KSP Sebut Intoleransi Jadi Ladang Subur Pengembangan Terorisme

Selasa, 04 Mei 2021 - 18:28 WIB
loading...
KSP Sebut Intoleransi...
Tenaga Ahli Utama Kedeputian V KSP, Rumadi Ahmad mengatakan intoleransi menjadi ladang subur pengembangan paham keagamaan yang menghalalkan aksi terorisme. Foto/SINDOnews
A A A
JAKARTA - Tenaga Ahli Utama Kedeputian V Kantor Staf Presiden (KSP) , Rumadi Ahmad mengatakan intoleransi menjadi ladang subur pengembangan paham keagamaan yang menghalalkan aksi terorisme . Karena itu, Rumadi mendorong penguatan moderasi beragama untuk menjaga karakter asli bangsa Indonesia yang berwatak toleran dan moderat.

Namun demikian, Ketua Lembaga Kajian dan Pengembangan Sumber Daya PBNU ini menjelaskan kekinian moderasi beragama menghadapi berbagai tantangan karena menguatnya paham keagamaan yang menghalalkan kekerasan. Baca juga: 5 Kekuatan Indonesia Tangkal Perpecahan akibat Radikalisme dan Terorisme

"Moderasi beragama penting karena kita menghadapi berbagai tantangan. Misalnya semakin berkembangnya paham keagamaan yang misalnya menghalalkan kekerasan, apakah itu kekerasan yang sifatnya fisik maupun verbal," ujar Rumadi dalam webinar KSP Mendengar: Moderasi Beragama dengan Momentum Bulan Suci Ramadan, Selasa (4/5/2021).

"Dan itu tentu menjadi persoalan serius karena dari kekerasan ini melahirkan intoleransi bahkan bisa menjadi ladang subur pengembangan paham keagamaan yang menghalalkan teorisme," sambung dia.

Rumadi menjelaskan moderasi beragama adalah sesuatu yang sudah melekat dan menjadi karakter dalam kehidupan keagamaan bangsa Indonesia. Bahkan hal itu masuk dalam aksi prioritas dalam RPJMN 2020-2024.

"(Moderasi beragama) pada dasarnya adalah penguatan dan upaya merawat dan menjaga karakter moderat yang sudah ada di masyarakat kita. Moderasi beragama sebagai karakter beragama yang sekarang ini kita miliki bukan sesuatu yang turun dari langit, tapi hasil dari proses sejarah yang panjang dan terus didalam proses menjadi," terangnya.

Menurut dia, moderasi beragama harus terus dirawat karena itu dapat membendung paham keagamaan baru yang menjadi ancaman terhadap karakter bangsa Indonesia.

Pada dasarnya, moderasi beragama adalah cara beragama yang tidak berlebihan: tidak ekstrem kanan maupun ekstrem kiri. Moderasi beragama adalah karakter tengahan atau moderat dalam beragama itu sendiri. Baca juga: Pengacara Dilarang Temui Munarman, Polri: Hukum Acara Terorisme Berbeda dengan Pidana Biasa

"Sekarang kita menghadapi tiba-tiba ada orang yang rela meledakan diri atas nama agama, atas nama jihad, dan itu menjadi tantangan serius yang kita hadapi bersama," tutup Rumadi.
(kri)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
Dudung Bertemu Pimpinan...
Dudung Bertemu Pimpinan KPK, Bahas Indikasi Korupsi Jual Beli Titik Dapur MBG
Prabowo Terbitkan Perpres...
Prabowo Terbitkan Perpres Pencegahan dan Penanggulangan Ekstremisme Mengarah Terorisme
Dudung Bakal Buka Layanan...
Dudung Bakal Buka Layanan Aduan 24 Jam, Begini Alurnya
Seruan Saiful Mujani...
Seruan Saiful Mujani Gulingkan Pemerintahan, KSP: Tak Sesuai Konstitusi
Negara Hadir Sepanjang...
Negara Hadir Sepanjang Hayat lewat Buku Saku 0% sebagai Panduan Kesejahteraan Rakyat
KSP Tegaskan Anggaran...
KSP Tegaskan Anggaran Pendidikan Diperkuat Lewat Revitalisasi Sekolah dan Sekolah Rakyat
Dosen UIN Sunan Ampel:...
Dosen UIN Sunan Ampel: Dana Asing Tak Dilarang tapi Negara Wajib Mengawasi
Polda Riau Perkuat Kolaborasi...
Polda Riau Perkuat Kolaborasi Strategis dengan Polis Malaysia Tangani Narkoba hingga Terorisme
Miris Rumah Doa Digeruduk...
Miris Rumah Doa Digeruduk Massa, Sahroni: Aparat Harus Tegas Tindak Pihak Intoleran
Rekomendasi
Tubuh yang Sehat dan...
Tubuh yang Sehat dan Percaya Diri lewat Pendekatan Medis Holistik
Ini Amalan Terbaik bagi...
Ini Amalan Terbaik bagi Wanita Haid dan Nifas di Bulan Muharram
Perkuat Kolaborasi Kampus,...
Perkuat Kolaborasi Kampus, MNC University Inisiasi Konsorsium Perguruan Tinggi ASEAN
Berita Terkini
Pangi Chaniago: Kisruh...
Pangi Chaniago: Kisruh Dialog UGM Cerminan Menumpuknya Kemarahan Publik
Muktamar NU Harus Jadi...
Muktamar NU Harus Jadi Momentum Pemurnian, Bukan Arena Perebutan Kekuasaan
Kejagung Ungkap Peran...
Kejagung Ungkap Peran Glory Harimas Sihombing di Kasus Korupsi MBG: Jual Titik SPPG
Glory Harimas Sihombing...
Glory Harimas Sihombing Jadi Tersangka Baru Korupsi MBG
Sony Sanjaya Beberkan...
Sony Sanjaya Beberkan Ada Pengadaan Fiktif CCTV dan Sidik Jari Rp300 Miliar di Program MBG
Sony Sonjaya Diperiksa...
Sony Sonjaya Diperiksa Kejagung 9 Jam, Daftar Nama terkait Jual Beli Titik SPPG Bertambah Jadi 41 Orang
Infografis
3 Brigjen Dapat Promosi...
3 Brigjen Dapat Promosi Jabatan Jadi Irjen Pol pada Akhir Februari 2026
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved