Di Balik Pertemuan AHY dan Anies, Pengamat: Tak Ada Calon Independen

loading...
Di Balik Pertemuan AHY dan Anies, Pengamat: Tak Ada Calon Independen
Kunjungan Ketua Umum Partai Demokrat, Agus Harimurti Yudhoyono (AHY) ke Gubernur DKI Jakarta, Anies Baswedan beberapa waktu lalu. Foto/SINDOnews
JAKARTA - Kunjungan Ketua Umum Partai Demokrat, Agus Harimurti Yudhoyono (AHY) ke Gubernur DKI Jakarta, Anies Baswedan beberapa waktu lalu, dinilai masih menarik untuk dibahas.

Baca juga: AHY Dinilai Tengah Membangun Simpati dari Loyalis Anies Baswedan

Seperti diungkapkan Direktur Eksekutif Indo Barometer, M Qodari menyatakan, dinamika politik menuju Pilpres 2024 sudah ditandai dengan munculnya aktivitas politik elite negeri ini.

"Katanya ketemu kangen dan nostalgia dan menurut saya ada pernyatan menarik di mana Anies terima kasih ke AHY di mana suara Demokrat di putaran kedua (Pilkada DKI Jakarta 2017) lari ke beliau (Anies)," ujar Qodari dalam diskusi bertajuk 'Capres 2024: Saling Intip Partai Politik' yang digelar secara virtual, Sabtu (8/5/2021).



Baca juga: Pertemuan Anies Baswedan-AHY Dinilai Jadi Penjajakan Awal

Qodari menegaskan, pertemuan AHY dan Anies di Kantor Balaikota DKI bentuk komunikasi politik paling nyata. Sementara, sebagian masyarakat kita ketika bicara mengenai Pilpres 2024, maka yang dibicarakan adalah elektabilitas calon. Qodari menganggap itu salah.

"Harusnya yang pertama (dibicarakan) parpol, enggak ada calon independen, semua harus lewat parpol. Berapa sih jumlah kursi persyaratan dikali 20 persen sama dengan 115 kursi, yang baru bisa memenuhi PDIP bisa maju sendiri tanpa ikut orang lain," ujarnya.

Baca juga: Elektabilitas Moncer, Anies Menggiurkan Dipasangkan dengan AHY

Sebab lanjut Qodari, jika asumsinya kepada elektabilitas calon, maka masing-masing hasil survei menyajikan temuan yang berbeda. Sebagai contoh, survei yang dirilis SMRC, Charta Politika dan Indikator Politik maka hanya ada beberapa nama saja yang jadi jawara survei yakni Prabowo Subianto, Ganjar Pranowo dan Anies Baswedan yang masuk tiga besar.

Uniknya jika survei dilakukan secara tertutup dan terbuka, nama Presiden Jokowi tetap muncul. "Saya ulangi kalau nama Jokowi dicantumkan haqul yakin tetap Jokowi, Litbang kompas satu Jokowi, Prabowo, Anies," tandasnya.
(maf)
preload video
TULIS KOMENTAR ANDA!
Top