Mutasi Baru Covid-19 Banyak Ditemukan Sulawesi, Kalimantan dan Bali
Senin, 10 Mei 2021 - 14:26 WIB
loading...
A
A
A
Dengan adanya mutasi baru virus corona yang masuk ke Indonesia, Budi mengimbau masyarakat menerapkan protokol kesehatan secara ketat dan disiplin. Selain itu, pemerintah akan terus memberlakukan PPKM Mikro di sejumlah daerah.
"Ini adalah cara yang paling baik untuk bisa mencegah penularan dari virus mutasi baru ini. Sekali lagi penerapan protokol kesehatan secara disiplin 3M dan juga penerapan protokol PPKM mikro secara disiplin adalah cara yang paling ampuh untuk mengontrol penularan ini," ucapnya.
Di sisi lain, pemerintah dalam hal ini Kemenkes akan terus melakukan genome sequencing untuk mendeteksi varian baru virus corona ini. Bila ditemukan, maka pemerintah akan langsung memonitor dan mengantisipasinya agar tidak cepat menyebar.
"Kami dari Kementerian Kesehatan akan melakukan genome sequencing secara lebih rapat di daerah-daerah yang sudah kita lihat ada mutasi baru untuk bisa dengan segera monitor pola penyebarannya sehingga kita bisa melakukan langkah-langkah isolasi atau langkah-langkah karantina yang tepat agar virus mutasi baru ini tidak cepat menyebar ke daerah-daerah lain," tutupnya.
"Ini adalah cara yang paling baik untuk bisa mencegah penularan dari virus mutasi baru ini. Sekali lagi penerapan protokol kesehatan secara disiplin 3M dan juga penerapan protokol PPKM mikro secara disiplin adalah cara yang paling ampuh untuk mengontrol penularan ini," ucapnya.
Di sisi lain, pemerintah dalam hal ini Kemenkes akan terus melakukan genome sequencing untuk mendeteksi varian baru virus corona ini. Bila ditemukan, maka pemerintah akan langsung memonitor dan mengantisipasinya agar tidak cepat menyebar.
"Kami dari Kementerian Kesehatan akan melakukan genome sequencing secara lebih rapat di daerah-daerah yang sudah kita lihat ada mutasi baru untuk bisa dengan segera monitor pola penyebarannya sehingga kita bisa melakukan langkah-langkah isolasi atau langkah-langkah karantina yang tepat agar virus mutasi baru ini tidak cepat menyebar ke daerah-daerah lain," tutupnya.
(muh)
Lihat Juga :