Pusat Advokasi Hak Asasi Manusia mendesak agar konflik tidak menjadikan masyarakat sipil yang tidak bersenjata (non combatan) dan fasilitas publik seperti rumah sakit, sekolah, dan rumah ibadah menjadi sasaran. Diberitakan beberapa hari sebelumnya juga terjadi penyerangan gedung tempat beraktivitasnya media-media yang ada di Jalur Gaza.
Jika dilihat ke belakang, konflik Israel dan Palestina sebenarnya sudah lama terjadi, namun semakin memanas sejak adanya pengusiran warga Palestina yang bermukim di Sheikh Jarrah dan berlanjut dengan serangan terhadap Jalur Gaza pada Jumat (7/5/2021). Jumlah korban yang tewas di Jalur Gaza sampai saat ini pun sudah mencapai 192 jiwa termasuk 58 di antaranya adalah anak-anak. Selain itu, 10 orang penduduk Palestina juga tewas pada kekerasan yang terjadi di Tepi Barat.
Baca juga: Kebobolan Roket Hamas, Ini Kelemahan Sistem Rudal Iron Dome Israel
Lihat Juga :