Pulihkan Kondisi Nasional, Gagasan Sinergi Arsjad Rasjid Disambut Positif
Sabtu, 08 Mei 2021 - 16:57 WIB
loading...
Kalangan pengusaha menyambut baik gagasan Wakil Ketua Umum Kadin sekaligus calon Ketua Umum Kadin 2021-2026 Arsjad Rasjid, terkait mitra utama pemerintah. Foto/Istimewa
A
A
A
JAKARTA - Kalangan pengusaha menyambut baik gagasan Wakil Ketua Umum Kamar Dagang dan Industri Indonesia (Kadin) sekaligus calon Ketua Umum Kadin periode 2021-2026 Arsjad Rasjid terkait pentingnya peran Kadin untuk bisa ambil bagian menjadi mitra utama pemerintah guna mempercepat pemulihan nasional di tengah terpaan pandemi Covid-19.
Baca juga: Dampak Pandemi, Penyaluran Kredit Perbankan di Jawa Timur Minus
Pengusaha yang juga Ketua Umum Kadin Sumatera Barat Ramal Saleh mendukung gagasan Arsjad menjadikan Kadin sebagai mitra utama pemerintah dengan cara mengedepankan kolaborasi antara pengusaha baik dengan pemerintah pusat maupun daerah untuk menumbuhkan ekonomi.
Baca juga: Masih Banyak Pengusaha Terdampak Pandemi, Hipmi Bantu Pemulihan Ekonomi Kota Bandung
"Jadi enggak ada kata lain untuk ke depan itu perlu kolaborasi mulai kolaborasinya dari pengertian permasalahan mau ngambil kebijakan itu kan harus dikomunikasikan atau dikolaborasikan itukan pasti dapat kebijakan yang sesuai, yang diharapkan oleh pelaku usaha," kata Ramal melalui keterangan tertulis, Sabtu (8/5/2021).
Menurut Ramal, gagasan dan program kerja Arsjad sejalan dengan kebijakan Presiden Jokowi. Hal itu tercermin dari visi dan misinya untuk memulihkan sektor kesehatan dan ekonomi yang terdampak pandemi Covid-19.
Baca juga: Solidaritas buat Pelaku Industri Hiburan Terdampak Pandemi, Eventori Tebar 1.000 Paket Sembako
Karenanya lanjut Ramal, perlu ada kemitraan yang baik antara pelaku usaha dengan pemerintah mulai dari tingkat pusat hingga kabupaten atau kota. "Pemerintah tidak bisa jalan sendiri. Kadin selaku pelaku usaha harus memberi masukan atas permasalahan-permasalahan di bidang ekonomi misalnya untuk investasi kepada pemerintah," ucapnya.
Ramal menambahkan, gagasan kolaboratif itu harus diejawantahkan dalam bentuk komunikasi yang baik dan dapat saling mengerti. Dengan begitu akan lahir kebijakan pemerintah yang efektif.
Ramal berharap, Kadin ke depan di bawah kepemimpinan Arsjad juga akan berlaku inklusif. Bagaimana Kadin tidak lagi hanya berisi pengusaha-pengusaha besar tetapi merangkul semua pelaku usaha mikro kecil, menengah.
"Menurut Undang-Undang Nomor Tahun 1987 Kadin ini lah satu satunya induk organisasi, apa kerjanya membina, menjembatani, mengkomunikasikan dengan pemerintah, menjembatani antara pelaku usaha dengan investor, pelaku usaha sama pelaku usaha, baik itu besar dengan menengah, menengah dengan kecil, kecil dengan mikro," ujar Ramal
Baca juga: Dampak Pandemi, Penyaluran Kredit Perbankan di Jawa Timur Minus
Pengusaha yang juga Ketua Umum Kadin Sumatera Barat Ramal Saleh mendukung gagasan Arsjad menjadikan Kadin sebagai mitra utama pemerintah dengan cara mengedepankan kolaborasi antara pengusaha baik dengan pemerintah pusat maupun daerah untuk menumbuhkan ekonomi.
Baca juga: Masih Banyak Pengusaha Terdampak Pandemi, Hipmi Bantu Pemulihan Ekonomi Kota Bandung
"Jadi enggak ada kata lain untuk ke depan itu perlu kolaborasi mulai kolaborasinya dari pengertian permasalahan mau ngambil kebijakan itu kan harus dikomunikasikan atau dikolaborasikan itukan pasti dapat kebijakan yang sesuai, yang diharapkan oleh pelaku usaha," kata Ramal melalui keterangan tertulis, Sabtu (8/5/2021).
Menurut Ramal, gagasan dan program kerja Arsjad sejalan dengan kebijakan Presiden Jokowi. Hal itu tercermin dari visi dan misinya untuk memulihkan sektor kesehatan dan ekonomi yang terdampak pandemi Covid-19.
Baca juga: Solidaritas buat Pelaku Industri Hiburan Terdampak Pandemi, Eventori Tebar 1.000 Paket Sembako
Karenanya lanjut Ramal, perlu ada kemitraan yang baik antara pelaku usaha dengan pemerintah mulai dari tingkat pusat hingga kabupaten atau kota. "Pemerintah tidak bisa jalan sendiri. Kadin selaku pelaku usaha harus memberi masukan atas permasalahan-permasalahan di bidang ekonomi misalnya untuk investasi kepada pemerintah," ucapnya.
Ramal menambahkan, gagasan kolaboratif itu harus diejawantahkan dalam bentuk komunikasi yang baik dan dapat saling mengerti. Dengan begitu akan lahir kebijakan pemerintah yang efektif.
Ramal berharap, Kadin ke depan di bawah kepemimpinan Arsjad juga akan berlaku inklusif. Bagaimana Kadin tidak lagi hanya berisi pengusaha-pengusaha besar tetapi merangkul semua pelaku usaha mikro kecil, menengah.
"Menurut Undang-Undang Nomor Tahun 1987 Kadin ini lah satu satunya induk organisasi, apa kerjanya membina, menjembatani, mengkomunikasikan dengan pemerintah, menjembatani antara pelaku usaha dengan investor, pelaku usaha sama pelaku usaha, baik itu besar dengan menengah, menengah dengan kecil, kecil dengan mikro," ujar Ramal
(maf)
Lihat Juga :