Diperkuat Eks Pendukung Prabowo, Mampukah Partai Ummat Jadi Poros Baru Oposisi?
Sabtu, 01 Mei 2021 - 12:21 WIB
loading...
A
A
A
“Partai Ummat memang memilih jalan oposisi, dan itu harus dihargai. Agar ada kontrol dari oposisi terhadap pemerintah,” ujar Direktur Eksekutif Indonesia Political Review (IPR), Ujang Komarudin kepada SINDOnews, Sabtu (1/5/2021).
Namun, menurut Ujang, untuk saat ini sulit bagi Partai Ummat menjadi poros baru oposisi. “Tapi pasca 2024 nanti mungkin terjadi,” ujarnya.
Sementara itu, Direktur Eksekutif Indonesia Political Opinion (IPO) Dedi Kurnia Syah menilai masih jauh bagi Partai Ummat untuk menjadi partai poliitik pendorong koalisi oposisi, walaupun banyak tokoh yang berseberangan dengan Pemerintahan Jokowi terlibat di dalam partai berlogo Perisai Tauhid warna emas dengan bintang di tengah itu.
Selain itu, dia menilai daya pengaruh Partai Ummat ke pemilih pun tidak akan terlalu signifikan. “Dengan kondisi saat ini, Partai Ummat berhasil masuk dalam kontestasi 2024 saja sudah sangat baik. Jika berhasil mengikuti kontestasi, baru upaya membangun koalisi terbuka, itu pun jika memang miliki pemilih yang cukup dominan di antara partai terafiliasi Islam lainnya,” kata Dedi kepada SINDOnews secara terpisah.Baca juga: Mustofa Nahrawardaya Sebut Partai Ummat Bidik Kaum Muda
Direktur Eksekutif Lembaga Survei KedaiKOPI Kunto Adi Wibowo menilai wajar sejumlah tokoh yang berseberangan dengan Jokowi seperti Neno Warisman, Buni Yani, dan MS Ka'ban berada di Partai Ummat.
Namun, menurut Ujang, untuk saat ini sulit bagi Partai Ummat menjadi poros baru oposisi. “Tapi pasca 2024 nanti mungkin terjadi,” ujarnya.
Sementara itu, Direktur Eksekutif Indonesia Political Opinion (IPO) Dedi Kurnia Syah menilai masih jauh bagi Partai Ummat untuk menjadi partai poliitik pendorong koalisi oposisi, walaupun banyak tokoh yang berseberangan dengan Pemerintahan Jokowi terlibat di dalam partai berlogo Perisai Tauhid warna emas dengan bintang di tengah itu.
Selain itu, dia menilai daya pengaruh Partai Ummat ke pemilih pun tidak akan terlalu signifikan. “Dengan kondisi saat ini, Partai Ummat berhasil masuk dalam kontestasi 2024 saja sudah sangat baik. Jika berhasil mengikuti kontestasi, baru upaya membangun koalisi terbuka, itu pun jika memang miliki pemilih yang cukup dominan di antara partai terafiliasi Islam lainnya,” kata Dedi kepada SINDOnews secara terpisah.Baca juga: Mustofa Nahrawardaya Sebut Partai Ummat Bidik Kaum Muda
Direktur Eksekutif Lembaga Survei KedaiKOPI Kunto Adi Wibowo menilai wajar sejumlah tokoh yang berseberangan dengan Jokowi seperti Neno Warisman, Buni Yani, dan MS Ka'ban berada di Partai Ummat.
Lihat Juga :