Modernisasi Alutsista Mendesak

loading...
Modernisasi Alutsista Mendesak
Tenggelamnya kapal selam KRI Nanggala 402 harus menjadi momentum untuk memodernisasi alutsista nasional. FOTO/WIN CAHYONO
JAKARTA - Tenggelamnya kapal selam KRI Nanggala 402 di perairan Bali harus dijadikan momentum pemerintah untuk memodernisasi alat utama sistem persenjataan ( alutsista ) di tiga matra TNI yakni darat, laut dan udara. Banyak alutsista yang usianya sudah tua dan mesti diganti ataupun diperbaharui.

Pilihannya, Kementerian Pertahanan perlu mempercepat target Minimum Essential Force (MEF) fase ketiga pada 2019-2024. MEF merupakan kekuatan pokok minimal yang harus dimiliki untuk pertahanan suatu negara. Pemenuhan program MEF menjadi EF menargetkan sejumlah alutsista canggih yang meliputi, 160 jet tempur, 15 kapal selam hingga 48 heli canggih.

Memang berbagai pembenahan telah dilakukan TNI, mulai dari organisasi, kualitas personel hingga kualitas dan kuantitas alutsista. Namun kondisi ini tidak berjalan mudah. Menteri Pertahanan (Menhan) Prabowo Subianto mengungapkan mahalnya alat-alat utama sistem senjata (Alutsista).

Baca juga: Bagaimana Skenario Evakuasi Kapal Selam Nanggala-402 dan 53 Awaknya?

"Alutsista di bidang pertahanan cukup mahal, bahkan sangat mahal. Oleh karena itu pimpinan negara selalu dihadapkan dengan dilema, harus mengutamakan pembangunan kesejateraan atau menjaga kemamouan pertahanan supaya kedaulatan kita tidak diganggu," tutur Prabowo.



Namun, pemerintah menegaskan tekadnya untuk mencapai harapan tersebut. Prabowo menayebut Presiden Joko Widodo (Jokowi) pun telah memintanya menyusun masterplan di bidang pertahanan untuk investasi alutsista. Masterplan itu berlaku hingga 25 Tahun mendatang.

"Kita akan investasi lebih besar tanpa memengaruhi usaha pembangunan kesejateraan. Kita sedang merumuskan pengelolaan alutsista lebih tertib dan efisien," ucapnya.

Mantan Danjen Kopassus ini pun kembali menegaskan bahwa alutsista milik Indonesia perlu diremajakan dengan segera. Pasalnya, saat ini kebutuhan alutsista ini mendesak.

"Saya yakin, dalam waktu dekat perlengkapan alutsista bisa kita modernisasi untuk tiga matra. Udara, laut, dan darat," pungkasnya.

Baca juga: Bos Pentagon: Gugurnya 53 Awak Kapal Selam Nanggala-402 RI Tragis



Sebelumnya, Panglima TNI, Marsekal Hadi Tjahjanto telah menyampaikan harapannya adanya peningkatan kekuatan pokok minimum pada periode 2020-2024. Hadi menyebut akan mengajukan tambahan alutsista kepada Kementerian Pertahanan. Hal ini bertujuan untuk meningkatkan pertahanan Indonesia.

"TNI untuk meningkatkan kesiapan alutsista masih sesuai dengan apa yang sudah kita buat yaitu termuat pada minimum essential force yang saat ini masuk kepada pelaksanaan minimum essential force yang kedua," kata Hadi di Mabes TNI, Cilangkap, Jakarta Timur (29/1/2020).

Dari pihak Komisi I DPR, mereka menegaskan mendorong agar anggaran pertahanan untuk Tentara Nasional Indonesia (TNI) ditingkatkan agar peristiwa serupa tidak terulang kembali. Seperti diketahui, saat ini alokasi anggaran pertahanan dalam RUU APBN Tahun Anggaran 2021 untuk Kementerian Pertahanan (Kemhan) hanya sebesar Rp136,9 triliun. Anggaran tersebut selanjutnya akan dibagi untuk Mabes TNI dan tiga matra yakni Angkatan Darat (AD), Angkatan Laut (AL) dan Angkatan Udara (AL).
halaman ke-1
preload video
TULIS KOMENTAR ANDA!
Top