BPIP Maknai Perbedaan adalah Keindahan dan Sebuah Keniscayaan
Rabu, 12 Mei 2021 - 15:00 WIB
loading...
A
A
A
"Untuk menyelesaikan persoalan ini tak mungkin dikerjakan sendiri-sendiri. Harus dilakukan bersama-sama," kata Sudhamek.
Ia mengatakan, ada tiga pintu masuk yang bisa ditindaklanjuti antara BPIP dan PHDI setelah silaturahim ini. Tiga pintu masuk itu adalah kemanusiaan atau kebhinekaan, pendidikan, dan sosial ekonomi. Pendekatan pendidikan ini dianggap powerfull untuk mengubah paradigma manusia. Dari paradigma yang destruktif menjadi paradigma yang baik seperti gotong royong.
"Tiga pintu itu pada intinya akan menuju ruang yang sama yaitu, kemanusiaan, persatuan, dan keadilan sosial. Sila yang relevan kita wujudkan," ucap Sudhamek.
Acara silaturahmi ini dihadiri Kepala BPIP Yudian Wahyudi, dan Ketua Umum PHDI Mayjen TNI (Purn) Wisnu Bawa Tenaya. Ikut mendampingi dalam acara Deputi I BPIP Prakoso, Deputi II BPIP K.A. Tajuddin, dan Deputi IV BPIP Baby Siti Salamah. Acara juga dihadiri anggota Dewan Pengarah BPIP yakni Try Soetrisno dan Sudhamek Agoeng secara online.
Kepala BPIP Yudian Wahyudi menjelaskan mengenai pentingnya mengelola perbedaan. Ia bercerita dulu ada sebuah negara adi kuasa, yang memiliki wilayah yang luas dan teknologi militer yang canggih. Tapi usia negara tersebut hanya sampai beberapa tahun. Negara tersebut runtuh tanpa berperang.
Ia mengatakan, ada tiga pintu masuk yang bisa ditindaklanjuti antara BPIP dan PHDI setelah silaturahim ini. Tiga pintu masuk itu adalah kemanusiaan atau kebhinekaan, pendidikan, dan sosial ekonomi. Pendekatan pendidikan ini dianggap powerfull untuk mengubah paradigma manusia. Dari paradigma yang destruktif menjadi paradigma yang baik seperti gotong royong.
"Tiga pintu itu pada intinya akan menuju ruang yang sama yaitu, kemanusiaan, persatuan, dan keadilan sosial. Sila yang relevan kita wujudkan," ucap Sudhamek.
Acara silaturahmi ini dihadiri Kepala BPIP Yudian Wahyudi, dan Ketua Umum PHDI Mayjen TNI (Purn) Wisnu Bawa Tenaya. Ikut mendampingi dalam acara Deputi I BPIP Prakoso, Deputi II BPIP K.A. Tajuddin, dan Deputi IV BPIP Baby Siti Salamah. Acara juga dihadiri anggota Dewan Pengarah BPIP yakni Try Soetrisno dan Sudhamek Agoeng secara online.
Kepala BPIP Yudian Wahyudi menjelaskan mengenai pentingnya mengelola perbedaan. Ia bercerita dulu ada sebuah negara adi kuasa, yang memiliki wilayah yang luas dan teknologi militer yang canggih. Tapi usia negara tersebut hanya sampai beberapa tahun. Negara tersebut runtuh tanpa berperang.
Lihat Juga :