Guru Besar UI: Vaksinasi Massal Langkah Jitu Mempercepat Target Nasional

Minggu, 02 Mei 2021 - 16:30 WIB
loading...
Guru Besar UI: Vaksinasi...
Program vaksinasi massal yang dilakukan Gojek kepada para mitra pengemudinya dinilai sebagai contoh baik untuk mempercepat target vaksinasi nasional. Foto/Istimewa
A A A
JAKARTA - Program vaksinasi massal yang dilakukan Gojek kepada para mitra pengemudinya dinilai sebagai contoh baik untuk mempercepat target vaksinasi nasional dan pemulihan ekonomi dari pandemi. Gojek dinilai telah mengupayakan dampak keseimbangan antara upaya menahan penularan Covid-19 dengan tetap menggairahkan kembali roda ekonomi, terutama perekonomian masyarakat kecil.

Baca juga: Berikan Rasa Aman ke Pelanggan, Puluhan Ribu Driver Gojek Divaksin Covid-19

Guru Besar Kesehatan Masyarakat Universitas Indonesia (UI) Professor Purnawan Juandi mengatakan percepatan ekonomi nasional memang bersifat relatif dan akan tergantung pada banyak faktor. Namun inisiatif Gojek untuk meningkatkan imunitas para mitranya akan berdampak positif terhadap kegiatan ekonomi.

”Mereka (mitra driver Gojek) bekerja di luar tiap hari dan berkeliling berinteraksi dengan orang. Langkah Gojek melakukan vaksinasi massal sudah tepat karena para pelaku transportasi juga bagian dari penggerak ekonomi nasional,” ucap Prof Purnawan, Minggu (2/5/2021).

Baca juga: Buka Toko Baru di PIM 3, Para Pelaku Retail Optimis Efek Vaksinasi Covid-19

Setidaknya, kata Purnawan, dengan program vaksinasi ini mitra Gojek memiliki tingkat risiko lebih rendah saat menjalankan tugas. Baik ketika mengantar orang maupun barang. Terlebih saat ini para pengemudi ojol Gojek juga banyak berperan dalam perpindahan barang termasuk pesan-antar makanan yang terus meningkat di tengah pandemi.

Dengan begitu diharapkan ekonomi masyarakat bisa segera bergerak, sehingga akan membantu pemulihan ekonomi negara. "Saya dengar kebijakan vaksinasi ojol juga tidak hanya di Jakarta tapi juga di daerah lain. Misalnya di Medan dan Kalimantan. Ini sudah baik hanya perlu percepatan," tegasnya.

Baca juga: China Urutan Pertama Negara dengan Jumlah Vaksinasi Terbesar, Indonesia Ke-9

Purnawan yang juga Ketua Umum Aliansi Telemedik Indonesia (Atensi) menyarankan pemerintah untuk menggandeng swasta demi mempercepat program vaksinasi dan memcapai target yang diharapkan. Salah satu contohnya dengan Gojek yang memiliki mitra ratusan ribu orang di berbagai daerah.

Terkait dengan pelaksanaan vaksinasi, Purnawan menyarankan untuk melibatkan rumah sakit yang saat ini baru sebatas melayani tes swab dan rapid. ”Di daerah juga perlu dibuka stadion atau ruangan besar agar bisa menampung peserta vaksin. Tenaga Kesehatan jumlahnya harus diperbanyak agar program vaksinasi ini bisa menyeluruh menjangkau Indonesia yang luas,” tutupnya.

Kamis lalu (29/04) Gojek bekerja sama dengan Halodoc dan Pemerintah Provinsi DKI Jakarta melakukan vaksinasi Covid-19 yang menyasar puluhan ribu mitra driver di Jakarta. Pelaksanaan layanan vaksinasi drive thru dilakukan di layanan vaksinasi yang berlokasi di Kemayoran Jakarta Pusat dan WestOne City Cengkareng Jakarta Barat mulai 29 April 2021.

Setiap harinya, vaksinasi bagi mitra driver Gojek ini ditargetkan melayani sampai 1.500 dosis vaksin. ”Jadi buat kami ini baru tahap awal. Kami sangat berterima kasih dan juga mengantisipasi bahwa ini akan terus lebih baik skalanya akan terus lebih besar ke depannya," kata Co-CEO Gojek Kevin Aluwi dalam keterangan resminya dan berharap vaksinasi kepada mitra driver Gojek dapat semakin luas cakupannya dan menyebar ke seluruh Indonesia.
(maf)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
Kemenkes Deteksi Ada...
Kemenkes Deteksi Ada 72 Kasus Covid-19 Varian Baru di Indonesia
Presiden Jokowi Jadikan...
Presiden Jokowi Jadikan Vaksin Merah Putih Program Super Prioritas
Pemerintah Kembali Diingatkan...
Pemerintah Kembali Diingatkan untuk Konsisten Tangani Covid-19
Vaksin Asli Indonesia...
Vaksin Asli Indonesia Mulai Dibuat, Namanya Vaksin BUMN
Satgas Covid-19 Minta...
Satgas Covid-19 Minta Orang Tua Tak Panik Jika Anak Alami KIPI Usai Divaksin
Update Covid-19: Positif...
Update Covid-19: Positif 4.258.560 Orang, 4.109.364 Sembuh dan 143.918 Meninggal
Pandemi Covid-19 Dorong...
Pandemi Covid-19 Dorong Negara Asia Berinovasi dalam Teknologi Medis
Sempat Dirawat Intensif,...
Sempat Dirawat Intensif, 2 Pasien Positif Covid-19 Meninggal Dunia
WHO Sebut Covid-19 Masih...
WHO Sebut Covid-19 Masih Menjadi Kondisi Darurat Internasional
Rekomendasi
Fregat Rusia Tembaki...
Fregat Rusia Tembaki Kapal Pesiar Inggris, Starmer: Tindakan Sembrono
G7 Kini Fokus Memusuhi...
G7 Kini Fokus Memusuhi Rusia, Trump: Ini Perang yang Mudah Diselesaikan
Tok! DPR dan Pemerintah...
Tok! DPR dan Pemerintah Sepakati Asumsi Makro KEM-PPKF 2027, Target Lifting Migas Dikerek
Berita Terkini
KPK Telusuri Dugaan...
KPK Telusuri Dugaan Aliran Uang Kasus Kuota Haji dari Kemenag ke Pansus DPR
Dharma Pongrekun Gugat...
Dharma Pongrekun Gugat UU Kesehatan, Berharap Hakim MK 'Diketuk Hatinya oleh Tuhan'
Prabowo Apresiasi Pelaksanaan...
Prabowo Apresiasi Pelaksanaan Haji 2026, Beri Catatan Ini untuk Tahun Depan
Ajukan Jadi JC, Mantan...
Ajukan Jadi JC, Mantan Waka BNN Sony Sonjaya Diperiksa di Kejagung Besok
Biaya Haji Tahun 2027...
Biaya Haji Tahun 2027 Turun? Begini Penjelasan Kemenhaj
Kawal Dana RT Rp25 Juta,...
Kawal Dana RT Rp25 Juta, Wali Kota Agustina Pastikan Pengurus Lingkungan Didampingi Total
Infografis
Ini Lima Guru yang Mendapat...
Ini Lima Guru yang Mendapat Gelar Pahlawan Nasional
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved