Dukung Ketegasan Polri, Milenial Muslim Imbau Masyarakat Tak Mudik Lebaran

Sabtu, 01 Mei 2021 - 11:04 WIB
loading...
Dukung Ketegasan Polri,...
Kepala Korps Lalu Lintas (Kakorlantas) Polri Irjen (Pol) Istiono. Foto/Istimewa
A A A
JAKARTA - Sebagai kalangan yang sadar petaka yang mengintai seiring kemungkinan merebaknya kembali pandemi virus Corona (Covid-19), Ketua Milenial Muslim Bersatu (MMB), Khairul Anam, mengimbau seluruh masyarakat untuk menahan diri dan tidak melakukan mudik pada Lebaran tahun ini.

Baca juga: Antisipasi Pemudik, Korlantas Polri Pastikan Awasi Jalur Tikus

Anam juga mendukung ketegasan Polri untuk menjaga agar aturan larangan mudik Lebaran yang tertuang dalam Surat Edaran Satuan Tugas Penanganan Covid-19 Nomor 13 Tahun 2021, beserta adendumnya.

Menurut Anam, keputusan pemerintah untuk melarang mudik Lebaran tersebut tentunya telah melalui berbagai kajian dan pembahasan, yang melibatkan seluruh unsur masyarakat, termasuk pemuka agama. Dasar kebijakan tersebut pun jelas, yakni kemaslahatan masyarakat.

Baca juga: Bedah Habis-Habisan, BMW R 1250 RT Motor Andalan Korlantas Polri

Sementara kepada seluruh jajaran Polri, terutama Korps Lalu Lintas (Korlantas), Anam menyatakan salut dan dukungan MMB pada ketegasan sikap untuk menindak tegas para pelanggar kebijakan larangan mudik Lebaran 2021.

"Kami sadar sikap tersebut tidak popular, tapi kebijakan Polri yang bersedia tidak popular guna menjaga kepentingan yang lebih besar yakni kemungkinan ancaman besar pandemi, itu yang kami apresiasi," kata Anam, Sabtu (1/5/2021).

Baca juga: Pengamanan KTT ASEAN, Kakorlantas Minta Jajarannya Beri Pelayanan Terbaik

Sebagaimana diberitakan banyak media massa, Polri melalui Kepala Korps Lalu Lintas (Kakorlantas) Polri Irjen (Pol) Istiono menyatakan bakal menindak tegas para pelaku dan pihak-pihak yang berusaha membantu merusak upaya pemerintah menegakkan larangan mudik 2021.

Untuk itu, Polri juga melakukan penyekatan di berbagai ruas jalan dan penyebaran personel untuk mengawasi jalan-jalan tikus yang ada. Mereka yang melanggar, kata Istiono, bisa mendapatkan sanksi dari penilangan hingga penyitaan kendaraan.

"Sudah saya identifikasi semuanya akan saya tindak secara tegas bila melakukan pelanggaran. Sanksinya jelas ditilang. Bila perlu ditahan sampai nanti selesai lebaran," kata Istiono.

Korlantas Polri sejak 22 April telah memberlakukan pengetatan mudik melalui Kegiatan Kepolisian Yang Ditingkatkan (KKYD). Kemudian pada 6-17 Mei 2021 baru digelar operasi larangan mudik. Pengetatan mudik akan kembali diberlakukan pada 18-28 Mei 2021. Serangkaian operasi dilakukan demi menekan penyebaran Corona selama momen libur Lebaran.

Namun demikian, kepada jajarannya Istiono menegaskan, Operasi Ketupat 2021 adalah operasi kemanusiaan. Maka, tindakan di lapangan adalah persuasif dan humanis. Menurut Istiono, pengetatan terhadap pemudik ini dilakukan karena sejauh ini Covid-19 masih menjadi ancaman di Indonesia.

"Kita harapkan kesadaran masyarakat. Pemerintah menganjurkan untuk tidak mudik. Masyarakat juga harus bangkit semangatnya untuk mendorong ini semua, agar Covid-19 tidak berkembang," kata Istiono, tegas.

Menurut Anam, jangan karena keinginan untuk bertemu dan bersilaturahmi di kampung, yang seringkali melupakan protokol Covid-19, lalu menjadikan negeri ini kembali dalam bahaya besar pandemi Covid. Ia menunjukkan, betapa kelengahan pemerintah dan masyarakat India untuk menahan diri dari berkumpul secara massal dalam kampanye politik dan prosesi keagamaan Kumb Mela, kini menjadikan negeri itu terpuruk sebagai wilayah paling rawan Corona di dunia.

"India pun menjadi wilayah super-spreader yang tidak hanya dijauhi semua orang di dunia, tetapi bahkan mengalami eksodus besar-besaran orang-orang kaya mereka, sekadar pergi jauh tetirah dari negeri itu," kata Anam.

Ia juga bersimpati kepada warga masyarakat yang selama dua Lebaran ini tidak bisa mudik untuk bersilaturahmi dengan keluarga besar. Tetapi Anam mengingatkan, tidak hanya silaturahmi bisa dilakukan tidak secara massal selama waktu-waktu ke depan, tetapi menjaga agar pandemi yang ada tidak menjadi wabah yang jauh mengerikan pun lebih utama.

"Tahun lalu kita semua punya pengalaman untuk bersilaturahmi selama waktu-waktu di luar Lebaran, tanpa kedatangan massal ke kampung halaman, dan itu bisa terselenggara dengan baik. Itu sebenarnya bisa menjadi modal untuk kita ulangi kembali tahun ini," tutupnya.
(maf)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
Operasi Patuh Bakal...
Operasi Patuh Bakal Digelar Menjelang Nataru
Korlantas Polri Tunda...
Korlantas Polri Tunda Pelaksanaan Operasi Patuh Jaya 2026
Korlantas Gelar Operasi...
Korlantas Gelar Operasi Patuh mulai 8 Juni, Pelanggaran Pelat Nomor Bakal Jadi Target
3 Kombes Digeser ke...
3 Kombes Digeser ke Korlantas Polri pada Mutasi Mei 2026, Ada Ka SPN Polda Metro Jaya
Arus Mudik dan Balik...
Arus Mudik dan Balik 2026 Lancar, Korlantas Polri Raih Presisi Award dari Lemkapi
Sahroni: Kinerja Korlantas...
Sahroni: Kinerja Korlantas Polri dalam Tangani Arus Mudik 2026 Keren, Meski Ada Catatan
Jasa Raharja Sosialisasikan...
Jasa Raharja Sosialisasikan JRKu, Dorong Pelaporan Kecelakaan Lebih Cepat dan Mudah
Polisi Siapkan One Way...
Polisi Siapkan One Way Nasional Hadapi Puncak Arus Balik Lebaran 2026
Arus Balik Lebaran,...
Arus Balik Lebaran, 36 Persen Kendaraan Belum Kembali ke Jakarta
Rekomendasi
Ilmuwan Temukan Penyebab...
Ilmuwan Temukan Penyebab Baru di Balik Peningkatan Lemak Perut Seiring Bertambahnya Usia
Jerman vs Paraguay:...
Jerman vs Paraguay: Kenangan Pahit 2002 Hantui La Albirroja
DEPO Tebar Dividen Rp10,2...
DEPO Tebar Dividen Rp10,2 Miliar, Fokus Perluas Ekspansi Bisnis
Berita Terkini
Politikus PDIP Ungkap...
Politikus PDIP Ungkap Anggaran Pelatihan SPPI Lebih Besar untuk Latsarmil ketimbang Substansi Koperasi
Implementasi B50 Perkuat...
Implementasi B50 Perkuat Ketahanan Energi dan Tingkatkan Nilai Tambah Sawit
Wamensesneg: Presiden...
Wamensesneg: Presiden Sangat Paham dan Menghargai Kebebasan Akademik di Kampus
Modus Judi Online di...
Modus Judi Online di Hayam Wuruk Samarkan Aktivitas sebagai Perusahaan Teknologi
Tito Dorong Penguatan...
Tito Dorong Penguatan BNPP RI untuk Percepatan Pembangunan dan Keamanan Perbatasan
MK Tolak Gugatan Dharma...
MK Tolak Gugatan Dharma Pongrekun Atas UU Kesehatan: Kepatuhan Warga adalah Konsekuensi Logis
Infografis
Jadwal One Way, Contra...
Jadwal One Way, Contra Flow, dan Ganjil-Genap Mudik Lebaran 2026
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved